CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 44


__ADS_3

Di mansion mewah terdapat seorang kekasih yang sedang bermanja-manja dengan satu sama lain. Seorang pria tak mau jauh dari wanitanya, apa lagi saat di pulang ke kediamannya, ia tak leluasa.


Valdes. Saat ini sangat manja kepada wanitanya sampai wanitanya tak bisa kemana-mana, ia ingin terus mencium bau badan kekasihnya.


Vanandya hanya pasrah saja si perlakukan seperti itu sama kakak iparnya. Toh ga ada ruginya berbuat baik agar rencananya berhasil.


"Sayang aku mau makan?"


Entah kenapa suara Valdes yang begitu lembut membuat ia bergidik negeri.


"Mau makan apa kak? Biar nanti aku masakin"


Valdes menggelengkan kepalanya ia tak ingin memakan masakan wanitanya, tapi ingin makan tubuh wanitanya.


Dugaan Vanandya tepat sasaran, ia sudah menduga kalau pria mesum yang berkedok planet neptunus, pasti akan memakan dirinya. Dengan tegas pun Vanandya menolak karena ia tak ingin lagi melakukan hubungan.


Raut wajah Valdes berubah seketika, ia menjadi muram wajah merah dan ia sedang berkaca-kaca saat mendengar penolakan Vanandya, terhadap dirinya.


Kai, sangat terkejut kalau perubahan yang ada pada tuannya sangat drastis. Yang dulu pria tak punya hati dan kejam tak tersentuh oleh para wanita, dan sekarang tuannya seperti seekor kucing yang menurut kepada tuannya.


'Sepertinya, nona mampu merubah kepribadian yang tuan Valdes miliki.. Semoga kamu mampu nona, membuat tuan seperti dulu lagi,' Batin pria yang bernama Kai. Asisten pribadi Valdes.


Vanandya, dengan terpaksa mengiyakan permintaan pria di sampingnya itu. Dari pada dia menangis Ia pun menurutinya.


Vanandya. Tak memikirkan omongan orang yang ia pikirkan saat ini adalah membalaskan dendam mereka, sudah cukup mereka bersantai-santai menikmati hal bahagia.


Valdes. pun yang melihat Vanandya menganggukkan kepalanya tanda setuju, ia lalu memulai permainannya.


Kai. mengerti akan tatapan mata tuanya, ia pun langsung pergi dari ruangan terkutuk itu.


***


Seorang pria yang melakukan hubungan terlarang di belakang sang istri lantaran istrinya tak akan pernah memberikan seorang anak karena dia terlah berbicara kepadanya.


"Sayangghh. Lebihhh dalam lagi sayangghh"Ucap. wanita itu sambil mendesah.


"Ya. sayang, aku akan memasukkan lebih dalam lagi tanpa kamu minta."

__ADS_1


Mereka pun. melakukannya dengan sangat ganas, tanpa adanya penolakan. Merekapun terus bermain sampai tetesan air amis berakhir.


***


Di dunia bawah berapa orang sedang bermain di depan komputernya mereka sedang mencari apa yang mereka inginkan, jika mereka menginginkan sesuatu apapun akan mereka dapatkan sekecil apapun.. Mereka akan terus mencari agar, yang mereka dapatkan akan menjadi sangat puas.


"Gimana apa masih belum ada tanda-tanda?"


"Belum. Tuan, tapi kami menemukan fakta kalau wanita yang mengandung anak Valdes ada di kediaman Marquez."


Perkataan salah satu anak buahnya membuat Grey's terdiam. Lalu ia pun berkata kepada semua'nya untuk mencari siapa orang yang sedang mengandung di kediaman Marquez.


Semua anak buah Grey's pun menujui perintah tuannya, sebagian ada yang mencari sosok wanita yang sedang mengandung keturunan Marquez. Dan satu lagi mencari informasi mengenai Vanandya.


Setelah berbicara seperti itu. Grey's pergi dari markasnya yang sangat di jaga ketat oleh seluruh anggota mafia.


***


Vanandya. Sedang termenung membayangkan nasibnya ini, tak terbesit sedikitpun untuk bermain dengan kedua pria. di satu sisi suami yang di jodohkan oma meneer, di sisi lain hatinya sangat mencintai sosok pria yang baru di temuinya.


'Apakah dirinya memang benar-benar seorang jal*ng? Ia tak pernah menyangka kalau dirinya adalah seorang jal*Ng. Pasti saat tiba waktunya semua orang akan menghina dirinya karena terlah berbuat yang tidak-tidak.' Pikir Vanandya.


"Val. Ayok kita akhiri saja hubungan kita?"


Valdes yang paling tidak suka dengan ucapan wanitanya pun membalikkan tubuhnya dan mencengkram kuat dagunya.


"Katakan sekali lagi?!" Valdes mengatakan itu dengan aura yang sangat dingin sampai menusuk ke hati Vanandya.


"Kita akhiri saja hubungan kita."


Valdes langsung menarik tangan wanitanya yang paling ia cintai. Namun, dengan gampangnya dia mengatakan itu.


Bruk. Valdes membanting tubuh Vanandya kedalam kasur yang empuk. Dengan kasar ia ******* bibir istrinya, ia tak menyukai bibir wanitanya. Yang suka mengatakan itu.


"Aku sudah membiarkan kamu berkeliaran sejak lama. Karena aku sangat mencintaimu, tapi dengan mulutmu ini aku akan menghukumnya."


Valdes melepaskan kain yang melekat di area bawah. Dan ia pun memasukkan pedang mustika,

__ADS_1


Vanandya yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba pun terpaksa menerimanya, ia tak menyangka kalau kakak iparnya mencintai dirinya. Bahkan, dirinya tidak tahu.


Setelah puas di mulut wanitanya, ia berpindah ke area utamanya, yang terpancar aura yang sangat nikmat jauh dari nikmat di luaran sana.


"Pelannn" Ucap Vanandya dengan lirih. Ia sudah merasakan kesakitan saat persatuan itu di mulai.


Namun Valdes tak menggubris perkataan wanitanya. Ia sudah sangat marah, karena wanitanya ingin mengakhiri hubungan yang terlah jauh dari.


Valdes yang menyadari kalau ada bercak darah pun. Langsung menghentikannya, dan ia pun memerintahkan berapa sang dokter untuk mengecek kondisi wanitanya.


Para dokter yang sudah datang pun langsung memeriksa kondisi nona Vanandya, yang cuma terbalut selimut.


Dokter wanita yang melihat kondisi sang Vanandya, tau betul kalau Vanandya baru saja mengalami kekerasan.


Setelah mengecek kondisi Vanandya, ia tersenyum teryata misterius. Lalu ia pun menatap ke arah Valdes yang seolah-olah ingin menerkamnya,


Valdes tak perduli dengan tatapan dokter wanita itu, ia bertanya apa yang terjadi dengan keadaan wanitanya.


"Kau gila ya? Jika kau tak ingin memiliki seorang anak. kau tak boleh melakukannya dengan keras" Wanita itu membentak keras ke Valdes.


Valdes terdiam sambil mencerna setiap kata demi kata yang di ucapkan oleh sang dokter, ia masih belum maksud dengan perkataannya.


Dokter wanita yang melihat itu berdecak sebel, karena si tidak peka dan si lemot itu. Tak kunjung memahaminya.


"Wanitamu. Sedang hamil dan kehamilannya memasuki delapan Minggu."


"Aku yakin kau terlah melakukannya melebihi itu, sampai kecebong-kecebong kamu sangat kuat."


Valdes sangat bahagia karena dirinya akan menjadi seorang ayah dan itu dari wanita tercintanya. Ia pun langsung menyuruh sang dokter pergi karena saat ini ia tak membutuhkannya.


Dokter wanita itupun keluar dengan wajah kekesalan dan sinis ke arah Valdes. Ia ingin membuat perhitungan ke Valdes, tapi ia takut dosa.


Valdes lalu mendekati wanitanya. Dan pencium keningnya, ia benar-benar bahagia.


"Sayang terimakasih sudah memberikan hal yang selama ini aku inginkan, dan aku pastikan kalau kamu tak akan menjadi milik siapa-siapa selain diriku"


***

__ADS_1


Disebuah bandara internasional seorang pria dan wanita sedang berjalan keluar dari bandara dengan aura kewibawaan dan anggun. Kedua pasangan itu tak menghiraukan tatapan mata para orang sekitar.


"Apa kamu sudah melakukan rencananya?"


__ADS_2