CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 115


__ADS_3

"BERHENTI...?!" suara bariton yang sangat keras membuat para napi itu menghentikan aksinya yang ini memukul kembali vanandya,


Para napi lalu menatap ke arah seseorang itu dengan tatapan mengejek. Karena, sudah mengganggu dirinya menghajar wanita di depannya.


"Siapa kau?" ucap salah satu napi kepada pria di depannya.


"Siapa aku? Biar ku kenalkan. Aku hayden asisten pribadi nyonya vanandya." ucap hayden dengan suara beratnya. "Lalu disampaiku adalah tuan valdes Hutabarat Marquez. Suami dari Nyonya vanandya." sambung'nya membuat para Napi terkejut bukan main, jadi wanita yang mereka pukuli adalah istri dari tuan muda marquez. Mereka, sudah salah memilih orang buat di jadikan babu mereka.


"Dasar para napi gak tau diri, kalian berani sekali memukul istriku.!! Maka aku juga akan menyiksa keluargamu,"


Para napi yang mendengar suara dingin valdes yang mengatakan kalau mereka akan menyiksa Keluarga'nya pun memohon ampun, mereka tidak tau kalau Vanandya adalah mantu keluarga Marquez. Keluarga, yang sangat di segani, di hormati bahkan di jadikan raja oleh seluruh dunia.


Namun, valdes tetap valdes ia tak pernah mendengarkan orang lain, untuk menuruti keinginan mereka. Tapi, istrinya berkata untuk jangan melukai dan menyakiti keluarga mereka. Karena, dirinya ikhlas menerima semuanya asalkan harga dirinya tidak di jatuhkan.


Valdes yang mendengar perkataan Vanandya pun menghela nafas lalu membuangnya dengan kasar. Ini yang membuat dirinya tidak bisa jauh dari sang istri yang memiliki hati yang sangat baik. Akhirnya valdes menujui permintaan istrinya untuk tidak melukai keluarga para napi. Asalkan, mereka janji untuk menjaga vanandya.


Para napi yang melihat mata tajam valdes pun berjanji kalau mereka akan melindungi dan menjaga nona vanandya dari siapapun.


Setelah melihat istrinya yang tersenyum valdes pun berpamitan Kepada vanandya untuk pulang. Karena, hari sudah semakin malam. Dan, dirinya juga cuma di kasih waktu sedikit untuk berkunjung ke sel tempat Vanandya di tahan.


***


Sementara di kediaman lacerta, seluruh keluarga sudah sampai di kediaman mereka dengan selamat. Walaupun, sampai dini hari. Karen, merasa lelah mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.


Tak terasa pagi pun tiba, saat ini kediaman lacerta sudah ramai akan teriakan seorang anak kecil yang terus saja menggema di penjuru mansion membuat mereka yang tertidur pun bangun akan suara itu,


Sang pelayan, hanya bisa pasrah saja. Mendapatkan, amukan dari sang axel yang tidak becus menjaga anaknya. Karena, ulah mereka anaknya menangis dan teriak-teriak.


Axel lalu menekan anak'nya, lalu membawanya keluar dari kamar. Saat sedang menggendong anaknya menunju ke ruang makan mereka berpapasan dengan anggota keluarganya. Yang, sedang menatap dirinya.


"Axel?" ucap tuan mavin dan rudra.


"Apa?" ucap Axel dengan singkat, yang tak mengerti akan tatapan mereka.

__ADS_1


"Bisa kau jelaskan siapa dia?" tanya mavin kepada anaknya.


"Dia anakku." ucap Axel acuh tak acuh. Lalu, ia melanjutkan jalannya karena saat ini putrinya sedang kelaparan.


Mereka, pun hanya mengikuti axel dari Belakang. Sebelum, dia menjelaskan siapa anak kecil yang di gendong oleh Axel. Saat, sudah di sampai di meja makan, mavin langsung membuka mulut, dengan suara dingin mengatakan kepada anaknya siapa sosok anak kecil itu.


Lalu, Axel menjelaskan kepada keluarganya kalau Arabella adalah anak kandungnya bersama dengan Amira. Tak lupa juga ia menjelaskan apa yang terjadi kepada dirinya dan juga Amira, sampai akhirnya dia memiliki seorang anak.


Varisa sangat senang akhirnya ia memiliki cucu perempuan, ia ingin bercerita kepada adik iparnya kalau dia sudah memiliki seorang cucu.


Axel lalu menyuruh anaknya untuk bersalaman dengan Tante dan neneknya.


"Allo Oma, ollo opa." ucap ara kepada mereka.


Varisa dan Eleanor merasa gemas akan tingkah anak dari Axel yang sangat lucu itu. Mereka, pun berjabat tangan dengan cucu mereka.


"Bu, aku akan ke rumah sakit, karena aku baru saja di kabari kalau Kimberly sudah sadar." ucap mavin.


"Bu, Mavin, Aku tidak bisa ikut dengan kalian untuk menjenguk kim. Aku, titip salam saja buat dia. Karena, saat ini kami ingin mengunjungi vanandya di dalam penjara." ucap hendrik.


Mereka pun terdiam. Karena, mereka saat ini sedang berusaha untuk meredakan para media yang terus mengincar keluarga mereka. Namun, belum itu reda sudah ada seseorang yang melaporkan tindakan itu.


Rudra akhirnya mengikuti mengikuti putranya untuk membebaskan vanandya dari dalam. Dan, ia juga akan mengadakan konferensi pers. Yang, akan ia buat bersama dengan Vinton. Setelah, vanandya di bebaskan.


***


Valdes sangat marah. Karena, buktinya masih belum cukup kuat untuk membebaskan vanandya dari jeruji besi. Saat, sedang marah melemparkan barang yang ada di meja kerjanya, ia di kejutkan dengan suara Kairo yang mengatakan kalau dia sudah mendapatkan bukti lain.


Kairo saat ini sudah mendapati melisa yang sudah ada di tangan mereka. Karena, hasil kerja anak buah mereka yang tidak akan pernah gagal.


Lantas, valdes langsung menyuruh kairo mengantarkan ke markas untuk menemui melisa dan sepuluh pria yang hampir memerk*sa adiknya itu.


Hayden dan kairo mengantarkan Valdes ke tempat tujuan mereka, yang sudah di tunggu oleh seseorang untuk segera menghajar dia.

__ADS_1


***


"Sebaiknya kita benar-benar harus berdamai. Dengan, masa lalu." ucap seorang pria.


"Ya, kau benar, kita harus berdamai. Mak, dari itu kita harus memulai dari awal, kita juga tau ayahku dan mertuamu adalah teman baik pada masanya." jawab pria yang tak lain adalah vinton.


"Kalau itu sih aku tau. Dan, lagi kita sudah tua harus mendamaikan anak cucu kita agar tak saling dendam." Sambung rudra.


Kedua pria itu pun berjabat tangan, untuk kembali menyatukan keluarga mereka yang sudah rusak akan masalah lampau.


Rudra bertanya kepada vinton tentang persiapan yang akan mereka adakan. "Gimana persiapannya?"


"Seperti yang kau rancang. Semuanya sudah siap tinggal menunggu kebebasan vanandya." ucap vinton.


"Kita hanya perlu menunggu putra mahkota kamu membebaskan putri mahkota ku itu." ucap Rudra.


Rudra pun menelpon seseorang untuk mendengar berita informasi yang sedang cucu mantunya lakukan, karena dirinya sudah tidak sabar untuk menutup mulut para netizen. Dan, jawaban seseorang itu pun membuat dirinya tersenyum kalau saat ini cucunya sedang membasmi tikus kecil. Ia pun langsung mematikan sambungan teleponnya,


Ia lalu menatap ke arah vinton dan berkata kalau saat ini putra mahkota sedang melakukan pergerakan untuk menyingkirkan para hama yang berserakan di sekitarnya.


Vinton dengan bangga pun tertawa. Karena tidak sia-sia ia memberikan gelar mahkota kepada cucunya,


**


"Sebaiknya kalian cepat katakan sebelum keparahan tuan akan. berdampak kepada kalian.!!"


"Cih, tidak akan pernah.!!"


"Baiklah jika tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.. Kita masih memiliki cara lain."


"Apa?"


"Caranya untuk kalian membuat kalian buka suara adalah...?"

__ADS_1


__ADS_2