
"OMA KIM!"Teriak seorang anak remaja sambil berlari ke arah Kimberly, ia lalu memeluk Oma mudanya.. Setelah mengetahui kebenaran memang sangat menyakitkan jadi dia akan menjadi seorang pendiam,
"Greenland,"Panggil Rebecca kepada cucunya, dia sangat merindukan green ia takut cucunya akan kenapa-kenapa.
Namun tanggapan Greenland hanya cuek saja, ia masih belum bisa melupakan kemarin.. Lalu dia Hanya berdehem saja, ia pun meminta untuk Oma Kimberly untuk masak sesuatu, karena saat ini ia ingin masak makanan yang di buat oleh oma Kim.
Melihat perubahan dari diri Greenland membuat mereka terkejut, sekaligus sedih karena melihat sikap green.
"Greenland! Beginilah sikap kamu kepada yang lebih tua?"Bentak Grey's yang tak tahan akan sikap green terhadap keluarganya.
Green yang mendengar suara keras papahnya hanya tersenyum sinis, apa dia belum nyadar dia juga pernah melakukan itu kepada sang mama kandungnya.
Tak ingin menjadi keributan yang hebat, Kim membawa green pergi dari hadapan Keluarga'nya, dan Faisal berbicara kepada mereka mungkin saat ini green sedang trauma karena anak sekecil green harus mendengar kebenaran pahit dari keluarganya.
***
Saat ini Vanandya dan lain yang mendengar kepulangan Greenland, mereka langsung memutuskan untuk mengunjungi kediaman Marquez, karena hazel sangat merindukan sosok anak yang pernah singgah di dalam rahimnya.
Mereka, pun masuk kedalam mobil masing-masing dan mereka pergi ke kediaman Marquez dengan beriring-iringan,
Berapa menit kemudian mereka terlah tiba di kediaman Marquez yang sangat besar. Satu per satu mereka keluar dari mobil mereka.
"Sayang apa kamu sudah siap?"Varisa yang melihat kegugupan putrinya karena ingin bertemu dengan green.
Huffthh! Hembusan kasar hazel keluar begitu saja, ia sudah siap untuk bertemu dengan putranya walaupun resikonya dia akan di benci oleh sang anak.
Hazel pun menganggukkan kepala sebagai jawaban karena jujur saat ini ia sedang mempersiapkan untuk bertemu green.
Langkah demi langkah mereka memasuki pintu utama mansion Marquez, saat sudah berada di depan mereka hazel langsung bertanya kepada Grey's dan keluarga.
__ADS_1
"Grey's dimana Putraku?"Hazel
"Bagaimana kamu tau kalau putraku sudah ada di rumah?"Bukannya menjawab Grey's palah berbalik bertanya kepada hazel.
"Itu karena aku yang menyuruh kalian untuk memberikan dokumen itu,"Ceplos Vanandya kepada mereka.
Semua keluarga terkejut jadi yang nelpon tadi adalah Vanandya, dan karena perkataan Vanandya tadi membuat vinton mau tidak mau memberikan dokumen dari Lian.
"Apa maksud kamu jadi kamu yang menelponnya tadi pagi?!"Vinton bertanya dengan dingin.
Vanandya merutuki kebodohannya karena keceplosan, jika saja ia masih bisa mengerem ucapannya mungkin ia tak berkata jujur.
"Anu.. Itu.. anu aku ga ingin melihat green terus berada di tangan mereka.. Akhh iya tidak ingin,"Ucap Vanandya gelagapan,
"Kau.."Ucapannya terputus saat melihat kedatangan green dan kim.
Green yang melihat orang asing di kediamannya. lalu ia menatap ke arah Kim untuk bertanya tenta siapa orang itu. Namun sebelum berkata Kim sudah lebih dulu berkata.
Green dan kim pun berjalan mendekati mereka. green ingin tau apa yang mereka lakukan di rumahnya.
Hazel yang melihat green ada di hadapannya meneteskan air matanya, ia tak sanggup harus berhadapan dengan green anak yang dulu ia berikan kepada Gisel.
"Greenland putraku,"Dua kata keluar begitu saja dari mulut hazel. Yang tak sanggup.
DEGHHH!
Green Sangat terkejut dengan perkataan wanita yang ada di depannya itu. "Kau siapa?"Tanya green kepada hazel dengan wajah yang tak bersahabat.
"Aku adalah ibu mu green, ibu yang melahirkan kamu"
__ADS_1
Green menatap wanita di depannya ia tau sekarang dia adalah wanita yang bernama hazel wanita yang sudah membuang dirinya dan di berikan kepada mamah Gisel.
"Oh jadi kau wanita yang membuang diriku demi uang, dan asalkan Tante tau mamaku hanya mama Gisel ga ada yang lain."Green menjawab pertanyaan hazel dengan membentaknya.
"Gak Green mama ga pernah melakukan itu mama ga pernah?"Ucap hazel yang sudah menangis karena ucapan anaknya,
"Sebaiknya kau pergi dari sini karena aku ga butuhkan kamu ada di sampingku.., Dan jangan harap aku akan memanggilmu mamah?"Green mengusir hazel untuk segera pergi dari rumahnya.
Seluruh keluarga merasa terkejut dengan perkataan green, hazel yang mendengar itu pun bersimpuh di hadapan putranya untuk memaafkan dirinya.
"Haii, berani sekali kamu mengusir mamaku?"Teriak seorang anak yang umurnya tidak jauh dari green., dia tidak suka kalau Mamahnya di hina oleh orang lain.
Belum reda rasa terkejutnya mereka yang mendengar perkataan green sekarang ia di buat terkejut lagi dengan ucapan seorang anak kecil yang sangat mirip dengan Grey's kecil.
"Sekali lagi kau tidak menghormati mamaku akan ku buat kau menderita camkan itu?!"Suara dingin grayland kepada green.
"Cih, siapa kamu yang berani berbicara seperti itu? Asalkan kau tau kalau aku adalah anak tunggal dari Grey's dan Gisel."Green tak terima kalau ada seorang yang berani melawan dirinya.
"HAHA! Kau ingin tau siapa aku? Aku adalah.. Adalah apa ya? Oh ya aku adalah anak dari hazel marbella lacerta,"Ucapan grayland membuat Grey's dan keluarga saling tatap, dia lalu menatap ke arah hazel.
Hazel langsung melerai kedua putranya, dia tidak ingin kedua putranya bertengkar.. Karena jika itu sampai terjadi akan membuat hatinya sakit. "Sayang sudah ya jangan bertengkar kalian ini sodara jangan ada yang bertengkar."
"AKU SODARAAN SAMA DIA OGAH!"Ucap Kedua putra pria remaja, mereka tidak ingin menginginkan saudara satu sama lain.
"Udah stop, asalkan kalian tau kalian adalah lahir di rahim mama, kalian paham jika kalian seperti ini,, lebih baik kalian gak akan pernah bertemu dengan mama lagi! Bukannya kamu senang green dan bukanya kamu tak menginginkan aku sebagai mama kamu? Maka hari ini kalian akan melihat jasad mama"Hazel berkata dengan datar ia tak menyukai hal seperti ini. Ia pun dengan rasa sakit berlalu keluar dari kediaman Marquez.
"Grayland, Oma tak mengajari kamu seperti ini ya? Dan liat karena kelakuan kalian mama kalian hancur,, Green memang mamah kamu tak membesarkan kamu tapi mamah kamu bertarung nyawa hanya bisa menyelamatkan kamu tapi kamu tega berkata seperti itu."Varisa sangat kecewa kepada kedua cucunya. Ia pun pergi menyusul anaknya agar tak berbuat aneh-aneh karena kelakuan kedua anak dari hazel.
grayland pun bersedih atas apa yang terlah ia katakan, ia hanya bisa menyesali perbuatannya.. Vanandya pun berjongkok di depan kedua putra hazel ia ingin memberikan nasehat kepadanya.
__ADS_1
"Sayang apa kalian tau kalau..."