
Sementara di keluarga Marquez sedang memanas, lain di sebuah perkampungan, sepasang suami-isteri sedang melakukan adegan panas. Karena, tempat yang membuat keduanya semakin bergairah. Bahkan, setelah makan, pria itu langsung memulai adegan panas. Yang, membuat sang wanita pasrah mendapatkan perlakuan dari suaminya.
Siapa, lagi kalau bukan Valdes dan Vanandya kedua suami-isteri yang membuat siapa saja iri kepadanya. Valdes, melakukan hal itu di ruang tamu. Karena, dia tidak akan menyerah sebelum ada buah hati di dalam perut istrinya.
Vanandya, yang berada di bawah suaminya hanya pasrah mendapatkan gempuran dari suaminya. Tapi, kerjanya vanandya tidak hanya diam saja. Tapi, dia di suruh mengeluarkan suara kenikmatan.
Detik demi detik, menit demi menit. Dan sekarang sudah berganti jam. Mereka masih saja melakukan kegiatan panas, nya sampai salah satu dari mereka kalah.
Vanandya, yang merasakan ada titik kenikmatan, hampir mencapai pelepasannya. "Sayang, aku mau kelua ahhhh." ucap vanandya di sela-sela desahannya.
"Bareng, sayang aku juga mau keluar." kata Valdes.
Setelah, mengatakan itu ke-duanya melakukan pelepasan yang sangat hebat, sampai dia mengejan tidak karuan.
Setelah istirahat sejenak Valdes menggendong istrinya ala bridal style, Valdes membawanya ke kamar mandi, setelah berapa menit membersihkan badan, Valdes kembali menggendong istrinya ke dalam kamar.
Setelah, di kamar Valdes merebahkan vanandya ke dalam kasur. Karena, hari sudah mulai malam, banyak suara hewan di malam hari yang membuat malam yang sunyi merasa ramai.
"Sayang, aku merindukan keluarga kita," ucap vanandya di dalam pelukan Valdes.
"Untuk, saat ini jangan dulu merindukan mereka. Karena, aku mengajak kamu kemari untuk berlibur melepaskan kelelahan kamu. Jadi, gunakan waktu libur kamu untuk bersenang-senang." kata Valdes.
"Tapi, baby Va gimana?" tanya vanandya,
Berapa, detik kemudian tidak ada jawaban dari suaminya. Namun, vanandya mendengar suara dengkuran dari suaminya membuat Vanandya kesal kepada Valdes, karena terlah tidur lebih dulu.
**
__ADS_1
Di mansion Marquez, tepatnya di ruang bawah tanah. Seorang vinton sedang marah kepada pria muda yang bernama Axel. Karena, perkataan dia membuat dia marah.
"Apa, maksud kamu berkata seperti itu hah? Mana, mungkin dia buka. cucuku.!" bentak vinton.
"Benar, apa kata ayah. Mana mungkin Amira bukan anakku jelas-jelas aku yang mengandung dan aku sendiri yang melahirkan. Jadi, mana mungkin dia bukan anak kandung aku." kata Rebecca, yang marah kepada Axel, karena terlah mengatakan kalau Amira bukan anak kandungnya.
"Terserah kalian, saja jika tidak percaya, saya sudah mengatakan kepada kalian jadi, jika. Kalian, percaya silahkan, tapi jika tidak percaya ya silahkan, saya tidak peduli, yang penting saya sudah mengatakan dengan jujur." kata Axel dengan lemah, karena dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melawan keluarga Marquez.
"Apa, alasan kamu mengatakan itu?" tanya Faisal, yang sejak tadi diam saja.
Grey's, hanya diam saja. Karena, ia sangat bingung dengan perkataan Axel. Jika, apa yang di katakan oleh Axel benar, berarti siapa adiknya yang sesungguhnya.
"Aku, mendengar sendiri Amira yang mengatakan itu. Dan, Amira saat itu sedang menelpon seorang dia juga memanggil mama kepada wanita itu. Kalau, tidak salah dia ingin menghancurkan keluarga kalian dan keluarga lacerta." kata Axel.
"Apa, kamu memiliki bukti tentang percakapan amira?" tanya Victor, kepada Axel.
Axel, menganggukkan kepalanya. Namun, sebelum ia mengatakannya Axel sudah lebih dulu pingsan. Karena, sudah kehilangan tenaganya, sebab dia sudah berapa hari di sekap dan tidak mendapatkan makanan.
Hazel dan anak-anak, yang sedang berada di ruang keluarga terkejut melihat Axel pingsan. Mereka pun bertanya kepada bunda dan ayah'nya. Namun, mereka hanya bilang kalau dia pingsan karena kecapean.
Setelah, kepergian Hendrik dan varisa yang membawa Axel ke rumah sakit. Hazel bertanya kepada Grey's, tentang yang terjadi kepada Axel. Karena, jawaban bunda dan ayah'nya belum jelas..
Grey's menjelaskan apa yang terjadi kepada Axel, tapi dia tidak mengatakan kepada hazel tentang Amira yang bukan anak dari mama rebecca. Karena, mereka takut menyinggung perasaan Amira.
Grey's, menatap kedua anaknya green dan grayland, dia meminta kedua anaknya membawa adik-adiknya kedalam kamar, karena hari ini sudah malam. Jadi, sudah waktunya mereka untuk tidur.
Green, pun langsung pergi ke kamar sambil mengajak ke empat adiknya. Karena, green adalah cucu tertua di keluarga Marquez jadi dia sudah di tugaskan untuk selalu menjaga adik-adiknya.
__ADS_1
Grayland, twins dan Lian. Pergi ke kamar masing-masing.
"Dimana bab va?" tanya Grey's kepada istrinya.
"Dia, susah tidur di kamarnya bersama dengan susternya." jawab hazel. Mereka, pun langsung pergi ke kamar mereka. Namun, sebelum mereka ke dalam kamar mereka, hazel mengecek kamar anak-anak terlebih dahulu.
Kamar, green dan kamar grayland sudah di cek, mereka pun sudah tidur. Sekarang, giliran kamar twins yang tidak jauh dari kamar milik putranya, dan selesai mengecek kamar anak-anak, hazel pergi ke kamarnya yang sudah di tunggu oleh suaminya.
Namun, memandang, di depannya membuat hazel menelan ludahnya sendiri karena dia melihat sebuah tiang tak berbesi di bawah selimutnya, bak seperti tenda.
"Sayang, batu aku menuntaskan adek kecilku. Karena, sudah dua minggu tidak di manja oleh kamu." ucap Grey's. Sambil, menarik turunkan alisnya.
"Kamu, tau anak kita tidak menginginkan di jenguk oleh papanya karena dia ingin berkembang dengan biak tanpa di lihat oleh papanya." ucap hazel memelas.
"Masa, kamu tega. Melihat ku terus menerus bersolo karir. Tanganku pegal dan dedek kecil juga tidak menginginkan menggunakan tanganku tapi tangan kamu atau lubang suci kamu." Grey's, tak kalah memelas dari istrinya.
"Dek. Seperti, kamu tidak akan di manja lagi oleh dedek apem, karena dia sudah tidak menginginkan kamu lagi " ucap Grey's kepada dedek kecilnya yang sedikit membuka selimutnya dan menampilkan greys junior.
Karena, tidak ingin suami'nya bersedih hazel mau risak mau melakukan apa yang suaminya minta. Tapi, menggunakan mulut bukan menggunakan lubang suci.
Melihat istrinya sudah mulai terpancing akan perkataannya. Grey's tertawa bahagia. Karena rencananya untuk melakukan itu terwujud. Dan, saat ini istrinya sedang melakukan hal itu. Dengan, menggunakan mulutnya.
"Ahhhhhh.." ******* Grey's keluar, karena merasakan kenikmatan yang tiada Tara. Semenjak dua Minggu yang lalu dia tidak di manja, karena istrinya sedang hamil. besar membuat dia jarang melakukan hal itu kepada istrinya.
***
Di, rumah sakit Axel baru saja di priksa oleh tim dokter dan dokter hanya mengatakan kalau Axel hanya kekurangan cairan. Jadi, dia menjadi dehidrasi.
__ADS_1
"Apa, kita harus membalas mereka?" tanya Hendrik. Kepada istrinya.
"Tidak, perlu karena kita membalas mereka dan mereka pasti akan membalas balik. Dan...?"