
Kediaman Marquez.. Seorang wanita yang duduk di kasur dengan senderan ke bantal. Dia, sedang di suapi oleh mantu'nya Rebecca, dia ingin mengatakan sesuatu. Namun, sangat sulit untuk mengatakan karena dia tak bisa bicara.
Rebecca, yang peka, kalau ibunya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pun berbicara kepada ibunya.
"Apakah, ibu ingin bicara sesuatu?" tanya Rebecca.
Agni, mendengar itu mengedipkan matanya. Karena, dia sangat sulit untuk membicarakan tentang perbuatan Yulia terhadap keluarganya, dan sekarang dia sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan keluarganya. Bersama dengan istri ketiga dari suaminya.
"Bu, saat ini ibu belum sembuh. Nanti, kalau ibu sudah sembuh baru ibu bicara Oke? Sekarang, ibu habis'kan makan malam ibu ya," kata Rebecca, yang langsung menyuapi Agni dengan telaten. Lalu,
Setelah, makanan habis dia membereskan piring kotor'nya dan dia bawa ke dapur untuk segera di cuci. Saat, sedang berjalan ke arah tangga dia mendengar suara baby Va. Menangis, dia lalu menyuruh pelayan yang berada di situ untuk membawa piring kotor itu ke dapur. Vanandya, lalu berjalan ke arah kamar baby Va.
"Sus, kenapa baby Va, menangis? tanya Rebecca.
Suster, yang sedang menggendong baby Va, pun menjawab pertanyaan dadi nyonya besar Rebecca, karena sejak tadi baby Va, terus saja menangis. "Gak, tau nyonya. Mungkin, baby Va, sedang merindukan nyonya Vanda dan tuan valde."
"Lah, memang Vanda dan suaminya kemana? Tidak biasa'nya Vanda meninggalkan anaknya sampai malam begini." ujar Rebecca.
"Tuan, valde, membawa nyonya Vanda, pergi berlibur Katanya dia akan mengajak istrinya selama satu minggu, jadi tuan menyuruh kami untuk menjaga baby Va, selama dia pergi." jawab suster sisil.
"Dasar, anak itu kebiasaan banget kalau mau pergi ga mau izin dulu sama keluarganya." gerutu Rebecca, yang sangat kesal kepada putranya, kalau mau pergi gak pernah bilang-bilang dulu sama orang rumah.
Rebecca, pun meminta kepada suster. Untuk, memberikan Cucunya kepadanya, karena dia ingin mengendong baby Va. Siapa, tau jika di gendong olehnya bisa membuatnya tenang.
Dan, benar saja. Setelah berada di gendongan Rebecca baby Va tenang, tidak menangis lagi. Ia, pun membawa baby Va ke ruang keluarga, yang di sama sudah terdapat keluarga berkumpul.
Saat, di ruang keluarga, Tanu dan hazel berdiri dan berebut ingin menggendong baby Va. Karena, baby Va sangat mungil untuk di biarkan.
__ADS_1
"Mama, hazel mau menggendong baby va?" kata Tanu dengan lembut.
"Aku, juga mau mama. Jadi, biarkan baby Va aku yang menggendong ya?" ucap hazel. Yang, tidak mau kalah dari Tanu.
Keduanya, pun terus berdebat sampai bisa mendapatkan baby Va. Sampai, mama Rebecca tidak membiarkan mereka menggendong baby Va.
"Mama, tidak akan membiarkan kalian menggendong, jika masih saja berebut.!" ucap mama Rebecca dengan tegas.
"Ya, mama kami janji kok tidak berdebat lagi kami akan bergantian." kata hazel.
"Benar, ma kami akan bergantian tidak akan. Berebut," timpal Tanu.
Rebecca, menghela nafas panjang lalu memberikan kepada para mantu'nya itu. Setelah, memberikan baby Va kepada mantu'nya ia berjalan dan duduk di sofa deket suaminya.
"Grey's, kamu tau Valdes pergi kemana? Kan,tadi kamu pulang bersama dengan Valdes," tanya Rebecca, saat sudah duduk.
Rebecca, hanya ber'oh ria, Lalu, dia bertanya kepada pada virendra. "Vir, rencananya kapan kamu ingin pinda? Mama, sebenarnya tidak ingin kamu pergi dari kediaman marquez." ujar Rebecca.
"Rencananya, kami akan mindah bulan depan, karena wasiat kakeknya Tanu baru keluar kalau dia harus menepati rumah'nya yang berada di Eropa. Dan, Tanu juga sudah meninggalkan perusahaan pusat yang berada di Eropa." kata virendra, yang berencana akan pergi dari negara Indonesia, karena istrinya harus pulang ke Eropa. Dan, dia juga sudah akan membantu mengurus perusahaan THOLENSE GROUP.
Victor dan keluarga mendengar itu merasa heran, karena setau mereka. Perusahaan, THOLENSE, sudah di pindahkan ke Indonesia, tapi kenapa tiba-tiba orang kepercayaan kakek Tanu meminta Tanu untuk pindah dan meneruskan perusahaan yang berada di Eropa.
"Vir, bukannya perusahaan sudah di pindahkan ke Indonesia? Kenapa, tiba-tiba harus di pindahkan kembali ke eropa?" tanya Victor.
"Benar, vir kakek juga sudah berbicara kepada orang kepercayaan kakeknya Tanu, dan itu bukannya sudah di pindahkan ke sini?" timpal kakek vinton.
"Itu, memang benar, sudah di pindahkan kemari, tapi sudah di rubah dan kami sudah sepakat untuk di kembalikan ke perusahaan yang berada di Eropa. Karena, kakek tiri tanu masih saja berusaha untuk mengambil perusahaan yang berada di sana." ujar virendra menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Mereka, pun kembali terdiam sebelum ada teriakan anak kecil menggema di ruangan itu sambil berlari ke arah mereka.
"Mama, papa, grandma, grandpa.!" teriak anak kecil.
Rebecca, dan yang lain langsung menatap ke arah sumber suara, yang datang teryata adalah Vegas dan anak-anak yang lain.
Greenland dan Grayland, langsung berlari ke arah Victor dan ke-dua nya ke-tiganya saling berpelukan melepas rindu. Begitupun dengan Vegas dan vagas, mereka juga memeluk Rebecca dengan erat, karena mereka sangat merindukan. Begitupun dengan Charlian dia memeluk kakek vinton.
"Sayang, kamu dari mana saja? Kami, sangat merindukan kalian." ucap Rebecca kepada semua cucu-cucunya.
Saat, anak-anak akan menjelaskan, sudah lebih dulu suara datar seorang pria kepada keluarga Marquez.
"Kalian, tidak perlu mengetahui anak-anak dari mana. Karena, kami tidak akan pernah memberi tau kalian." ucap Hendrik kepada keluarga Marquez.
"Buat, apa kalian kesini hah?" bentak tuan vinton kepada Hendrik. Karena mereka sangat membenci keluarga lacerta. Karena, keluarga mereka
"Aku, kesini ingin membebaskan keponakan ku dari kalian." ucap Hendrik dengan tegas. Karena, dia tidak akan membiarkan keluarganya di sekap oleh keluarga Marquez, walaupun putri-putri mereka menikah dengan pria keluarga Marquez.
"Jangan, harap Axel bisa bebas. Sebelum dia merasakan apa yang Amira rasakan. Karena perlakuan Axel membuat Amira menderita." ucap kakek vinton dengan tegas.
"Keluarga, kami tidak pernah melakukan hal kekerasan kepada wanita. Karena, itu sangat di larang oleh keluarga besar kami." kata Hendrik.
"Saya, tidak perduli alasan kamu apa, yang penting kami bisa membalas perbuatan Axel."
"Baik, jika kalian tidak ingin membebaskan Axel maka aku tidak akan mengizinkan anak-anak bertemu dengan kalian. Sebelum kalian membebaskan Axel.!" ancam Hendrik yang membuat seluruh keluarga merasa tidak terima jika mereka tidak bertemu dengan anak-anak.
"Ayah, kami tidak setuju jika ayah melakukan hal itu, walau bagaimanapun juga mereka adalah kakek, nenek anak-anak," ucap Grey's, yang tidak terima jika ayah mertuanya memisahkan anak-anak dari keluarganya.
__ADS_1
"Grey's...?"