CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 207


__ADS_3

Mansion Marquez...


Sebuah mobil mewah berhenti di depan halaman depan mansion Marquez dan berapa bodyguard yang menjaga mansion Marquez dengan sigap membuka pintu mobil bagian belakang.


Setelah, pintu sudah di buka keluarlah sepasang suami-isteri dengan aura yang melekat di salam diri mereka.


Valdes Hutabarat Marquez ...


vanandya nayesha lacerta . W. H. D


Pasangan yang sangat di takuti oleh siapapun termasuk Keluarga'nya karena jika ke-duanya marah maka orang itu akan mati dengan sekejap. Apa, lagi dengan gelar putra dan putri mahkota dari keluarga Marquez dan keluarga wangsami.


Mereka, masuk kedalam mansion Marquez dengan sangat anggun dan sangat wibawa. Semua, bodyguard dan pelayan yang sudah berjejer di pintu hanya bisa menundukkan kepalanya karena takut dengan wajah ke-dua orang itu.


Setelah mereka sudah berada di ruang keluarga mereka tak menemukan keberadaan dari keluarganya lalu vanandya memanggil pelayan.


"Pelayan apa kamu tau dimana semua orang?" tanya Vanandya dengan lembut.


Pelayan yang di panggil oleh Vanandya pun menjawab dengan gugup. "Untuk tuan besar dan tuan muda mereka semua sudah berangkat ke kantor setelah di panggil ke ruang keluarga dan nyonya besar, nyonya muda saya tidak tau kemana perginya mereka." jelas pelayan kepada vanandya.


Valdes, menghempaskan tangannya ia menyuruh pelayan itu pergi karena ia sudah mengetahui kemana Keluarga'nya pergi.


Vanandya berniat untuk pergi ke kamar anak-anak karena ia sangat merindukan mereka berapa bulan ia tidak bertemu dengannya. Namun, saat ia sedang berada di dalam lorong ia melihat seorang wanita yang berniat ingin menampar pipi putranya.


"Jangan pernah kau sentuh putraku. Jika kau masih menyayangi nyawa kamu!" bentak Vanandya dengan sangat datar penuh kemarahan.


Ia tidak terima jika anak-anaknya di tampar oleh siapapun jika ada yang melakukan maka orang itu akan berhadapan dengan dirinya. Vanandya, pun mendekati wanita itu yang ingin menampar pipi putranya.


Teryata suara vanandya yang sangat menggema membuat seluruh keluarga Marquez keluar dari dalam kamar mereka. Dan, mereka langsung bergegas menuju ke arah Vanandya berada termasuk Valdes.


Plakk..


Tamparan, keras mendarat di pipi Gisel wanita yang ingin menampar pipi putranya ia sangat marah akan hal itu.

__ADS_1


"Ini, adalah tamparan peringatan untuk kamu! jika kamu ingin menyakiti putra-putraku lagi maka ingatlah tamparan yang sudah aku berikan kepadamu.".bentak vanandya,


Ia sudah cukup banyak bersabar kepada para musuh-musuh di luaran sana tapi untuk masalah anak ia akan menjadi kejam jika mereka berani menyakitinya.


Semua, orang sangat terkejut melihat tindakan vanandya kepada Gisel mereka benar-benar tidak menyangka kalau vanandya berani melakukan itu.


Valdes, berjalan mendekati istri dan putranya ia menanyakan tentang apa yang terjadi kepada vanandya.


"Sayang ada apa ini? kenapa kamu melakukan hal itu?" tanya Valdes.


"Wanita, ini mencoba ingin menampar Putraku, tentu saja aku tidak terima." ujar vanandya dengan dingin.


Mendengar akan hal itu Valdes juga tidak terima ia pun mencengkram leher Gisel. "Beraninya kamu melakukan hal itu? lebih baik aku bunuh saja kamu." bentak Valdes.


Valdes, mengetahui kalau wanita di depannya adalah Gisel wanita yang sudah meninggalkan green dari kecil bahkan dia juga yang membuat kakak'nya terpuruk karena dia terlah meninggalkan mereka.


Rebecca dan hazel langsung mendekati mereka karena tidak ingi terjadi sesuatu yang tidak di inginkan karena tindakan Valdes.


"Sudah val, kamu bisa membunuh Gisel?" ucap Rebecca.


Mau tidak mau Valdes menghempaskan tubuh Gisel dengan sangat kasar, Gisel pun terjatuh ke lantai.


Ahhhh..


Gisel mendesah kesakitan karena apa yang terlah di lakukan oleh Valdes kepada'nya membuat Gisel pingsan.


Grey's yang baru saja kembali karena ada berkas yang ketinggalan langsung terkejut melihat pemandangan di depannya ia melihat Gisel jatuh pingsan tapi Keluarga'nya diam saja.


"Gisel?" teriak Grey's dengan sangat keras.


Semua orang sangat terkejut mendengar suara Grey's yang meneriaki nama Gisel, hal itu membuat hazel merasakan sakit di bagian dadanya.


Dengan sigap Grey's menggendong tubuh Gisel ala bridal style. Lalu, ia menatap Keluarga'nya satu persatu ia tidak menyangka kalau keluarnya berani melakukan hal itu kepada Gisel wanita yang sedang tidak berdaya.

__ADS_1


"Kalia. tau kan kalau saat ini Gisel sedang sakit? Tapi kenapa kalian diam saja saja saat Gisel di perlakukan tidak baik oleh valdes? dimana hati nurani kalian di saat wanita di sakiti?" bentak Grey's dengan keras.


"Hazel, aku percaya kalau kamu memiliki hati yang sangat baik? tapi dugaanku salah kamu memiliki hati kejam. Kamu, harusnya tau kalau saat ini Gisel membutuhkan banyak istirahat." ucap Grey's kepada istrinya.


Semua orang terdiam mendengar semua perkataan yang di lontarkan oleh Grey's bisa-bisanya dia mengatakan hal itu kepada keluarga dan istrinya.


Dan, bisa-bisanya Grey's berbicara tentang hati padahal mereka tau hati hazel sangat baik bahkan karena ke kebaikan hazel dia mengizinkan Gisel tinggal di mansion ini di saat keduanya belum resmi bercerai.


Grey's tanpa banyak bicara langsung pergi dari hadapan mereka semua dan membawa Gisel ke kamar tidak lupa ia memanggil dokter yang sudah merawat Gisel selama ini.


Bruk...


Hazel terjatuh ia tidak menyangka suaminya mengatakan hal itu kepada dirinya. Apa, benar ia memiliki hati yang sangat kejam karena tidak berusaha menyelamatkan gisel.


Hiks.. Hiks.. Hikss.


Tangis hazel pecah di situ ia benar-benar sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang amat sakit mendengar perkataan dari suaminya.


Rebecca berjongkok agar sejajar dengan hazel ia juga merasakan kesedihan yang dalam saat melihat tangis hazel.


"Mah, apa benar aku memiliki hati yang sangat jahat? sampai-sampai Grey's mengatakan itu kepadaku?" ucap hazel dengan tangisnya.


Rebecca langsung menarik hazel kedalam pelukannya ia tidak ingin mendengar suara tangisan mantu'nya. "Tidak sayang kamu tidak jahat justru meraka yang jahat karena tidak melihat kebaikan hati kamu," ujar Rebecca.


Vanandya, menjadi bersalah karena dirinya yang membuat kakak'nya di marahi oleh Grey's ia pun berjongkok den memegang pundak hazel.


"Kak, maafkan aku karena aku kakak jadi kena marah sama kaka ipar." kata vanandya.


"Kamu, tidak bersalah dek justru kakak yang bersalah karena tidak menghentikan kalian. Sampai, Grey's mengatakan kalau aku jahat." ucap hazel.


"Sudah sayang, kamu jangan nangis lagi ya? apa kamu melupakan kalau saat ini kamu tengah hamil? hal itu tidak baik buat kesehatan kalian." ujar Rebecca.


Ia, tidak ingin lagi hazel merasakan kesedihan lagi karena kesalahan Putranya yang terlah mengatakan kalau hazel tidak baik.

__ADS_1


Saat mendengar suara suara suaminya hazel langsung mengelap wajah'nya agar tidak terlihat seperti orang menangis.


Plakk..


__ADS_2