
"VALEEQA NAYESHA MARQUEZ.!" nama yang di berikan Vanandya kepada putri angkatnya, dia sengaja memberikan nama belangnya kepada putri angkatnya, agar nama dirinya tidak hilang.
Valdes, yang mendengar nama putri angkatnya merasa senang karena nama yang di berikan oleh istrinya sangat cantik, dan dia juga sengaja menambahkan nama belakang keluarganya kepada anak perempuannya.
Setelah, memberikan anak itu nama, mereka langsung pergi ke ruang perawatan Hayden. Saat, mereka sudah sampai di depan Valdes membuka pintu kamar perawatan Hayden. Yang, di situ susah ada vernando dan istrinya yang sedang menemani Hayden.
"Vanandya, Hayden. Kalian sudah datang?" tanya Pitaloka, kepada adik iparnya.
"Iya, kak aku baru saja sampai. Dan, kak pita juga sedang di sini?" ucap Vanandya yang berbalik tanya kepada kakak iparnya.
Pitaloka, pun mengangguk. Lalu, melihat ke seluruh ruangan. Vanandya menanyakan keberadaan Hayden yang tidak ada di ranjang rumah sakit. Lantas dia bertanya kepada kakak'nya di mana Hayden berada.
Vernando, bilang kalau Hayden saat ini sedang berada di kamar mandi. Namun,
Saat, mereka sedang berbincang-bincang, Hayden keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah dinginnya. Sejak, pengkhianatan Kairo kepada Hayden membuat dia menjadi pria yang tidak banyak bicara.
"Kak, Hayden. gimana keadaan kakak sekarang?" tanya vanandya kepada Hayden. Vanandya, pun langsung membantu menuntun Hayden ke ranjang rumah sakit.
"Vanda , tidak sepantasnya kamu memperlakukan aku seperti ini. Aku, tidak ingin kamu mengasihani aku, atau memberikan tempat di dalam keluarga kamu, karena aku itu hanya pria rendahan yang di pungut oleh tuan besar. Bahkan, aku tidak mengetahui asal-usul ku sendiri," kata Hayden.
"Hayden, kamu jangan berkata seperti itu. Kamu, kan tau kalau aku sudah menganggap kamu sebagai seorang kakak untuk kami, dan sejak, papa mengangkat kamu menjadi bagian dari keluarga kami, saat itu juga. Aku, hazel, dan kami semua sudah menyayangi kamu. Jadi jangan mengatakan seperti itu lagi oke?" kata, vanandya marah karena Hayden mengatakan seperti itu,
"Baik, jika kamu seperti itu, maka aku tak akan pernah mengenal kamu lagi. Aku, kecewa sama kamu karena kamu menganggap kami tak menyayangi kamu, apa kamu tau semua keluarga mengawatirkan kamu saat kamu di sekap oleh kakek vinton. Bahkan, opa dan yang lain merasa bersalah karen mereka menyekap kamu.".sambung vanandya.
__ADS_1
Hayden, dan orang yang sedang berada di situ terdiam saat vanandya marah-marah kepada Hayden. Hayden, menyesal terlah mengatakan itu, dia tidak menyangka kalau vanandya akan semarah itu kepada dirinya.
Vanandya, yang marah langsung mengajak suami'nya pulang, karena dia marah kepada Hayden.Namun, baru di akan memegang pintu, Hayden langsung berlutut di depan vanandya.
"Vanda, maafkan aku? Seharusnya, aku tak mengatakan itu kepada mu." ucap Hayden, sambil bersimpuh di hadapan Vanandya.
"Berdirilah kak, aku bukan tuhan yang harus kamu sembah, aku kecewa saja sama kamu karena kamu tak menghargai kami sebagai keluarga. Teryata, selama ini kamu menganggap kami hanya sebagai atasan saja hah?" kata, vanandya.
"Hayden, Beri vanandya waktu karena vanandya masih marah dengan perkataan kamu yang tadi." timpal Valdes.
Hayden, pun berdiri lalu dia melepaskan selang infusnya, yang membuat vanandya, Valdes, pitaloka dan vernando terkejut dengan apa yang terlah Hayden perbuat.
Dia, lalu mengatakan dengan dingin dan datar. Namun, ada guratan kesedihan di wajah Hayden. "Baiklah Vanda. Kakak, akan pergi karena adik kakak sendiri sudah memulai benci sama kakak." kata Hayden. Dengan, menahan air matanya agar tidak keluar. "Asalkan, Vanda, tau Kaka lakuin itu agar Vanda benci dan mengusirku, karena kakak takut, karena kakak, Vanda harus memilih antara Kairo atau kakak." sambung Hayden. Dia, pun berjalan dengan sempoyongan, yang tak berapa lama dia jatuh kelantai.
Hal, itu membuat Vanandya dan yang lain terkejut, dia pun meminta kepada suami dan vernando untuk membopong tubuh Hayden, masuk kedalam kamar perawatan. Tak, lupa juga vanandya memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Hayden.
Mereka, pun kembali ke kamar perawatan Hayden. lalu Vanandya mendekati Hayden. "Kak, maafkan aku tak seharusnya aku seperti itu kepada kakak. Padahal, aku tau saat ini kakak sedang sakit." ucap vanandya, yang menyesal.
Valdes, hanya bisa mengelus rambut istrinya agar tidak perlu bersedih lagi. "Sayang, sudah dong. Jangan nangis lagi, kan kamu sudah janji untuk tidak menangis." ujar Valdes,
"Ekhmm.! Sepertinya, dunia hanya milik berdua yang lain numpang.?Apa, lagi suasana sangat mendukung." sindir seorang pria yang tak lain adalah Vernon, yang berdiri di ambang pintu, saat melihat dua orang pria yang sedang bermesraan dengan istri mereka.
Mereka, pun langsung menatap ke arah sumber suara. Dan, sontak mereka melepaskan pelukan, entah kenapa Vernon di takdirkan menjadi obat nyamuk. Bahkan, matanya sudah ternodai sejak dia melihat kakak dan kakak iparnya sedang bercocok tanam.
__ADS_1
"Sepertinya, kau selalu mengganggu suasana orang saja?" sindir Valdes kepada adiknya.
"Ya, habisnya, kalian romantisan di umum."
"Iri, bilang bos." ucap ke empat orang yang berada di depan Vernon.
Vernon, berdecak sebel melihat semua itu. Dia, kesal karena dirinya selalu menjadi penonton untuk mereka yang selalu mengumbar keromantisan mereka.
vernando, yang melihat wajah pria di depannya merasa tidak asing. Karena, wajah itu pernah mirip sekali dengan calon adik iparnya. " Apakah, kau vernon? Pria yang gagal menikah dengan tania?" tanya vernando.
"What! Dari, mana kau tau hal itu?" ujar Vernon yang terkejut mendengar vernando mengatakan itu, dia pun langsung duduk di dekat vernando.
Namun, vernando tak menjawab pertanyaan vernon, dia lebih memilih mengelus perut pitaloka,
"Ck" Vernon, kembali berdecak sebel karena dia merasa di abaikan oleh pria di depannya, dia sudah serius-serius, vernando malah mengelus perus istrinya.
Pitaloka, haya menggelengkan kepala, melihat kelakuan para pria di depannya. "Amit-amit, jabang bayi." ucap Pitaloka, sambil mengelus perutnya. Karena, itu sudah menjadi tradisi. Agar anaknya tidak seperti itu. Pitaloka, di suruh oleh ibunya untuk mengucapkan itu. di manapun berada agar anaknya tidak mengalami kenapa-kenapa.
"Oh, iya aku baru ingat aku membawakan makan siang untuk kalian, karena pasti kalian belum makan kan? Jadi, mama memasakan sesuatu untuk mantu dan putranya." kata Vernon. Yang, baru ingat kalau dirinya kesini adalah membawakan makanan untuk orang yang berjaga menemani Hayden.
Dan, mereka semua pun makan dengan tenang. Sampai berapa waktu mereka sudah menyelesaikan makan siangnya, Dan, itu bertepatan dengan sadarnya Hayden.
"Vanda?" panggil Hayden dengan lirih. Vanandya, yang sedang duduk di tepi ranjang pun dengan sigap membantu Hayden duduk dan dia memberikan minum kepada Hayden.
__ADS_1
"Kak, berjanjilah, jangan pernah mengatakan itu lagi?" ucap vanandya, kepada Hayden, yang sudah duduk.
"Kakak, berjanji, tapi....?"