CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 264


__ADS_3

Alvagas aldebarat Marquez.


Dia sangat berani melawan wanita di depannya karena ia sudah di ajarkan oleh Daddy'nya untuk tidak takut dengan siapapun bahkan wanita sekalipun. Karena wanita yang sudah mengusik ketenangan maka wanita itu bakalan habis di tangannya.


Walaupun saat ini ia dalam keadaan tubuh terikat rantai bahkan ia tidak bisa bergerak sedikitpun. Tapi tidak dengan mulutnya ia bisa berkata kepada Eriska.


Plak.


Plak.


Eriska dengan keras menampar vagas, sampai membuat sudut bibir vagas berdarah karena tamparan dari Eriska. Namun vagas hanya meringis Saja. Bahkan dia tidak menangis atau apa, karena terkena tamparan dari wanita gila.


Varisa yang melihat itu pun sangat madah besar ia sampai berteriak dan ia berusaha melepaskan diri dari ikatannya. Ia sangat tidak terima jika cucunya di tampar seperti itu.


"Eriska, kamu benar-benar wanita biadab bisa-bisanya kamu menampar cucuku.!!" bentak varisa.


"Haha..!! nenek peot, wajah jelek, rambut beruban, tubuh cancingan. Tamparan kamu seperti sebuah kapas bersentuhan dengan ku." ucap vagas.


Ia tau kalau mommy dan Daddy akan menyelamatkan dirinya dari si penyihir tua. Karena ia sudah tidak nyaman berada di tempat seperti ini, apa lagi ia merindukan saudara kembar'nya yang sangat dia sayangi.


"Vegas!! vagas merindukan mu vegas, nanti jika kita ketemu bagaimana pasti nanti kamu akan menjadi lebih dingin karena tidak ada aku di samping kamu." batin vagas.


Eriska benar-benar muak dengan anak dari Valdes dan vanandya yang selalu menguji kesabarannya apa lagi mengatai dirinya sebagai penyihir tua. Ia kembali menampar wajah vagas sampai darah keluar kembali.


Setelah itu Eriska menjatuhkan kursi yang di duduki oleh vagas. sampai membuat vagas terjatuh.


Varisa benar-benar marah karena vagas di perlakukan dengan kasar oleh Eriska wanita yang sudah menghancurkan Keluarga'nya.


***


Sementara itu di mansion seorang anak sedang merasa kesakitan tanpa sebab bahkan pipinya merasa seperti di tampar oleh seorang tapi ia tidak pernah di tampar oleh seorang pun. Namun ia langsung teringat akan adik kembarannya apa lagi saat ini dia sedang berada di tangan wanita Jahat itu.

__ADS_1


Saat ia keluar ia mendengar suara mobil milik mommy'nya keluar meninggalkan mansion. Saat ia melihat dari balkon, benar saja itu adalah mobil milik mommy.


Karena takut terjadi sesuatu sama mommy ia segera mencari Daddy'nya. Dan ia bertanya kepada pelayan mansion tentang keberadaan Daddy'nya.


Pelayan yang di tanya oleh Vegas pun menjawab kalau Valdes sedang berada di ruang kerja bersama dengan yang lain.


Vegas langsung berlari ke ruang kerja Daddy'nya yang berada di lantai empat dan ujung lorong.


Saat sudah sampai ia langsung masuk dan mendapati Daddy, paman Grey's, paman Laksh, paman vernando, om virendra dan om Vernon. Mereka sedang berkumpul di ruang kerja untuk membahas tentang rencana yang akan mereka lakukan untuk menolong mertuanya dan vagas.


"Son ada apa?" tanya Valdes.


"Dad, mommy.." ucap Vegas terpotong.


"Mommy kamu sedang berada di kamar, mungkin saat ini mommy kamu sedang bersedih karena adik dan nenek kamu di culik oleh Eriska." ujar Valdes.


"Vegas! Kenapa sudah malam kamu belum tidur?" sambung Valdes bertanya kepada putra sulungnya.


"No Daddy, baru saja mommy pergi dengan membawa mobil'nya." ucap Vegas.


Ucapan Valdes terpotong saat melihat GPS Vanandya berjalan meninggalkan mansion. Jadi benar apa yang di katakan oleh Vegas kalau saat istrinya pergi menyelamatkan putranya.


"Vanandya dalam bahaya saat ini dia akan pergi ke tempat di mana Eriska berada. Jika vanandya terjadi sesuatu aku tidak bisa memaafkan Eriska." ucap Valdes.


"Son, kamu tunggu di rumah Daddy akan menyelamatkan adik, Oma dan mommy kamu. Jika orang rumah bertanya kamu cukup diam saja bilang saja tidak mengetahui." ujar Valdes berpesan kepada anak sulungnya.


Ia berjalan pergi ke kamar untuk mengambil senjata dan benda yang akan ia gunakan. Karena sangat tidak mungkin jika Eriska tidak memberikan pengamanan.


Setelah semua sudah siap Valdes keluar dengan menggunakan kemeja putih dan selama panjang, tidak lupa juga ia menggulung lengan panjangnya. Dan dua kancing kemeja atas ia sengaja di biarkan terbuka.


Ia pun langsung turun dan berjalan masuk kedalam mobil. Namun sebelum ia masuk Valdes langsung di hadang oleh saudara-saudara yang lain. Mereka juga tidak kalah tampan dengan Valdes. Ke lima orang itu masuk kedalam mobil yang akan di gunakan oleh Valdes.

__ADS_1


"Sebaiknya kita jalan karena saya tidak ingin kehilangan jejak Vanandya, karena sepertinya vanandya mengetahui lokasi yang dimana Eriska menyekap vagas dan varisa." ucap Grey's.


Valdes pun segera menjalankan mobilnya dan berlalu keluar dari gerbang masuk mansion Marquez. Setelah keluar dari gerbang utama Marquez, mobil yang di Kendari oleh Valdes pun berjalan dengan sangat kencang, untungnya jalanan ibukota terlihat sangat sepi.


Ke Lima orang yang duduk di belakang pun segera berpegangan, untungnya saat ini Valdes membawa mobil Pajero sport. Jadi mereka kebagian tempat duduk.


"Gilaz setan budheg. Bisa tidak kalau membawa mobil pelan.!" maki Laksh.


Walaupun ia sering mengebut di jalan tapi ia sangat tidak nyaman apa lagi ini yang bawa Valdes.


Begitupun dengan yang duduk di belakang ia terus menyumpah-serapah'i Valdes karena membawa kendaraan seperti membawa kerbau saja. Bahkan mereka tidak bisa menahan mulanya karena mereka sangat mabuk akan kecepatan maksimal.


Berapa menit sudah mereka lewati saat ini mereka sudah sampai di gedung kosong yang berada di perkampungan yang berada di atas bukit, mereka pun segera turun karena mereka melihat Vanandya akan masuk ke dalam gedung tua tersebut.


Valdes segera membekap mulut istri dan ia membawa istrinya menjauh dari tempat itu. walaupun vanandya terus saja memberontak tapi tenaganya kalah dengan tenaga milik Valdes.


"Sayang diam." bisik Valdes. Ia membawa vanandya ke dekat mobilnya karena terlalu bahaya karena banyak bodyguard dan berapa anak buah Eriska yang berjaga-jaga.


"Kenapa kamu disini?" tanya Vanandya.


Karena melihat suaminya ada di hadapannya dan kelima saudara iparnya yang sedang mengeluarkan isi perutnya karena mabuk perjalanan, apa lagi jalan yang mereka lalui sangat terjal.


"Tentu saja kami akan membawa kamu pulang." ujar Valdes.


"Saya tidak akan pulang sebelum menyelamatkan putra dan bunda." ucap vanandya dengan tegas.


"Kamu lihat saat ini anak buah mereka sangat banyak, dan itu adalah para bodyguard dari keraton Adiwilaga. Yang sudah terlatih cukup baik."


"Saya tidak perduli saya akan tetap menyelamatkan putra saya mengerti!"


Valdes menghela nafas panjang. Ia akan sulit menang melawan istrinya yang sangat keras kepala, apa lagi ini adalah masalah tentang putra dan bundanya.

__ADS_1


Ia lalu melihat ke arah gedung koson dan ia menghembuskan nafasnya. Jika telat istrinya kuat maka ia pun harus kuat, karena keselamatan sang putra lebih penting dari pada keselamatan dirinya. Apa lagi putranya masih lima tahun. ia takut jika Putranya di sakiti oleh Eriska. Dan jika sampai itu terjadi maka ia tidak akan pernah memaafkan mereka.


"Baiklah saya akan menghalangi mereka dan kamu segera menyelamatkan Vegas dan bunda..


__ADS_2