
"Ya Allah kenapa cucuku jadi playboy."Guman Varisa.
"Pasti salah satu dari kalian ada yang playboy dulu jadi nurun ke keturunan kalian."Suara Eleanor membuat mereka terdiam. Siapa sih yang akan Merani melawan sang nyonya utama keluarga Miharjo, jika melawan sudah di pastikan bakalan susah.
"Bukannya dia menurun dari dari om vinton?"Ujar Sonya, soalnya ia mengetahui kalau kakek tua mertua dari Vanandya adalah seorang pemain yang suka menikah berapa kali.
"Damn is.! Teryata sifat dia di turunkan ke cicitku,"Maki Rudra, yang tak terima kalau cicitnya harus meniru sifat pria itu.
Saat mereka sedang terdiam mereka mendengar suara telepon berbunyi, mereka lalu pun mengecek ponselnya namun salah satu dari mereka tak ada panggilan, sampai seorang berbicara di telepon yang membuat mereka melongo sekaligus membulatkan mata.
"Hallo sayang?"
"Hallo juga."
"Sayang ketemuan yuk?"
"Ayok sayang."
Setelah pembicaraan selesai grayland pergi dari hadapan mereka. dengan tampang yang membuat mereka geleng kepala.
"Ya Tuhan.. Kenapa anakku jadi seperti ini"Guman Hazel sambil memijat pelipisnya yang merasa pusing dengan kelakuan sang anak.
Seorang pria yang melihat itu pun terbahak-bahak, karena ia di kalahkan oleh sang keponakan. Namun tawanya langsung berhenti tak kala opa, Oma dan yang lain sedang menatap ia dengan tatapan membunuh.
"Aku tak menyangka kalau aku akan di kalahkan oleh bocil?"Guman Axel yang masih bisa di denger oleh orang tuan dan yang lain.
"Makanya nikah? Agar mamih bisa dapat cucu,"
DEGHHH! Bagai tersambar petir, Axel sangat terkejut dengan penuturan sang mamih yang menyuruh ia untuk segera menikah, karena ia sangat anti ia pun pergi dari hadapan mereka.
Kedua wanita itu pun tertawa terbahak-bahak mentertawakan tingkah laku Axel. Karena mereka tau Axel adalah orang yang menghindari kata-kata itu entah apa yang membuat dia menghindar hanya dia yang tau.
***
Sudah tiga bulan waktu berlalu, namun hati seorang wanita yang sudah tidak muda lagi merasakan sakit.. Karena larut dalam kesedihan atas perbuatan Keluarga'nya.
__ADS_1
Lalu seorang pria mendekati wanita itu dengan memeluk tubuh istrinya yang tak lagi muda.
"Apa kamu masih mengingat kejadian dimana keluarga Miharjo membalas ke kita?"
Wanita itu mengangguk kepala, ia sangat bersalah karena keluargi dirinya.
"Apa kamu ingin berkunjung ke makam kedua orang tua angkat kamu?"Ucap vinton kepada sang istri yang terus saja bersedih.
Meneer pun dengan cepat mengangguk ia ingin pergi ke makam orangtuanya. Ia lalu murung kembali karena ia sendiri tak mengetahui di mana letak makam ibu angkatnya.
"Kenapa hm?"
"Aku tak tau tempat dimana mereka di kuburkan, karena menurut artikel yang aku cari selama ini tak ada yang mengetahui letak pusaran suami istri itu."
"Kamu tak perlu khawatir aku sudah menyuruh anak buahku mencari dimana mereka di kuburkan dan saat ini mereka sudah menemukan jadi kita bisa kesana sekarang."Vinton berkata dengan lembut ke sang istri dengan mengeratkan pelukan hangat.
Mereka lalu bersiap-siap untuk pergi ke tempat dimana suaminya katakan.
Saat sedang bersiap-siap mereka mendengarkan keributan yang terjadi di lantai dasar, karena penasaran mereka lalu pergi keluar dari kamar ingin melihat apa yang kali ini ributkan.
**
"Hai Tante, sopanlah sedikit masuk ke rumah ucap salam ke, ini palah kaha Tarzan teriak-teriak."Maki seorang wanita yang tengah hamil besar yang bentar lagi akan segera melahirkan.
Wanita yang seperti Tarzan tentu saja tidak terima dengan perkataan keponakannya itu. Wanita itu pun melihat keponakan dari atas sampai bawah, ia pun tersenyum sinis karena sedang berbadan dua.
"Hahah! hai kenapa perutmu melendung begitu? Apa ada seseorang yang meniupnya sampai membesar begitu."ejek wanita yang baru datang itu.
Amira yang di ejek seperti itu pun merasa kesal ia pun menjambak wanita itu dengan kasar ia paling tak suka jika ia di ejek.
Wanita itu juga tak ingin kalah ia kembali menjambak rambut sang keponakan dengan kasar. Alhasil mereka pun saling jambak-jambakan tidak ada yang mengalah.
Wanita itu yang tak sengaja mendorongnya membuat Amira terhuyung ke belakang dan perutnya terbentur meja.
Semua keluarga yang melihat itu berteriak histeris lalu mendekati Amira, dan mencoba membangunkan.
__ADS_1
Rebecca terus saja menangis melihat putrinya terluka, Ia dengan panik mengabari suami kalau Amira kecelakaan.
Vinton dengan sigap menyuruh seluruh anak buah untuk membawa cucunya ke rumah sakit dan ia meminta untuk akses ke sunah sakit di tutup agar tidak ada pengendara lain.
***
PLAKK!
"Kau tau apa yang kau lakukan bisa membahayakan putri dan cucuku?!"Bentak Rebecca setelah Amira di tangani oleh tim medis,
"Althea, ibu kecewa sama kamu, kenapa kamu lakukan itu? Harusnya kamu mengalah dia itu lebih muda darimu."Bentak Agni kepada mantu'nya itu yang terkesan bar-bar dan arogan yang selalu berfoya-foya.
Ia merasa jejel kenapa putranya menikahi wanita yang sifatnya bertolak belakang dari mantu yang lain.
Althea Kimberly, wanita yang sangat arogan dan bar-bar, mantu dari keluarga besar. Kimberly dulunya adalah seorang gadis baik-baik tapi karena kesalahan membuat ia menjadi gadis seperti itu sampai ia di paksa menikah dengan om-om yang terpaut tiga puluh tahun.
Dan sejak saat itu ia pun merubah sifat baik dan lugu, sekarang hanya ada Kimberly yang bar-bar dan arogan. Ia juga tak menyia-nyiakan berfoya-foya, buat apa suaminya berkerja kalau bukan buat dirinya, apa lagi keluarga dari sang suami sangat kaya bahkan kekayaannya tidak bakalan habis sampai tujuhĂ—tujuh turunan.
Bahkan ia selalu menggunakan uang suami untuk mempercantik diri agar sang suami tak bisa berpaling dari dirinya, udah pinter urusan ranjang pinter merawat diri pinter masak, suami mana. si yang mau berpaling dari dirinya.
"Ibu mertua kenapa ibu mertua menyalahkan aku kan Amira duluan?"Yang tak terima kalau ibu mertua menyalahkan ia. Ia yang masih penasaran pun bertanya kepada ibu mertua. "Ibu mertua! Aku heran siapa yang berani menunyuk seorang putri satu-satunya keluarga Marquez?"Ucapan Kim membuat mereka menatap tajam ke arah Kimberly.
"Kim bisa tidak mulutmu diam?!"Rebecca sangat geram dengan ocehan Kimberly.
"Rebecca sopanlah sedikit aku ini kakak ipar kamu? Walaupun usiaku masih seumuran dengan anakmu."Ucap Kim sambil melirik ke arah Grey's. Namun pria yang di lirik tak peka ia hanya diam saja.
CEKLEK!
Seorang dokter keluar dari ruang operasi setelah melakukan tindakan kepada Amira.
Rebecca yang melihat dokter keluar langsung bertanya kepada sang dokter.
"Dokter gimana putri dan cucu saya?"
"Putri dan cucu nyonya.."
__ADS_1