
"Kemana, lagi aku harus mencari kalian? Kenapa kalian, sangat. sulit sekali di lacak. Bahkan, tidak ada seorang pun yang mengetahui kalian dimana." ucap vernando. Dengan, sedih, dia sambil melihat ke arah pantai yang sangat sejuk.
Saat, ini vernando dan Pitaloka, sedang berlibur di Palau Dewata Bali. Tempat, ayang sangat indah. Bahkan, keindahannya tidak ada duanya. Sebenarnya, Pitaloka maupun vernando tidak ingin bulan madu. Tapi, nyonya Shanty dan tuan Josh mengingatkan mereka untuk bulan madu, agar anak yang di kandung Pitaloka semakin sehat, karena di beri asupan sehat dari vernando.
Jadi, mau tidak mau ke-dua nya pun mengikuti permintaan dari orang tuanya, untuk bulan madu. Apa lagi ini adalah pernikahan yang pertama. Dan, yang terakhir. Jadi mereka harus mengabdikan momen. Untuk, di perlihatkan kepada anak cucunya nanti.
Saat, kedua nya sedang asik berfoto. Vernando, melihat sosok seorang yang dia kenali.
"Sayang, kamu tunggu di sini sebentar ya? Aku, ada urusan sebentar." ucap vernando, yang langsung pergi dari hadapan sang istri. Dan, itu membuat pitaloka, penasaran siapa orang yang akan di temui oleh suaminya
Saat, vernando hampir sampai di tempat orang itu, dia memanggil nama orang itu dengan sangat keras. Membuat para pejalan kaki menatap ke arah vernando. "HAYDENNNN..!!" teriak vernando.
Pria, yang merasa namanya di panggil pun menengok ke sumber suara, dan mencari siapa orang yang memanggil dirinya. Vernando yang, melihat Hayden, mencari pun mengangkat tangannya, agar Hayden melihat dirinya.
Vernando, pun segera mendekati Hayden dengan pria yang selalu bersama dengan Hayden. Yang, siapa lagi kalau bukan kairo.
"Ehh.. Ada, tuan vernando. Silahkan duduk tuan," ucap Hayden dengan ramah,
Vernando, pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, lalu dia menatap Hayden, dengan serius. Begitupun dengan Hayden dan Kairo. Mereka, menatap ke arah vernando Dan, menanyakan tentang kenapa vernando menemui dirinya.
"Tuan, ada apa tuan ingin bertemu dengan saya?" tanya Hayden.
"Plis, jawab jujur dimana Tante varisa berada? Karena, ini adalah menyangkut hidup saya, den?" kata vernando. Dengan lemah, karena. Dia, sudah mencari kemanapun tetap tidak ketemu bahkan dia sekarang sudah pasrah jika dia tidak akan bertemu dengan Tante varisa.
Hayden, menghela nafas panjang lalu menghembuskan, sebenarnya dia sedikit kasihan kepada pria di hadapannya itu, tapi keluarga lacerta sudah melarang dirinya untuk tidak mengatakan kepada siapa-siapa tentang keberadaan mereka.
__ADS_1
"Hayden, saya tau kamu adalah orang kepercayaan keluarga mereka dan, saya tau kalau kamu mengetahui dimana keluarga mereka berada, jadi saya mohon izinkan saya bertemu dengan mereka?" kata vernando memohon kepada Hayden untuk mengasih tau dimana keberadaan keluarga lacerta berada.
"Tuan, saya menang mengetahui keberadaan mereka. Tapi, maaf tuan saya tidak bisa mengatakan kepada tuan keberadaan keluarga lacerta, karena sekarang mereka sedang dalam bahaya." ucap Hayden.
Vernando, sangat lesu mendengar perkataan dari Hayden, sekarang dia sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk bertemu dengan varisa. Namun, sebuah ide muncul di kepala vernando. Dia tersenyum mendapatkan ide, yang dia yakini bisa bertemu dengan varisa.
"Atau, gak gini saja. Izinkan saya bertemu dengan nyonya varisa. Dan, saya yang akan memilih tempat yang aman, saya hanya ingin bertemu dengan nyonya varisa saja. Karena ini adalah tentang Vera." ucap vernando, kepada Hayden.
"Baiklah, saya akan mengatakan ini kepada nyonya varisa. Tapi, jika nyonya varisa menolak bertemu dengan anda, jangan salahkan saya. Dan, saya mohon jangan meminta saya lagi untuk mempertemukan tuan dengan keluarga mereka." ucap Hayden. Yang, langsung menelpon nyonya varisa lacerta. Dan, panggilan pun terhubung oleh nyonya varisa.
( Percakapan dalam telpon.)
"Ada, apa Hayden. Tidak biasa'nya kamu menelpon tante?" ucap varisa, dari sebrang sana.
"Hm, maaf mengganggu nyonya. Tapi, disini ada seorang yang ingin bertemu dengan nyonya," ucap Hayden dengan hati-hati, takut-takut kalau nyonya varisa bakalan marah.
Hayden, pun menceritakan apa yang di minta oleh vernando, bahwa dia ingin bertemu dengan varisa, karena ada sesuatu yang dia ceritakan tentang Vera,
Setelah, mendengar nama Vera di sebut tidak ada suara sedikitpun dari sebrang telpon. Hayden, mengira kalau nyonya varisa marah, sampai-sampai dia tidak menjawab perkataanya. Namun, saat Hayden akan mematikan ponselnya, sebuah suara mengejutkan mereka.
"Temui, kami di restoran seafood. Tepatnya di daerah Bali. Karena kami dan waktunya tidak banyak." ucap suara laki-laki dari sebrang telpon.
Vernando, merasa bahagia karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan orang yang selama ini dia cari. Karena, dari wajah'nya dia sangat yakin kalau nyonya varisa adalah orang yang sama dengan bunda'nya.
Setelah, mendapatkan persetujuan vernando bergegas bertemu ke arah yang sudah di janjikan. Namun, saat dia akan keluar dia bertemu dengan istrinya.
__ADS_1
Karena, tidak ada waktu lagi vernando mengajak Pitaloka ke tempat yang sudah di katakan oleh seorang pria.
"Sayang, kita mau kemana sih? Dan, siapa orang yang tadi bertemu denganmu?" tanya Pitaloka kepada, suaminya.
"Aku, akan menjelaskan semuanya, tapi untuk saat ini jangan banyak bicara dulu." kata vernando.
Dia, pun mengendarai mobil'nya, ke tempat tujuan dengan kecepatan sedang. Sampai, mereka di tempat tujuan dengan selamat. Mereka pun langsung masuk ke dalam. restoran seafood. Dan, mencari tempat duduk yang sangat nyaman.
***
Semua, orang menatap iba kepada Amira yang sedih karena dia di sekap oleh Axel. Pria yang sudah melukai hati Amira. Hal, itu membuat Victor merasa marah karena Axel sudah berani melakukan itu kepada amira. Wanita, satu-satunya di dalam keluarga Marquez.
"Dimana, Axel berada sekarang hah?" ucap Victor dengan dingin dan datar.
"Aku, tidak tau pa, tapi yang jelas dia sudah mengurungku karena dia menuduhku dalang di balik kekacauan keluarga mereka. Dan, Axel sudah mengambil anak aku dari diriku pa, ma." ucap Amira dengan sesenggukan. Karena, sedih atas perlakuan Axel kepada dirinya yang semena-mena.
Rebecca, pun langsung memeluk tubuh putrinya dengan sangat erat. Dia, merasa sedih karena nasib Amira yang begitu buruk. Yang, selalu di sakiti oleh lelaki.
"Maafkan, mama karena akhir-akhir ini tidak memperdulikan kamu. Dan, mama janji mulai sekarang mama akan selalu ada di samping kamu sayang," kata Rebecca, dengan membelai rambut panjang putrinya.
"Jeje, perintahkan anak buah kamu mencari keberadaan Axel. Dan, aku mau malam ini seret dia kemari. karena tidak kata ampun untuk orang yang menyakiti hati cucu, perempuanku." kata vinton dengan tegas. Dia, sudah habis kesabaran, untuk membiarkan dia hidup dengan tenang. Tanpa mau mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Amira.
Jeje, asisten dari Faisal yang berada di situ pun langsung melaksanakan tugas yang di berikan oleh tuan besarnya. Bukan, hanya asisten Jeje, tapi juga asisten dari Victor dan asisten dari Laksh.
**
__ADS_1
"Jadi, ada apa kamu ingin bertemu dengan istriku....?"