
Deg.
Perkataan Valdes sangat menusuk hati Victor ia tak menyangka kalau kesalahan masa lalu membuat anak-anak membenci diri, apa lagi Valdes yang sangat-sangat membenci dirinya.
Ia memang pantas di salahkan karena dirinya adalah penyebab dari masalah ini. Andaikan saja waktu bisa di ulang kembali ia ingin sekali memperbaiki segala kesalahan ia ia buat di masa lampau.
Rebecca yang melihat suaminya bersedih merasa iba ia pun mendekati suami'nya dan memegang pundak Victor apapun kesalahan yang di buat oleh suaminya ia selalu memaafkan.
"Suamiku, bersabarlah ada saatnya anak-anak bakalan memaafkan kamu, percayalah mereka hanya membutuhkan waktu untuk menerima segala kesalahan kamu di masa lalu." ucap Rebecca,
Lantas Rebecca membantu Victor berdiri dari berlutut'nya. Ia mengajak suami'nya untuk duduk di sofa.
"Sayang, aku memang pantas mendapatkan perlakuan dari anak-anak, karena memang akulah penyebab dari semua ini. Kalau saya tidak meminta kepada kak ven pasti kejadiannya tidak akan seperti ini?" ucap Victor dengan sedih.
Husst!
Rebecca langsung membekap mulut suaminya dengan jari telunjuknya, ia tidak ingin suaminya mengatakan seperti itu lagi. Yang berlalu biarlah berlalu, yang sekarang mereka harus lakukan adalah berjalan ke arah depan dan mereka harus melakukan cara untuk mempersatukan keluarga mereka.
......................
Di pantai seorang wanita sedang duduk termenung karena ia sangat sedih dengan kenyataan pahit, antara sedih, kecewa, marah dan sakit karena selama ini dirinya sudah di bohongi oleh orang terdekatnya.
Akhhh!!
Teriak seorang wanita dengan sangat keras, karena memang di tempat itu tidak ada siapa-siapa jadi ia leluasa mengeluarkan beban pikirannya.
Hazel Grey's Marquez.
Wanita yang tidak lain adalah hazel, ia saat ini sedang berada di pantai untuk menenangkan hati dan pikirannya, karena terlah di bohongi oleh suami dan keluarganya.
"Kenapa? Kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa tuhan kenapa? Dan kau Grey's kau dasar pria brengsek berani'bermain api di kediaman ku. Aku sangat membenci kamu Grey's," teriak hazel dengan keras.
"Percuma saja kamu berteriak-teriak tidak jelas, kalau orang yang menyakiti kamu masih bahagia di sana." ucap seorang pemuda kepada hazel.
__ADS_1
Karena seorang pemuda yang memang sedang berada di pantai, tanpa sengaja mendengar semua yang di katakan oleh hazel, karena merasa kasian ia pun berkata kepada hazel.
"Siapa anda?" tanya hazel.
"Siapa aku? Kamu tidak perlu tau, yang aku mau tau kau sangat lemah dalam menanggapi masalah?" ejek seorang pemuda.
"Cih, itu bukan urusan. kamu, mau aku lemah atau kuat ini semua bukan urusan kamu," ucap hazel dengan tegas.
"Terserah kau saja jika kau ingin di injak-injak oleh orang yang sudah menyakiti kamu," ucap seorang pemuda.
Hazel pun terdiam mendengar perkataan dari pemuda itu, ia memang terlihat sangat lemah sampai ia mudah sekali di injak-injak oleh orang-orang yang ingin mengambil alih keluarga dirinya.
Hazel ragu ingin meminta bantuan kepada pemuda di hadapannya, karena dirinya ingin sekali terlihat kuat di depan keluarga dan wanita yang sudah merebut suami'nya dari dirinya, apa lagi ia sudah mendapatkan gelar sebagai nyonya besar ke empat di keluarga Marquez.
Saat pemuda itu akan pergi dari hadapan hazel langsung di cegah oleh hazel,
"Tunggu!"
"Ada apa?"
Belum juga hazel menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh pemuda itu dengan tatapan dingin dan datar.
"Sebenarnya kau ingin mengatakan apa hm? Dari tadi hm anu hm anu saja," ucap pemuda itu.
"Aku ingin kamu membantu ku menjadi seorang wanita yang kuat dan tanpa belas kasihan kepada siapapun dan aku ingin memiliki aura yang sangat kejam agar bisa menghancurkan wanita yang sudah merebut suamiku dari diriku!" ucap hazel dengan tegas.
"Apa imbalannya jika aku bisa merubah kamu seperti apa yang kamu minta?" ucap pemuda itu.
"Aku akan memberikan apa saja yang kamu minta asalkan aku bisa menjadi wanita yang sangat kejam," ucap hazel.
"Apapun yang aku minta?" tanya pemuda itu dengan tatapan na*su ingin menerkam wanita di hadapannya.
Hazel yang semula tidak curiga menjadi curiga karena melihat tatapan pemuda itu dengan nafsu, ia sampai waspada dan menutupi bagian tertentu nya.
__ADS_1
"Tenanglah nona, saya tidak meminta hal yang aneh-aneh, saya akan meminta sewajarnya jika kamu mampu," ucap pemuda itu seakan-akan tau kalau hazel waspada dengan tatapan dirinya.
Hazel bernafas lega karena pemuda di hadapannya tidak meminta aneh-aneh kepada dirinya.
Pemuda itu lantas mengajak hazel pergi dari tempat itu ia akan membawa hazel ke kediaman dirinya untuk merubah hazel seperti apa yang dia mau, dan tentunya untuk membalas rasa sakit hati wanita yang sudah menyakiti hazel.
**
Di perusahaan VND GROUP.
Saat ini vanandya sedang rapat bersama rekan kerjanya yang sudah berkerja sama dengan perusahaan VND GROUP. Bukan hanya rekan kerjanya tapi disitu terdapat pemegang saham, direktur utama dan berapa staf lain'nya.
"Saya Vanandya akan kembali lagi memegang perusahaan sepenuhnya karena tuan Hendrik sudah melepas jabatan sebagai CEO, jadi aku yang akan menggantikan posisi tuan Hendrik." ucap vanandya dengan tegas.
Direktur utama yang mendengar kalau vanandya kembali ke perusahaan VND tidak terima, karena jika vanandya kembali maka ia tidak akan leluasa melakukan semau dirinya.
"Saya tidak setuju jika seorang wanita yang memegang perusahaan besar ini!" ucap sang direktur dengan keras.
Valdes sangat marah karena ada seorang yang berani melawan perintah sang istri apa lagi itu adalah seorang bawahan yang tidak tau diri. Saat ia akan melawan pria itu, di tahan oleh Vanandya untuk tetap diam.
"Siapa kamu? Yang berani menghalangi diriku menjadi seorang pemimpin?" tanya vanandya dengan tegas.
Aura kepimpinannya vanandya keluar kembali sampai membuat para pemegang saham keringat dingin, karena merasa takut kepada pemimpin mereka.
"Aku adalah direktur utama di perusahaan ini, jadi aku berhak memerintahkan semua dan tentu aku berhak menolak anda sebagai seorang pemimpin," ucap sang direktur.
"Cih, hanya seorang direktur saja bangga? Dan aku disini adalah seorang CEO jadi aku yang berhak memerintah bukan di printah!" ucap vanandya dengan memukul meja.
Direktur utama, masih kekeh dengan pendiriannya yang tidak menginginkan Vanandya sebagai seorang pemimpin, apa lagi dia seorang wanita, tidak ada sejarahnya seorang wanita memerintah seorang pria. Jadi harusnya dirinya yang menjadi CEO dan memerintah para wanita.
"Saya tidak akan membiarkan seorang wanita menjadi seorang CEO di perusahaan VND GROUP. Karena perkerjaan'nya wanita hanya ada di dapur dan ranjang untuk memuaskan sang suami," ucap direktur utama dengan tegas.
Vanandya tersenyum sinis kepada pria di hadapannya, bisa-bisanya dia mengatur perusahaan yang dirintis oleh dirinya dan eyangnya, jika ia mau ia bisa saja membunuh pria di hadapannya.
__ADS_1
"Lalu mau kamu sekarang apa? Apa kamu ingin menjadi seorang CEO?" tanya vanandya.
"Jika anda memaksa saya tidak keberatan menjadi seorang CEO."