CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 139


__ADS_3

Semua, keluarga yang mendengar teriakan seorang. Langsung, pergi menunju ke ruang keluarga tempat seorang yang memanggil Valdes. Saat, mereka, sudah di depannya mereka sangatlah terkejut melihat kedatangan seorang wanita.


Wanita, yang bernama Yolanda. Itu mendekati Valdes, dengan tanpa rasa malu. Karena, atas apa yang dia membuat di hadapan vanandya dan yang lain.


"Sayang, aku merindukanmu.. Kamu, kan menikahi ku?" ucap Yolanda dengan manja.


Valdes, yang di peluk oleh wanita bernama Yolanda, langsung menghempaskan tubuhnya dengan kasar. Sampai, Yolanda tersungkur ke belakang.


Hal, itu pun membuat Yolanda merasa bingung, karena perlakuan Valdes yang sangat kasar kepada dirinya. Harusnya, hari ini adalah puncak Valdes mencintai dirinya. Tapi, kenapa dia seperti seorang yang tidak terjadi apa-apa.


Vanandya, lalu berjongkok di hadapan Yolanda, lalu ia memegang dagunya dengan jari-jarinya yang mencengkram erat dagu wanita itu. Ia akan membalas rasa sakit hati ini agar dia tak melakukan tindakan yang merugikan dia sendiri.


"Ini, adalah akibat. Karena, terlah mengusik ketenangan keluarga besar. Jadi kamu akan mendapatkan perlakuan dari kami." ucap Vanandya dengan sinis.


Rebecca, wanita yang sudah sangat geram karena terlah melakukan pelet kepada putranya, pun langsung menampar pipinya dengan sangat keras. Bahkan, dia mencaci-maki wanita di hadapannya. Bersamaan, dengan varisa kedua wanita paruh baya itu terus melakukan kekerasan kepada Yolanda.


Yolanda, yang mendapatkan kekerasan dari dua wanita itu merasa marah karena dirinya di perlakukan seperti itu. Dia, pun memohon kepada Valdes untuk menolongnya.


"Sayang, tolongin aku. Mereka, menyiksaku sayang." ucap Yolanda.


Plakk..Plakkk..Plakkk..Plakk!! Berapa kali tamparan terus di dapat dari kedua wanita paruh baya itu. Bahkan, dia juga mendapatkan jambakan dari mereka berdua.


Sang, keluarga yang menyaksikan kekejaman dari kedua wanita itu hanya diam saja. Karena, mereka enggan untuk menghentikan mereka kepada wanita yang sudah berani-beraninya melakukan pelet kepada keturunan mereka.


Hendrik dan Victor hanya bisa tercengang dengan kekejaman istri mereka yang sangat brutal. Bahkan, mereka tak pernah mengetahui kalau istri mereka akan sangat berbahaya kepada musuhnya.


"Teryata, istriku sangat kejam dari pada yang saya lihat.?" gumam Victor, yang masih di dengar oleh hendrik. Karena, kedua pria itu saling berdampingan satu sama lain.


Hendrik, memang tak begitu terkejut. Dengan, tindakan yang terlah istrinya perbuat, karena ia pernah melihat varisa melakukan hal yang sangat berbahaya kepada orang yang sudah menyakiti hati anak-anaknya.

__ADS_1


"PENGAWALLLL..!!!" teriak varisa kepada pengawal di depan mansion.


Para, pengawal yang mendengar teriakan dari nyonya mereka langsung segera berlari mendekati nyonya mereka. Dan, setelah menghadap kepada tuan mereka. Para, pengawal memberikan salam dan bertanya. "Apa, ada yang bisa kami bantu nyonya?" tanya kepala pengawal.


"Aku, ingin memberikan kenikmatan buat wanita ini.. Karena, dia sangat menyukai kenikmatan dari seorang pria yang memiliki benda panjang." ucap varisa. Yang, membuat para pengawal menatap dengan tatapan bingung. Bahkan, seluruh keluarga juga merasa tercengang dengan perkataan dari varisa.


"Maksud, nyonya?" ucap para pengawal yang tidak mengerti akan apa yang nyonya'nya katakan.


"Maksud, aku. Aku, ingin memberikan hadiah kepada kalian, yang sudah berkerja di keluarga lacerta selama puluhan tahun, jadi aku ingin memberikan wanita kepada kalian untuk bersenang-senang." ucap varisa.


Para, mengawal sedikit senang karena. Mereka, akan di berikan seorang wanita untuk memuaskan hasrat mereka. Para, pengawal pun berterima kasih banyak atas apa yang terlah nyonya'nya berikan. Karena, kebetulan mereka saat ini sedang bergairah ingin melakukan dengan wanita.


Namun, sebelum mereka pergi membawa Yolanda yang sudah tak berdaya. Varisa, memberikan persyaratan untuk tidak membebaskan wanita itu dari ruang tahanan. Dan, ia meminta kepada mereka agar terus menyiksa dan melakukan apapun sesuka hati mereka.


Para, pengawal pun menyetujuinya, mereka akan menjalankan perintah dari nyonya mereka. Tanpa, ada kesalahan sedikit pun.


"Sepertinya, aku seperti tidak asing dengan wanita itu?" ucap valdes. Yang, mengingat akan wanita itu.


"Sebaiknya, kau jangan mengingat wanita itu lagi. Karena, perbuatan mereka tak bisa kami ampuni seumur hidup kami." ucap varisa. Dengan, ketus karena mendengar perkataan dari mantu'nya itu.


"Benar, Val. Kami sudah berusaha menyatukan hidup dan mati kami agar bisa menyelamatkan kamu " ucap Eleanor dan agni.


"Apa, yang di katakan mereka benar Al. Kamu, tak perlu lagi mengingat dia." ucap Rebecca dengan lembut.


Valdes, sangat pusing dengan perkataan dari orangtuanya yang tidak masuk akal. Karena, dia hanya mengatakan kalau dia tidak asing dengan wajah yolanda. Tapi, respon mereka sangat tidak menyukainya,


Karena, hari sudah semakin malam. Mereka, pun pergi ke kamar mereka masing-masing. Yang, sudah di sediakan oleh vanandya untuk mereka.


**

__ADS_1


Di kamar Rebecca. Seorang pria sedang termenung saat mengingat kalau putranya enggan menyebutnya dengan sebutan ayah. Dia merasakan, kesedihan. Yang, begitu dalam di benak dia.


Rebecca, yang melihat suaminya termenung. Langsung mendekati dan memegang pundaknya. Dia, tau pasti saat ini suaminya sedang bersedih atas apa yang terlah di dengar oleh suaminya.


"Sayang, are you okay?"tanya Rebecca, kepada suaminya itu.


"I'm fine, sayang." ucap Victor, lalu ia berjalan ke arah kamar mandi. Karena, dia ingin membersihkan badannya yang sangat lengket.


Rebecca, hanya terdiam saja. Melihat, kepergian suaminya. Yang, tau apa yang suaminya rasakan, ia lalu berjalan ke keluar kamar, karena air minum yang berada di kamar tidak ada, jadi Rebecca harus mengambil air minum yang berada di dapur.


Saat, Rebecca. Berjalan, di lorong ia melihat seorang pria sedang duduk sambil menghisap benda nikotin. Karena, penasaran Rebecca mendekati orang itu. Saat ia membuka pintu yang mengarah ke balkon ia mendapati, putranya sedang duduk di tempat itu.


"Albarat?" panggil Rebecca kepada putranya.


Valdes, yang sedang menghisap benda nikotin, langsung terkejut saat nama yang sudah hilang bersama dengan hilangnya sang ayah, merasa terkejut. Lalu, dia melihat ke arah belakang dan ia mendapati mamanya sedang berdiri di belakang dirinya.


"Mama," ucap Valdes, dengan lirih.


"Kenapa, kamu masih di luar al?" tanya Rebecca kepada putranya.


"Hanya, ingin menikmati, suasa malam saja." ucap Valdes seadanya.


"Mama, tau. Pasti saat ini kamu sedang merindukan Daddy kamu kan?" tanya Rebecca.


"Apa, yang mama tau tentang diriku? Bukannya mama tak pernah mengurusku semenjak mama menikah dengan tuan Victor?" ucap valdes. Tanpa, melihat wajah sang mama.


Deghh...!! Perkataan Valdes, mampu membuat ia merasa sedih. Diaz akui kalau dirinya memang tidak merawat Valdes semenjak dirinya menikah dengan Victor. Tapi, dirinya sangat menyayangi putranya itu lebih dari siapapun.


"Apa aku anak yang...?"

__ADS_1


__ADS_2