
Di, kediaman Marquez. Seorang, wanita sedang tertawa bahagia. karena, Amira sudah mulai melakukan aksinya untuk menghancurkan keluarga Marquez, dan dia juga sudah mendapatkan informasi dari Amira kalau Victor dan Laksh sedang melakukan rencana untuk menghancurkan siapa orang yang sudah menghancurkan keluarga Marquez.
Yulia, mengabari atasannya untuk mengasih tau kepada nyonya Eriska kalau keluarga Marquez sudah membuat rencana untuk menghancurkan orang-orang yang sudah mengusik ketenangan keluarga Marquez.
Namun, respon Eriska bukan takut atau cemas, tapi dia tertawa sangat bahagia. Karena, keluarga mereka sudah mulai beraksi. Maka, hal itu akan membuat Eriska semakin menantang mereka. Karena, dia suka dengan permainan.
"Nyonya, harusnya anda buat rencana agar kita tidak di ketahui oleh mereka. Karena, jika sampai mereka mengetahui maka kita bakalan mati." kata Yulia, yang sedang menelpon nyonya Eriska.
"Kau, tak perlu khawatir, sebelum kamu mengatakan itu aku sudah memprediksi kalau semua ini bakalan terjadi. Maka, dari itu aku sudah membuat rencana yang sangat besar untuk menghancurkan mereka." kata Eriska.
"Maksud nyonya?" tanya Yulia.
"Kamu tau kenapa aku mengirim putriku ke situ?" tanya Eriska,
"Tidak nyonya." ucap Yulia, yang memang tidak mengerti akan hal itu. Apa, lagi Amira belum mengasih tau tentang kedatangan Amira ke kediaman Marquez.
Eriska, menjelaskan kepada Yulia, kalau dia meminta Amira untuk mengadu domba antara keluarga Marquez dan keluarga lacerta. Karen, jika mereka masih saja bersatu maka akan sangat sulit untuk dirinya menghancurkan ke-dua nya. Apa, lagi dia sangat membenci keluarga Marquez dan keluarga lacerta. Jadi, itu alasannya untuk mengadu domba mereka.
Mendengar, penjelasan dari nyonya Eriska. Yulia, juga ikut tertawa, dia tidak menyangka kalau nyonya Eriska memiliki ide yang sangat bagus untuk menghancurkan mereka..
__ADS_1
"Yulia, aku mau kau awasi keluarga mereka, dan terus berikan bubuk itu kepada makanan Agni, agar wanita itu tidak bisa sembuh lagi." kata Eriska memerintahkan kepada Yulia untuk selalu mengawasi keluarga mereka. Sebelum dia menampakkan dirinya di hadapan mereka.
Yulia, pun mematuhi perintah dari Eriska untuk mengawasi keluarga Marquez, dan dia juga akan memberikan bubuk itu agar, Agni segera mati dan dirinya bisa menikahi tiga pria Marquez, agar dirinya menjadi penguasa.
Setelah, mengatakan itu, Sambungan telepon pun terputus, dia langsung keluar dari kamar. Namun, saat dia keluar dia mendengar keributan yang ada di kamar Amira. Dia, pun menyakini kalau Amira sudah memulai aksinya untuk mengadu domba ke-dua keluarga.
***
Sekarang, kedua pasangan yang tidak lain adalah varisa, Hendrik dan vernando, Pitaloka. Mereka sudah sampai di pemakaman keluarga adiwilaga, makam kuno. Yang, di gunakan keluarga Adiwilaga membuat suasana semakin mencekam. Apa, lagi ada pohon beringin yang begitu besar. Namun, anehnya semua makan keluarga Adiwilaga sangat bersih dan sangat terawat.
Mereka, sudah berhadapan langsung dengan makam saudari kembar varisa. Yaitu, verosa Vera Adiwilaga,
Mendengar, penjelasan dari Tantenya, membuat vernando dan Pitaloka terkejut. Kalau, kakek mereka bukan hanya memiliki dua anak melainkan dia memiliki delapan anak yang dia ketahui. Namun, anehnya mereka meninggal secara bersamaan. Hal itu membuat vernando penasaran.
"Ini, adalah makam bunda kamu sayang. Di, tempat inilah bunda kamu beristirahat. Kami, keluarga besar Adiwilaga, sangat menjaga dan merawat semua makam keluarga besar Adiwilaga. Jadi kenapa makam ini terawat." kata varisa langsung berjongkok di hadapan makam Vera di susul oleh suaminya. Lalu, di susul oleh vernando dandang istri.
"Hai, bunda. Akhirnya impian vernando tercapai karena sudah berhasil mengunjungi makam bunda. Bunda, Vernando sangat merindukan bunda. Andaikan, bunda tidak pergi. Mungkin saat, ini kita masih bisa berkumpul.. Khemm, Bun sekarang aku sudah menemukan makam bunda, dan aku juga akan selalu datang kesini. Tapi, untuk saat ini aku belum menemukan makam papa, bahkan aku tidak mengetahui nama papa dan rupa papa. Dan, aku juga tidak mengetahui siapa keluarga papa. Bunda, bisakah kau memberikan petunjuk untuk mencari keberadaan keluarga dari papa agar aku bisa bertemu dengan papa. Walaupun aku hanya bisa melihat rumah terakhir papa." ucap vernando, yang tidak malu, karena menangis di hadapan varisa dan Hendrik, apa lagi istrinya sedang berada di sampingnya.
Varisa, berdiri lalu berjalan mendekati keponakannya. Dia membelai kepala vernando. Karena dia sangat menyayangi vernando sema seperti dirinya menyayangi suaminya
__ADS_1
"Vera, lihatlah anak kamu, ada di depan kamu. Aku, tak menyangka kalau kamu memiliki seorang putra. Andaikan aku tau kamu memiliki anak, pasti aku dengan senang hati merawat dan membesarkan Vernando." batin varisa kepada dirinya sendiri, dia juga sedih, karena dia baru pertama kali melihat anak dari saudari kembarnya.
"Vera, kenalin dia mantu kamu, pasti kamu sangat bahagia di sana karena bisa melihat anak dan mantu kamu sedang bahagia. Apa, lagi sekarang mantu kamu sedang mengandung buah cinta dari anak kamu." kata varisa. memperkenalkan Pitaloka kepada saudara kembar'nya.
"Benar, bund. Nama, dia adalah Pitaloka pangestu, Wanita yang sangat vernando cintai. Dan, maafkan aku bunda karena sudah melanggar janji bunda untuk menikahi wanita yang di jodohkan oleh bunda." kata vernando, dia merasa bersalah karen terlah melanggar permintaan bunda.
Hendrik yang sejak tadi diam pun bersuara yang mendengar perkataan dari vernando yang meminta maaf karena tidak bisa menikahi wanita perjodohan.
"Memangnya, vera mengatakan itu kepada kamu ver? Dan, apa kamu mengetahui siapa wanita yang di jodohkan oleh bunda kamu?" tanya Hendrik.
"Memang, aku tak pernah mengetahuinya. Tapi, ibu kavita mengatakan kalau aku di jodohkan dengan seorang yang aku tidak tahu." ucap vernando.
Pitaloka, yang mendengar vernando di jodohkan merasakan sakit hati dia jadi lesu. Bahkan dia takut, jika wanita yang di jodohkan oleh nyonya Vera, akan datang dan merebut vernando dari dirinya. Entah dia harus apa sekarang. Jika, dia bertahan pasti Keluarga dari vernando memaksa vernando menikah dengan wanita yang terlah di jodohkan oleh nyonya Vera. Namun jika dia berhenti maka anaknya akan terkena dampaknya. Sekarang dia benar-benar dilema.
"Nyonya, bisakah kau temui aku dalam mimpi, dan berikan aku petunjuk antara bertahan atau pergi. Jika, nyonya meminta saya untuk pergi maka saya siap meninggalkan anak nyonya. " batin Pitaloka, kepada Vera.
"Bunda, kenapa sih bunda harus menjodohkan vernando dengan wanita yang vernando kenali... Kepergian bunda saja sudah membuat aku sakit hati karena tega menitipkan vernando di tempat Kavita. Namun, dengan begitu aku tidak bisa membenci bunda." kata vernando yang, merasa kesal.
"Tante, bersyukur karena kamu di titipkan ke Kavita, karena jika tidak maka keselamatan kamu bakalan terancam sama seperti anak laki-laki Tante..."
__ADS_1