
Seorang laki-laki yang baru saja selamat dari kemurkaan sang mama yang seperti banteng keluar tanduk, merasa aman namun saat sedang mengatur nafasnya, ponselnya terus saja berbunyi. Ia pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Ada apa?"Ucap Vernon to the poin dengan suara dinginnya.
"......"
Vernon sangat terkejut mendengar anak buah mengatakan kalau kedua kakanya sedang berantem, ia pun langsung mematikan panggilan sepihak. Karena ia tau di mana sang kakak berantem. Ia pun langsung bergegas pergi.
"Dasar udah tua masih saja berantem."Gerutu Vernon saat sedang mengendarai sepeda motor.
**
Kai juga tak kalah terkejut ia baru saja mendapatkan laporan dari anak buah kalau sang tuan yang bertindak semaunya melakukan hal gila,
Karena ini buka kali pertamanya tuan Valdes berantem dengan tuan virendra. Ia tau selama ini tuan Valdes tak pernah akur dengan adiknya entah apa alasannya hanya dia dan tuhan yang tau. Kita hanya tunggu waktunya saja.
Sebelum kai pergi ia menelpon seluruh bodyguard untuk siap pergi ke tempat di mana tuan Valdes berantem.
Dan ia meminta kepada anak buah agar tak ada yang mengetahui kalau kedua tuan muda Marquez berselisih, apa lagi harus bocor ke media.
***
Dj sesuatu tempat terdapat dua orang pria yang sedang berdiri tegang dengan saling bertatap dengan tajam bak elang ingin menerkam mangsanya.
"Sebaiknya kembalikan Vanandya kepadaku!"Suara virendra Mampun menggetarkan sang lawan, namun tidak dengan Valdes, ia hanya tersenyum sinis.
"Saya tidak akan menyerahkan wanita saya kepada anda. Camkan ini baik-baik adikku tersayang, Vanandya hanya cinta sama saya."Suara Valdes tak kalah menakutkan dari adiknya.
BUGHH!
BUGHH!
BUGHH!
BUGHH!
Virendra yang marah pun pemukul Valdes bertubi-tubi ia tidak akan membiarkan kakak'nya lengah sedikit pun.
"Akan aku pastikan dia akan kembali bersamaku? Karena Vanandya hanya tercipta untuk seorang virendra. Camkan itu."
Valdes tentu saja tak akan membiarkan wanitanya pergi dari pelukan dirinya. Dengan kuat tenaga ia menendang perut virendra, ia lalu memukul dengan keras.
BUGHH!
BUGHH!
BUGHH!
"Aku tunggu apakah Vanandya bisa berada di sisi mu atau dia akan menjauh darimu?"Valdes berkata dengan dingin dan datar.
__ADS_1
"Tentu saja memilih ku! Karena kejantananku lebih nikmat dan besar."
Valdes yang mendengar penuturan sang adik tertawa dengan sangat keras,
"Bermimpi lah adik, karena punyaku lebih besar dari pada punyamu! Sampai-sampai saat ini Vanandya sedang mengandung anak kami.. HAHAHA!"Ucap Valdes di sela tawanya.
"Brengsek!"Virendra langsung bangkit dan menonjok kakaknya.
BUGHH!
Mereka pun kembali saling memukul tapi nasib datang kepada mereka. Rombongan kai dan rombongan Vernon datang tepat waktu sebelum mereka di jemput oleh malaikat yang sedang berada di sampingnya.
"HENTIKAN BOCAH!!"Teriak Vernon kepada kedua kakak'nya.
Lalu anak buah Vernon dan kai langsung memisahkan mereka, Virendra terus saja memberontak ingin sekali menghabisi nyawa sang kakak.
"Tuan muda sebaiknya kamu bawa tuan virendra pergi sebelum kemarahan tuan Valdes meledak dengan makian dari tuan virendra.
Vernon lalu menyuruh anak buah geng motornya membawa sang kakak pulang ke kediaman Keluarga'nya.
"Tuan apa tuan tidak apa-apa?"
"Hm!"
"Sebaiknya tuan obati luka-luka tuan?"
"Tidak perlu ini cuma luka kecil."
Valdes yang mendengar kai menyebut nyonya muda menatap ke arah kai dengan tajam. "Apa maksud kamu?"
Namun kai hanya tersenyum saja.. Karena ia ingin sekali mengerjai sang tuan agar semakin kesal.
"Cepat katakan kenapa kau menyebut nyonya muda?"
"Saya tidak akan mengatakan kalau tuan tidak mengobati luka tuan."
Valdes semakin geram dengan asisten sekaligus sahabat'nya.
"Sepertinya aku akan mencari asisten lagi untuk menggantikan asisten lama,"
"Terserah tuan saja tapi tuan tidak akan pernah mengetahui nyonya dimana."Kai pun berjalan meninggalkan Valdes dengan muka merah menahan marah, kesal ingin sekali ia menonjol muka datarnya itu.
Ia pun dengan terpaksa menuruti perintah asisten piciknya itu yang selalu membuat dirinya kesal.
***
BRUKK.
Dengan kejam Vernon mendorong tubuh virendra kelantai, dengan muka yang sudah babak belur.
__ADS_1
Sang anggota keluarga yang baru saja selesai makan malam terkejut dengan perbuatan sang bungsu yang tega mendorong tubuh kakak'nya.
Mereka lalu mendekati Vernon dan Virendra lalu bertanya kenapa Vernon melakukan itu.
"Vernon sopanlah sedikit dia adalah kakak kamu?"Ucap Victor kepada anak bungsu.
"Maaf pah."Vernon meminta maaf kepada papahnya dengan muka menunduk.
"Viren! Vernon! Ada apa ini kenapa kakakmu babak belur?"Tanya Rebecca kepada anak-anak.
"Tanyakan saja pada dia!"Vernon merasa enggan untuk berbicara apa yang terjadi, entah apa yang membuat Vernon marah.
Victor bertanya kepadanya virendra apa yang terjadi kenapa dirinya babak belur.
Vernon merasa jengah hanya membuang nafas kasar. Ia berjalan meninggalkan ruang tamu. Namun sebelum melangkah lebih jauh dia bersuara,
"Dia habis berantem sama kak Valdes."Setelah berbicara dia melanjutkan jalannya menunju ke kamar.
Tentu perkataan Vernon membuat seluruh keluarga terdiam,
"Kali ini apa masalahnya?"Ucap kakek vinton.
"Masih sama."
Hufhhh mereka hanya bisa menghembuskan nafas kasar'nya, karena kejadian kali ini tidak hanya sekali bahkan hampir tiap hari.
Meneer pun menyuruh agar semuanya masuk ke dalam kamar masing-masing dan ia meminta ke Rebecca untuk segera mengobati luka-luka di wajah virendra.
***
"Ayah sepertinya vana akan kembali terjun ke dunia bisnis."Ucap Vanandya dengan tiba-tiba.yang membuat keluarga terkejut.
Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Van, apa kamu yakin dengan ini? Tidak muda terjun ke dunia bisnis."Hazel berkata dengan lembut.
Vanandya hanya mengangguk kepala, tujuannya kali ini ingin membuat semua orang tau bahwa seorang vanandya nayesha lacerta . W. H. D Bukan wanita yang lemah.
"Ayah si setuju-setuju saja tapi kamu ingin mengelola perusahaan yang mana?"Ayah Hendrik merasa senang kalau salah satu putrinya bakalan menjadi pembinis.
"VND GROUP."
Semua orang kembali tercengang karena mereka tau kalau perusahaan raksasa itu sangat terkenal dengan kekejamannya dengan lawannya. Bahkan para pembinis tidak ada yang mengetahui siapa yang menduduki singgasana perusahaan VND GROUP.
"Sayang kamu jangan bercanda? Karena setau ayah tidak ada seseorang pun yang bisa masuk ke perusahaan besar itu tanpa kartu undangan."Hendrik yang merasa lucu dengan perkataan anaknya yang ingin masuk kedalam perusahaan itu.
"Benar apa kata ayah. Apa lagi seluruh karyawan di sana terpilih untuk berkerja di perusahaan VND GROUP."Timpal bunda varisa.
"Tapi jika cucuku ingin berkerja di sana opa akan mendukungmu."Ucap tuan rudra. menujui kemauan sang cucu.
__ADS_1
"Tapi ayah di sana adalah perusahaan milik.."