CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 52


__ADS_3

Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu.. Saat ini usia kandungan Vanandya memasuki bulan ke empat, dia juga sudah resmi bercerai dari suaminya virendra, ia saat ini sedang berada di ruang tamu bersama dengan bunda dan Oma'nya.


"Sayang saat ini kan kamu sudah resmi bercerai? Apa kamu tak ingin ikut Oma dan opa ke jerman? Kamu bisa memulai hidup barumu di sana."Ucap Oma elea.


Vanandya hanya diam saja, ia rasanya tidak ingin pergi dari tanah air ini apa lagi ia harus pergi meninggalkan Valdes. Walaupun dia salah satu keluarga yang membunuh Keluarga'nya, tapi ia sangat mencintainya.


Saat Vanandya akan menjawab pertanyaan Oma Eleanor, sebuah telepon mengejutkan mereka.


Oma, pun mengangkat panggilan telepon dari seorang yang ia tugaskan untuk menjaga seorang.


"....."


"Katakan ada apa?"


"...."


"Apa... Jadi mereka sudah sadar?"Ucap Oma Eleanor dengan ekspresi terkejut.


"......"


"Kami akan segera kesana.. Pokoknya kamu harus tambah perketat penjagaan.


Oma Eleanor pun mematikan panggilan sepihak ia sangat bahagia dengan kabar ini.


Varisa bertanya siapa yang menelponnya dan siapa yang sadar.


Oma Eleanor pun menjelaskan kalau wanita yang sangat di rindukan selama ini baru saja membuka matanya dan malaikat kecilnya sedang menunggu kedatangan Keluarga'nya.


Varisa dan Vanandya tentu saja sangat bahagia mendengarnya ia pun langsung menelpon suami'nya agar cepat pulang karena ada kabar membahagiakan datang kepada keluarganya.


Kedua pria berbeda generasi yang sedang di kantor pun, buru-buru pulang karena telepon dari varisa membuat mereka khawatir sekaligus penasaran apa berita yang akan di sampaikan olehnya.


Karena, kabar kelahiran bayi Vanandya tidak mungkin karena usianya baru menginjak empat bulan.


Saat mereka sudah sampai di kediamannya mereka terkejut dengan koper yang berada di ruang keluarga.


Hendrik lalu bertanya tentang koper yang sudah rapi itu.


"Sayang, siapa yang akan liburan kenapa banyak koper?"

__ADS_1


"Sayang kita akan berangkat ke Jerman malam ini.."Belum menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Hendrik.


"Apa maksud kamu? Jadi kamu menyuruh kami pulang hanya untuk mengajak pergi ke Jerman?"


"Ia.. Tapi.."


"Sudah sayang, aku saat ini ada perkerjaan yang lebih penting, dan kamu menyuruhku pulang hanya untuk itu."Ia pun berjalan keluar rumah namun langkahnya terhenti saat varisa berteriak menyebutkan nama seseorang.


"Apa hazel tak penting lagi buat mu?"


"Apa maksud kamu? Tentu saja hazel sangat penting bagiku sama seperti Vanandya."


Varisa pun menjelaskan kalau saat ini hazel terlah siuman dan anaknya terus saja memanggil nama keluarganya.


Hendrik mendengar itu pun bertanya sekali lagi apa benar bahwa saat ini putri pertamanya terlah siuman.


Barisan dan Oma Eleanor menjawab dengan anggukan kepala, mereka lalu menyuruh suaminya untuk mempersiapkan jett pribadinya.


Setelah siap mereka langsung meninggalkan kediamannya dan pergi menunju bandara pribadinya, kekayaan lacerta tak di ragukan lagi kekayaannya hampir sama dengan kekayaan Marquez.


Saat di bandara pribadi, seluruh bodyguard'nya menyambut dengan sopan, mereka pun membantu membawa koper majikannya.


Tuan rudra sebelum pergi memasuki jett pribadi, ia menyuruh anak buah buat menutup rapat-rapat informasi mengenai kepergian keluarganya. Karena ia tak ingin ada seorang pun yang mengetahui keberadaan anak istri dan cucunya.


***


Lain dengan keluarga lacerta saat ini seorang pria kutub Utara sedang berkutat dengan laptopnya, semenjak kejadian itu pria itu terlah semakin dingin bahkan pria itu jarang pulang ke rumah, ia terus saja berkerja sampai tak ada waktu untuk istirahat.


Saat ini perusahaan Marquez yang di pimpin oleh Valdes sudah sejajar dengan perusahaan VHD Group. yang posisinya nomer satu di dunia.


Bahkan banyak kolega bisnis dan pesaing bisnis ingin menjatuhkan perusahaan itu, namun mereka tak ada yang mengetahui siapa pemimpin perusahaan besar itu.


Saat sedang polis mengerjakan pekerjaan pintu ruangan di ketuk oleh seorang.


Valdes yang mendengar pintunya di ketuk pun menyuruhnya masuk kedalam ruangannya.


"Ada apa?"Ucap tuan Valdes yang semakin dingin kepada lawan bicaranya.


"Seluruh keluarga lacerta terlah pergi meninggalkan tanah air."Ucap kai kepada atasannya.

__ADS_1


Brak. Valdes sangat terkejut dengan ucapan asisten pribadinya, ia pun bertanya sekali lagi. Dan jawaban akan tetap sama, Valdes pun langsung bergegas pergi ke kediaman lacerta. Ia ingin mengecek apakah benar wanita yang selama ini di hatinya terlah pergi meninggalkan dirinya.


Valdes pun berhenti di depan gerbang yang menjulang tinggi.. Ia melihat ke sekitar, ternyata rumah lacerta sudah kosong.


Sedetik itu juga Valdes hatinya sangat harus harus kehilangan kembali Vanandya dunianya benar-benar sudah pupus untuk memiliki Vanandya.


Valdes pun menelpon seseorang untuk mencari keberadaan keluarga lacerta, setelah menelpon ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Akhhhh..!! Brengsek, kenapa kau pergi meninggalkan ku nandya."Teriak Valdes.


Tujuannya kali ini adalah sebuah bar, ia ingin menenangkan dirinya dengan minum.


Saat sudah sampai Valdes pun masuk kedalam bar yang terkenal di daerah situ. Ia langsung memesan lima botol minuman.


Sudah hampir larut malam namun Valdes masih betah dengan minuman yang ada di meja. Bahkan dia sampai tak menyadari ada seorang yang mendekatinya.


"Tuan apa kamu butuh sentuhan?"Ucap seorang wanita dengan menggoda, bahkan wanita itu menggunakan pakean seksi tanpa menggunakan dalaman sampai terpampang sebuah gua yang menggoda kaum Adam.


Namun Valdes merasa jijik dengan cara berpakaian wanita di depannya itu.


Namun wanita itu tak kehabisan akal, ia Langsung mengangkat pakaiannya sampai ke perutnya wanita itu lalu duduk di pangkuan Valdes. bahkan dengan berani mengeluarkan pitonnya Saat Valdes sedang tidak sadar.


Saat wanita itu akan memasukkannya tubuhnya langsung di dorong oleh Valdes karena kesadarannya sudah mulai stabil, ia sangat tidak suka jika juniornya di masukan ke sembarang tempat.


Pengunjung bar itu pun tak ada yang berani untuk ikut campur, karena mereka tau siapa pria di depannya.. Pria yang sangat dingin, kejam pemegang perusahaan terbesar. Jadi mereka membiarkan saja dari pada nyawanya yang jadi taruhannya.


Tepat setelah itu kai asisten dari Valdes datang menghampiri tuannya bersama dengan anak buahnya.


Valdes menyuruh kai untuk menghancurkan wanita yang terlah berani melakukan hal menjijikan.


Kairo pun melaksanakan perintah dari tuan Valdes dan menyuruh anak buahnya membawa wanita itu ke ruangan penyiksaan.


Kairo lalu membawa tuannya pergi dari tempat itu. Ia memasukkan tubuh berat tuannya masuk ke dalam mobil, sebelum itu ia juga memasukan junior tuanya yang masih berdiri kokoh masuk kedalam sangkar emas.


"Brengsek kau kai kenapa kau menyentuhnya?"Pekik Valdes.


"Maaf tuan."


Kai pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang ia membawa tuan yang menyusahkan itu kembali ke kediaman Marquez. Saat sudah sampai di halaman ia memampah tubuh tuannya yang sudah mabok.

__ADS_1


Untunnya para penjaga dengan sigap membantunya mengantarkan kedalam kamar, namun saat baru menaiki tangga suara bariton mengejutkan mereka.


"Apa yang terjadi kepadanya?"


__ADS_2