
Karena ancaman dari hazel yang menakutkan membuat Gisel dan Ameera mau tidak mau menuruti keinginan hazel untuk masak sarapan buat hazel, tapi mereka sangat takut jika masakan yang mereka buat tidak enak lalu mereka berdua akan mendapatkan hukuman.
Eriska, menatap marah ke arah hazel karena sudah berani memerintah putrinya yang sangat ia sayangi, apa lagi dengan menyuruh putrinya memasak, itu tidak ada di dalam kamus Eriska, karena seorang putri yang harusnya di memerintah bukan di printah,
Namun hazel hanya acuh tak mendengar perkataan dari Eriska yang seperti toa masjid, apa lagi suaranya sangat mengganggu gendang telinga,
Tapi hazel langsung memasangkan airpods di telinganya agar tidak lagi mendengar suara cempreng dari Eriska.
Marquez family hanya diam saja mereka masih sangat syok dengan apa yang di dengar oleh pengacara mereka yang mengatakan kalau semua aset sudah menjadi milik hazel.
"Mama, masih tak menyangka kalau hazel bisa berbuat jahat seperti itu?" ucap rebecca kepada keluarganya.
"Sudahlah sebaiknya kita pergi saja, lagian buat apa kita disini terlalu lama," ucap Valdes.
Mereka pun pergi dari ruangan itu tanpa berkata apa-apa kepada hazel dan yang lain,
Namun sebelum mereka menjauh hazel berdiri lalu berkata kepada mereka semua bahwa mereka harus makan di tempat yang berbeda dengan dirinya.
Valdes dan yang lain ingin sekali menghabisi hazel Namun mereka tidak bisa menghabisinya karena vanandya dan Rebecca menghalangi mereka,
Mau tidak mau mereka segera pergi meninggalkan hazel dengan kemarahan yang menyelimuti tubuh mereka.
Saat ini mereka makan di ruangan yang berbeda, walaupun ruang makan berbeda tapi kebersamaan mereka tidak akan pernah berbeda,
"Bi!" panggil Rebecca.
"Iya nyonya?" ucap pelayan yang berlari menghampiri majikannya.
"Apa kamu sudah siapkan makanan?" tanya rebecca.
"Hmm.. Maaf nyonya kami tidak di izinkan untuk memasak makanan kalian." ucap sang pelayan.
"Apa?"
"Siapa yang meminta mu hah!" bentak vinton
__ADS_1
"Saya yang menyuruh mereka untuk tidak memasak sarapan atau memasak makanan buat kalian, karena kalian pasti tau kalau sekarang nyonya Marquez adalah aku jadi mulai sekarang kalian harus mandiri untuk memasak sendiri atau beberes sendiri jangan tergantung kepada pelayan." ucap hazel yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.
Lantas ia menyuruh pelayan pergi dari ruangan itu dan meminta dia dan pelayan yang lain membereskan barang-barang mereka karena mulai saat ini semua pelayan di mansion akan segera di pulangkan.
Brakk.
Vinton menggebrak meja makan karena sudah sangat marah akan tindakan yang di lakukan oleh hazel, karena wanita itu sudah melewati batas kesabaran dirinya.
"Dasar wanita brengsek! Jangan mentang-mentang kamu mendapatkan semua aset Marquez, kamu bisa seenaknya saja mengatur mansion Marquez yang sudah di buat oleh ayahku. Oh itu tentu saja tidak akan bisa." ucap vinton dengan dingin.
"Sepertinya saya tidak akan perduli akan masalah itu, yang saya minta para pelayan dan pengaturan mansion akan saya rubah. Yang sudah saya lakukan, jadi kalian tidak berhak lagi melakukan apapun, karena kalian sudah tidak mempunyai apa-apa lagi! Jadi mulai sekarang kalian yang akan menggantikan para pelayan itu,!" ucap hazel.
Plak.
Satu tamparan mendarat di pipi hazel yang di dapat dari vanandya, ia sudah sangat marah karena ucapan hazel sangat merendahkan Keluarga'nya, ia tidak keberatan jika hazel membenci atau mencaci maki dirinya asalkan tidak dengan keluarga yang sangat ia sayangi.
"Hazel sudah cukup, hari ini kamu melampaui batasan mu! Dan aku tidak akan membiarkan keluarga ku di rendahkan seperti ini lagi." bentak Vanandya.
Hal itu membuat semua keluarga tercengang karena tindakan Vanandya. Yang sejam tadi diam tapi sekarang ia sudah mulai bertindak mengeluarkan taringnya.
Hazel memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan dari vanandya yang begitu keras, sampai membekas pipi nya.
"Berani sekali anda menampar saya!" bentak hazel.
"Saya tidak akan menampar anda jika anda tidak kurang ajar kepada keluarga saya.!" ucap Vanandya dengan datar.
"Saya disini adalah nyonya Marquez, pemilik dari Marquez group jadi tidak ada yang boleh melawan saya, apa anda paham?" ucap hazel.
"Tentu saja saya paham, tapi saya tidak akan tinggal diam jika mau menyakiti atau melukai keluarga saya." ucap vanandya menatap tajam ke arah hazel,
"Sebaiknya anda segera pergi dari ruangan ini atau saya yang akan menyeret kamu?" sambung Vanandya.
Hazel pun pergi dari tempat itu dengan kekesalan yang mendalam, karena vanandya sudah berani melawan dirinya.
Rebecca, sangat bahagia karena vanandya sudah berani melawan hazel dengan bahagia ia pun memeluk tubuh vanandya dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
"Sayang, mama sangat bangga kalau kamu sudah bisa melawan kakak kamu,"
"Iya ma, mulai sekarang aku tidak akan tinggal diam lagi jika kalian di rendahkan oleh hazel." ucap vanandya,
"Sebaiknya kita langsung berangkat ke kantor saja karena tidak keburu jika harus menunggu masakan jadi." ucap Faisal.
"Sepertinya memang begitu," ucap Valdes.
"Apa kalian tidak ingin membawa bekal?" tanya rebecca yang melepaskan pelukannya dari vanandya.
"Kami akan makan di kantin kantor saja," ucap Faisal.
Setelah itu mereka Bun berpamitan pergi ke kantor Namun sebelum pergi ke kantor mereka mengantar anak-anak pergi bersekolah terlebih dahulu.
Di di situ tingal tersisa, Rebecca, Vanandya, Tanu, Agni dan tuan vinton. Yang sedang duduk di tempati itu,
"Ayah, sebaiknya ayah bawa ibu ke kamar untuk istirahat, nanti setelah kami menyiapkan makanan kami akan antarkan ke kamar ayah." ucap rebecca.
Vinton menghela nafas panjang, lalu menghembuskan dengan kasar. Ia pun membawa sang istri pergi ke kamarnya karena hari ini ia sudah merasa lelah karena permasalahan yang gak ada habis-habisnya.
"Ma, kita akan masak apa? Karena sudah tidak ada bahan yang bisa di masak." ucap Tanu,
Saat ini mereka bertiga sedang berada di dapur kedua, dapur yang terpisah dari dapur utama,
Rebecca hanya bisa terdiam karena bahan masakan sudah tidak ada lagi. Bahkan mereka bingung mau masak apa untuk sekarang.
Saat sedang mencari bahan yang bisa di masak, Eriska cs datang menghampiri Rebecca dan kedua mantu'nya itu.
"Aduh gimana rasanya menjadi orang susah sudah tidak bisa lagi hidup bergelimang harta! Walaupun tinggal di mansion sebesar ini tapi kalian seperti orang sudah makan pun tidak bisa." ejek Eriska kepada hazel.
Brak.
Rebecca menutup pintu kulkas dengan sangat kuat sampai berbunyi. lalu rebecca berbalik menatap tajam ke arah Eriska. Karena merasa kesal dengan ejekan dari Eriska.
"Saya tidak masalah hidup susah asalkan kami tidak berbuat licik seperti kalian yang pandai bersiasat agar bisa mendapatkan kekayaan milik keluarga" ucap Rebecca dengan ketus.
__ADS_1
"Kau..?"