CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 226


__ADS_3

Tanpa di sadari, hazel mendengar semua apa yang sedang di bicarakan oleh pelayan, ia pun langsung berlari ke kamar Grey's yang berada di lantai tiga.


Keluarga yang baru saja keluar dari dalam kamar merasa terkejut melihat hazel yang berlari menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Karena penasaran mereka semua mengikuti langkah hazel yang berlari ke lantai tiga.


Saat mereka sudah sampai di lantai tiga mereka melihat hazel yang membuka pintu kamar Grey's dengan perlahan, mereka pun langsung mendekati hazel.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka dan perlahan demi perlahan hazel melebarkan pintunya. Dan saat sudah pintu terbuka mereka sangat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat di depan mata mereka.


Degh..


Mereka sangat syok melihat Grey's yang sedang tidur bersama dengan Gisel dengan keadaan yang tidak menggunakan apa-apa hanya berbalut selimut saja. Bahkan mereka melihat pakaian Grey's dan Gisel berserakan dimana-mana.


Tes..


Butiran bening jatuh dari mata hazel ia benar-benar sangat kecewa melihat kelakuan Grey's yang sangat menyakiti dirinya. Bahkan ini sudah kesekian kalinya dirinya di sakiti oleh Grey's.


Victor sangat marah dengan perbuatan anaknya yang sangat menyakiti menantunya. Ia berlalu pergi ke kamar mandi dengan membawa satu ember kecil dan ia menyiramkan ke dua mahluk yang sedang tertidur.


BYURRR.


Grey's dan Gisel yang sedang tertidur dengan pulas langsung terbangun dengan tersengal-sengal, Grey's menatap sang papa yang berdiri di depan dirinya dengan tatapan dingin dan kejam.


"Pa, apa-apaan ini? Kenapa papa menyiram Grey's seperti ini?" tanya Grey's yang sudah sepenuhnya sadar dari tidurnya.


"Kamu bertanya kenapa saya menyiram mu? Tanyakan saja pada dirimu kenapa kamu bisa tidur bersama dengan Gisel wanita yang sudah sah menjadi mantan istri mu?" ucap Victor dengan dingin.


Degh.


Grey's sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh papa'nya, lantas ia menatap ke arah samping yang ada Gisel dengan keadaan yang tidak menggunakan apa-apa.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku..?" gumam Grey's.


Grey's, langsung mengecek area bawah yang tertutup selimut dan betapa terkejutnya ia kalau ia tidak menggunakan pakaian maupun bawahan.


"Grey's, mama sangat kecewa dengan tindakan kamu? Kamu sangat menyakiti perasaan hazel.!" bentak Rebecca.

__ADS_1


Grey's yang sangat syok kembali terkejut mendengar suara mama'nya lantas ia menatap ke arah pintu dan ia benar-benar sangat terkejut melihat anggota keluarga dan istrinya juga sedang berada di tempat itu. Dan, Grey's melihat kekecewaan dan kesedihan di wajah hazel.


"Sayang, ini bukan seperti yang kamu lihat, aku di jebak," ucap Grey's.


"Lalu apa saat ini yang aku lihat, suamiku tidur bersama dengan wanita lain dengan tidak menggunakan apa-apa," ucap hazel dengan sangat kecewa.


Saat ia akan pergi dari kamar ia menabrak tubuh tegap seorang sampai ia mundur berapa langkah,


"Ada apa ini?" ucap seorang pria dengan dingin, datar dan tegas.


Semua orang kembali terkejut melihat seorang datang ke kediaman mereka apa lagi pria itu adalah ayah kandung hazel dan bisa di pastikan mereka akan mendapatkan bencana.


Bart adalar.


Yang memang sudah tau saat ia datang ke kediaman Marquez, karena ia ingin menemui putrinya sekaligus, berniat ingin mengatakan yang sebenarnya kepada hazel bahwa hazel adalah putri dari Bart adalar.


Bart, berjalan dengan tegas ia menghampiri Grey's yang sudah berpakaian, tanpa ba-bi-bu lagi Bart memukul wajah Grey's dengan sangat keras sampai Grey's terjatuh ke lantai.


"Bukannya kemarin kamu sudah janji untuk tidak mengulangi perbuatan kamu lagi? Lalu sekarang apa kamu terlah menyakiti hati putriku, gara-gara kamu putri kandungku harus merasakan ini semua!" bentak Bart.


Ia berbalik arah dan menatap ke arah Bart ia berjalan mendekat ke arah Bart, " Apa maksud anda mengatakan seperti itu hah?" ucap hazel yang tidak suka ada orang yang mengaku-ngaku sebagai ayah kandung dirinya.


"Hazel?" Bart, yang lupa kalau hazel masih berada di sini.


"Jawab, aku kenapa bisa kamu mengatakan seperti itu hah?" bentak hazel,


Karena hazel sudah terlanjur marah dan kecewa ia sampai membentak Bart di depan Keluarga'nya, dan itu juga karena Grey's juga yang membuat hatinya hancur.


Semua keluarga hanya diam saja tanpa ada yang mengatakan sepatah kata pun, karena saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja, apa lagi dengan kemarahan hazel yang sedang dalam puncaknya.


Vanandya, mendekati sang kakak, ia memegang pundak hazel agar tetap tenang.


"Kak, tenanglah kita bisa bicara'kan baik-baik, dan sebaiknya kita bicarakan di ruang keluarga." ucap vanandya dengan hati-hati agar tidak mengecewakan hazel.


Hazel menatap tajam ke arah Vanandya apa lagi saat dia mengatakan itu kepada dirinya.


"Apa kamu mengetahui sesuatu vanda?" tanya Vanandya.

__ADS_1


"Hm..Hm anu kak aku.." Vanandya terbata-bata saat akan berbicara kepada hazel apa lagi dengan tatapan intimidasi dari sang hazel.


Prok.. Prokk.. Prokk.


Hazel bertepuk tangan karena teryata semua orang sudah mengetahui dan itu di rahasiakan oleh dirinya.


"Vanda, kakak kecewa dengan mu, kamu tau kan nda kalau kakak sangat mempercayai dan sangat menyayangi mu? Tapi kenapa kamu tega merahasiakan semua ini dari kakak?" bentak hazel.


"Kak, aku tidak pernah menyembunyikan rahasia dari kakak. Aku..?"


Belum juga Vanandya menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh hazel ia sudah telanjur sangat marah kepada Vanandya yang menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


"Cukup nda cukup! Kakak, tidak ingin mendengar suara kamu lagi kakak kecewa."


"APA KALIAN BISA BERHENTI BERDEBAT?" suara bariton dari seorang pria menghentikan mereka semua.


Merek melihat ke arah suara itu dan betapa terkejutnya melihat kedatangan seorang pria dengan aura yang sangat tegas.


Vinton Austin Marquez.


Pria yang baru saja tiba dari luar negri karena habis mengobati istrinya yang terkena stroke. Namun, bukannya ia pulang mendapatkan ketenangan, ini malah mendapatkan kekacauan dari keluarganya.


"Ada apa ini?" bentak vinton.


Namun, tidak ada yang menjawab pertanyaan vinton. Karena mereka tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


"Apa kalian semua bisu? Sampai tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan saya?" bentak vinton kembali.


"Ayah, Grey's kepergok berhubungan **** bersama dengan Gisel di dalam kamar ini." ucap Victor dengan tegas kepada sang ayah.


Vinton menatap ke arah Grey's yang sudah babak belur yang habis terkena pukulan dari seorang. Ia lalu berkata kepada mereka semua dengan aura yang sangat mencengkram.


"Temui aku di ruang keluarga,!" ucap vinton.


Ruang keluarga.


"Ceritakan apa yang terjadi?"

__ADS_1


__ADS_2