CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 181


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti di depan rumah sakit. sosok wanita yang tak lain adalah Vanandya keluar dari mobil, dan dia berteriak kepada perawat dan suster untuk menolong dirinya.


Vernando, pria yang menemani adiknya pun membantu Hayden keluar dari mobil, dengan di bantu para perawat dan keduanya menaruh Hayden di brangker.


Para, perawat pun mendorong brangker masuk ke dalam rumah sakit. disepanjang lorong Vanandya terus, saja meminta maaf karena dirinya tidak segera menyelamatkan Hayden yang sudah terkapar dengan darah yang keluar di wajahnya.


Setelah, sampai di ruang IGD, para perawat menyuruh vanandya dan vernando untuk menunggunya di luar, karena Hayden akan segera mereka tangani, jadi tidak ada yang boleh masuk selain tim dokter dan para perawat.


"Vanda, sudah tak perlu sedih seperti itu. Aku, yakin kalau Hayden adalah pria yang sangat kuat?" ujar vernando, yang berusaha menghibur adiknya.


"Kamu, itu tidak mengerti, pasti saat ini Hayden merasa kesakitan." ucap vanandya dengan kesal kepada vernando.


"Jika, benar apa yang kamu ucapkan, kenapa Hayden masih tersenyum manis seperti itu. Bahkan, aku tak melihat ada rasa kesakitan di tubuh Hayden." ujar vernando,


"Bisa diam tidak.? Aku, tau Hayden masih bisa tersenyum tapi batin dia terluka, tapi Hayden masih bisa menutupi semua'nya. Karena, kami selalu bersama sejak kecil. Jadi, aku mengetahui semua yang Hayden rasakan." kata, Vanandya dengan sedih.


"Kenapa, sih kamu bisa sesedih itu? Padahal, suami kamu itu Valdes bukan Hayden." tanya vernando.


"Bukannya, aku sudah mengatakan kalau kami selalu bersama. Dan, Hayden sudah menganggap aku sebagai adiknya. Karena, sejak kakak meninggal Hayden lah orang yang menggantikan peran kakak buat kedua perempuan, bahkan dia hampir kehilangan nyawanya demi menyelamatkan kami.".kata vanandya.


"Hayden, adalah seorang yang memiliki hati yang lembut, tapi sisi gelapnya dia sangat membenci seorang pengkhianat. Karena, dia pernah menjadi korban pengkhianatan oleh orang terdekatnya. Dan, sekarang Hayden harus mengalami hal sama dia di khianati oleh Kairo, karena Kairo membawa Hayden sebagai tawanan untuk memancing Axel keluar." sambung Vanandya.


Vernando, menatap sedih ke arah adiknya dia pun merangkul Vanandya dengan sangat erat dia akan menjadi sandaran buat adiknya. Dan, dia juga berjanji akan melindungi adik-adiknya yang kekurangan kasih sayang dari sang kakak.


Tanpa, mereka duga teryata Valdes mendengar semua apa yang terlah istrinya bicarakan. Dengan, rasa marah Valdes mengepalkan tangannya dengan keras membuat jari-jari kukunya memutih. Dengan, kemarahan dia pergi keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


**


BUGHH..!


BUGHH..!


BUGHH..!


BUGHH..!


Sebuah pukulan melayang ke semua asisten pribadi keluarga Marquez, karena perbuatan mereka sangat keterlaluan, bahkan sangat tercela karena terlah menyakiti seorang pria yang sangat di sayangi oleh istrinya. Kemarahan, istrinya membuat dia merasa takut kehilangan,.karena istrinya pernah kehilangan sang kakak karena kelakuan keluarga Marquez. Dan, jika sampai itu terjadi maka kehidupan dirinya dengan vanandya akan berakhir.


"Maafkan, saya tuan. Saya menyesal terlah melakukan itu kepada asisten Hayden." ucap Kairo.


"Benar tuan, Ki hanya menggertak Hayden agar dia mengasih tau dimana tuan Axel. Tapi, dia tidak pernah mengatakannya. Jadi, kami sangat terpaksa memukul asisten Hayden." timpal asisten dari Laksh. Yang bernama real.


Saat, Valdes akan memukul mereka lagi. Sebuah tangan menghalangi Valdes untuk menghajar para asisten pribadi. Yang, sudah tega melakukan itu kepada asisten lain.


"Val, udah hentikan.!" bentak Faisal yang baru saja tiba, di situ.


"Papi, mereka adalah orang yang membuat istri aku sedih. Karena, mereka istriku harus menangisi seorang pria yang hadir di kehidupan vanandya sebelum aku hadir di kehidupannya. Dan, seharusnya vanandya hanya menangisi aku saja bukan orang lain." kata Valdes murka.


"Papi, tau tapi semua ini kakek lakukan agar Axel keluar dari persembunyiannya. Dan, kamu tau sendiri kan kalau Amira terlah di kasaru oleh Axel." kata faisal menjelaskan semua itu. Kenapa, kakek melakukan semua itu.


"Jika, kalian ingin melakukan kepada Axel bukan seperti ini caranya. Karena, masih banyak cara untuk membawa Axel kemari dengan damai." ujar Valdes.

__ADS_1


Semua, orang terdiam mendengar perkataan Valdes. Memang, banyak cara untuk membawa Axel kemari. Tapi, mereka melakukan cara yang salah.


Valdes, menatap ke arah Kairo dengan tajam, dia tidak menyala kalau asisten kepercayaannya tega melakukan itu kepada Hayden. Padahal Hayden adalah orang baik dan mau menyayangi Kairo dengan sepenuh hati. Tapi, Kairo mengkhianatinya, depi di suruh oleh sang kakek.


"Kai, untuk sementara waktu jangan pernah kau tampaknya wajah kamu di depan. Vanandya, Hayden dan begitu juga dengan aku." ucap Valdes dengan dingin.


Deg.. deg.. deg..! Jantung, Kairo berdetak sangat kencang. Dia, merasa sedih tuannya mengatakan itu, kepada dirinya. Jadi, dia lebih memilih Hayden ketimbang dirinya.


"Tuan?"


"Untuk, sementara waktu kai. Karena, istriku yang akan menentukannya, bukan berarti kamu akan pergi menjauh dariku karena kau adalah sahabatku. Jadi tidak mungkin aku akan melepaskan kamu begitu saja." ucap valdes, dia pun langsung pergi menjauh dari tempat itu.


"Tuan, aku berjanji. Aku, akan menebus semua kesalahanku yang terlah aku buat kepada Hayden dan nyonya vanandya." batin Kairo. Melihat punggung kokoh tuanya yang sudah pergi menjauh dari dirinya.


Faisal, menyuruh mereka untuk beristirahat karena hari sudah mulai malam, dan masalah ini akan di bicarakan besok lagi. Setelah, mendengar perintah dari Faisal mereka pun pergi dari ruangan itu. Dan, mereka pergi ke ruangan mereka masing-masing.


Saat, Valdes ke kamarnya, dia melihat vanandya sedang duduk di tepi ranjangnya. "Sayang..?" panggil Valdes dengan lemah.


Vanandya, langsung memeluk suaminya dengan sangat erat dia meminta maaf kepada Valdes karena terlah mengabaikan Valdes tadi. Valdes lalu melepasnya pelukan itu lalu dia menatap ke arah vanandya.


"Sayang, aku tidak marah sama kamu, karena kamu mengabaikan aku. Itu, semua kamu lakukan saat sedang cemas mengkhawatirkan keadaan Hayden.Jadi, aku memaklumi posisi kamu saat itu. Sekarang, aku mohon jangan pernah kamu mengeluarkan air mata kamu lagi ya?" ucap Valdes dengan lembut. Walaupun, dia sedang marah kepada semua orang tapi dia tidak bisa berkata kasar kepada istrinya.


"Sayang, maafkan aku karena ulah kai dan yang lain membuat Hayden seperti itu." ucap Valdes meminta maaf kepada istrinya.


"Kamu, tidak salah val, mereka yang salah, mereka yang menyakiti hayden. Dan, terlepas aku memaafkan atau tidak itu semua ada pada Hayden. Karena, Hayden lah orang yang sudah di sakiti." ujar Vanandya.

__ADS_1


Valdes, terdiam mendengar penjelasan vanandya, jika Hayden tidak memaafkan. Maka, asisten Kairo yang harus pergi menjauh dari kehidupan dirinya. Dan, keluarganya.


"Akhirnya, rencana Kita sesuai prediksi...?"


__ADS_2