
"Tapi. Laksh, belum ingin menikah, dan lagian Laksh tidak mempunyai kekasih yang buat di jadikan istri.. Jadi mami, jangan meminta calon mantu ya?" ucap Laksh, yang tak bisa mengabulkan permintaan dari mami'nya,
Hal, itu membuat Kimberley merasa sedih. Karena pria di depannya tidak ingin mengabulkan permintaan untuk membawa mantu ke hadapannya. Kimberly, sangat menginginkan menantu buat di jadikan teman, Tapi, putra sambungnya tak menurutinya.
Laksh, yang memang tidak bisa melihat Kimberly bersedih pun mengatakan kalau dia secepatnya akan mencari seorang istri. Agar, mami'nya tak terus bersedih.
Kim, langsung kembali cerah dan menampakkan senyum bahagianya di wajahnya, karena sebentar lagi dia akan mendapatkan seorang menantu.
"Uncle, kenapa uncle tidak menikah saja dengan aunty Leksa saja. Karena dari yang agas lihat dia cantik, baik, perhatian dan cinta sama uncle." ujar vagas.
"Benar, dari dokter grayland, bilang kalau uncle mencintai aunty Leksa, tapi uncle tak pernah mengakuinya." sambung Vegas, dengan datar. Namun, tatapan matanya masih mengarah makanannya.
Uhuk..Uhukk..Uhukkk!! Laksa terbatuk-batuk mendengar bocil kematian. Mengatakan hal itu di depan Keluarga'nya, dengan tatapan permusuhan dia menatap ke arah bocil kematian. Namun, reaksi twins hanya tersenyum kemenangan.
"Dasar, keponakan ember.. Gak, bisakah merahasiakan semua ini?" batin Laksh.
"Benarkah itu laksh? Kamu mencintai pengasuh twins, mami. Akan segera menikahkan kamu dengan dia," ucap Kimberly, dan di angguki oleh seluruh keluarga yang berada di meja makan.
"Tapi...Mi?"
"Gak, ada tapi-tapian." ucap sang Kimberly.
Laksh, menghembuskan nafas kasar'nya. Ia sudah tak bisa berkata-kata apa-apa lagi selain menurutinya. Karena, sang ratu tidak bisa di bantah sedikitpun, walaupun hatinya merasa senang karena akan di nikahkan dengan wanita pilihannya.
Setelah, sarapan pagi selesai. Laksh, Vernon, Virendra, Tanu dan sang anak pergi dari kediaman Valdes. Mereka, masih menunggu kabar dari Victor dan yang lain.
***
__ADS_1
Di lereng gunung, terdapat seseorang sedang menunggu seorang kakek bersemedi. Karena, mereka sangat berharap kakek itu bisa mematahkan mantra yang berada di tubuh Valdes. Mereka, sudah satu minggu di dalam gua yang sangat pengap hanya ada obor untuk menerangi tempat mereka.
Mereka, tak bisa mengabari orang rumah. Karena di dalam gua tidak ada sinyal atau koneksi internet, jadi mereka akan mengabari saat sudah di kota.
"Bawalah ini." ucap sang kakek, yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Eleanor pun menerima barang pemberian dari sang kakek yang berupa sebuah kalung. Bahkan pahatannya jauh lebih bagus dari yang sebelumnya.
"Kami, harus apa dengan kalung ini kek?" tanya Victor.
Sang, kakek. Menjelaskan untuk merendam kalung yang dia kasih ke minumannya dan di bak mandi agar ilmu pelet yang ada di tubuh Valdes bisa pudar dan bisa berbalik arah ke orang yang mengirim pelet itu.. Namun, mereka harus melakukannya di saat malam Jum'at kliwon, tepat bulan purnama berlangsung, setelah selesai melakukan itu, kalung itu bisa di pakaikan ke lehernya.
Eleanor, Rudra, vinton, agni, Victor, Hendrik dan Faisal. Yang, mendengar penjelasan kakek tua itupun mengangguk mengerti, mereka akan melakukan apa yang di katakan oleh kakek tua itu.
"Terima kasih, kek sudah mah menolong hidup cucuku yang sedang di pertaruhkan." ucap Eleanor.
Setelah, itu mereka berpamitan pergi, untuk segera menyembuhkan Valdes agar segera tersadar dari pengaruh terhadap ilmu hitam yang di kirim oleh Yolanda.
***
Saat, ini Yolanda sedang merasa murka karena ia ketahuan menjadi seorang selingkuh dari suami para penjabat dan raja asia. Ia pun langsung pergi menuju ke tempat dukun itu untuk membalas rasa sakit hatinya. Yang, terlah mempermalukan dirinya.
Setelah sampai, ia langsung menemui dukun itu. Lalu, menceritakan kepada dukun kalau saat ini dia sedang di permalukan. Dia ingin orang yang terlah mempermalukan dirinya harus mendapatkan balasan yang setimpal.
Sang, dukun mengerti jadi dia langsung melakukan atas perintah dari wanita di depannya. Tapi, dengan satu syarat kalau dia harus melakukan dengannya. Karena, saat ini sang dukun ingin melepaskan hasratnya.
Yolanda, pun menerima syarat dari dukun. Dia akan melakukan apapun agar dia bisa membalaskan dendam kepada sosok orang yang sudah mempermalukan dirinya. Tak, lupa ia memberikan berapa foto kepada dukun.
__ADS_1
Ritual, pun berjalan lancar. Sekarang giliran Yolanda yang harus menuruti keinginan dukun gila itu,
"HAHAH..! Sebentar, lagi hidup kalian bakalan hancur di tanganku." tawa jahat Yolanda menggema, Saat ini dia sedang berada di dalam kamar, karena kelelahan melayani sang dukun itu. Tapi usahanya tidak sia-sia saat ini istri dari pria selingkuhannya sedang merasakan penyakit membahayakan.
Jahat, memang tapi kalau gak jahat bukan Yolanda namanya. Dia hanya bermain membunuh tanpa menyentuh, karen tidak Ada kamus yang mengatakan kalau dia harus mengotori tangannya.
"Bukannya, malam ini adalah puncak dari ritual yang di lakukan Mbah dukun kepada valdes? Jika, itu berhasil maka ia akan segera menjadi ratu di keluarga Marquez." gumam yolanda, yang merasa senang karena rencananya akan berhasil untuk menduduki posisi sebagai seorang penguasa.
Ia pun, langsung mandi dan bersiap-siap berdandan rapi agar malam ini saat bulan purnama itu hilang ia akan di nikahi oleh Valdes.
**
"Hendrikkk!!" teriak seorang wanita, langsung berlari memeluk tubuh suami'nya itu. Karena, sudah semenjak satu minggu yang lalu suami'nya tidak mendapatkan kabar.
Rebecca, yang sedang menonton drama Korea bersama dengan Kimberly dan twins langsung terkejut saat mendapati suami dan yang lainya sudah pulang. Rebecca lalu mematikan televisi, lalu ia berjalan mendekati suami'nya.
"Sayang, gimana apa kamu berhasil mendapatkan penawar dari pelet yang di kirim oleh Yolanda?" tanya Rebecca, kepada suaminya.
"Iya,, sayang aku sudah mendapatkan obatnya. Dan, vanandya harus segera melakukan malam ini juga." ucap Victor.
Mendengar, itu Rebecca merasa senang karena sebentar lagi putranya tidak akan pernah menyebutkan nama wanita gila itu. Yang, hanya bisa bermain menggunakan dukun di jaman modern.
Lantas, varisa bertanya kepada suaminya penawar apa yang di berikan oleh kakek tua itu, karena mereka ingin melihatnya. Namun, semua itu di larang oleh Eleanor, karena semua itu tak boleh di lihat. Mereka pun menganggukkan kepala.
Varisa, lalu menelpon putrinya untuk segera pulang. Karena, ayah'nya pulang membawa obat untuk Valdes. Vanandya yang berada di sebrang telepon pun merasa bahagia dan menangis karena ayahnya bisa membawa penawar ilmu hitam.
Vanandya, bergegas pulang dari kantornya bersama dengan kedua asisten Hayden dan Kairo. Yang, selalu bersama setiap waktu. Mungkin saat ini mereka sedang menjalani cinta terlarang seperti di petir merah.
__ADS_1
"Apa, yang harus aku lakukan...?"