CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Sepesial part 4


__ADS_3

Vanandya benar-benar sangat terkejut melihat Gisel tak berdaya bahkan, keadaannya sangat memerintahkan karena banyak luka di tubuh Gisel.


"Gisel apa yang terjadi?" ujar Vanandya yang saat ini sudah duduk sambil memangku kepala Gisel.


Walaupun Gisel sudah berbuat jahat, tapi jika ia melihat Gisel dengan keadaan yang sangat kacau ia tidak tega, bahkan saat ini gesek sedang tidak berdaya.


Gisel perlahan membuka matanya dan menatap Vanandya ada di depan mata. Rasa bersalah karena sudah menghancurkan keluarga Marquez terus saja berputar, bahkan ia tanpa sadar menitikkan air mata.


"Maafkan.. Aku vanandya, aku sudah menghancurkan keluarga kalian.." ujar Gisel dengan nafas yang tersengal-sengal. Karena ia sudah tidak kuat lagi.


"Untuk itu lupakan saja sel, saat ini apa yang terjadi kepada kamu?" tanya vanandya.


Gisel langsung teringat, kalau ia baru saja melahirkan seorang anak, dan anaknya saat ini berada di tangan Eriska untuk menjadi tumbal atau menjadi tebusan untuk mengambil kekayaan dari Marquez. Ia langsung menatap ke arah Vanandya dan berbicara dengan pelan.


"Vanda, tolong selamatkan putriku, saat ini Eriska akan menumbalkan putriku untuk melakukan ritual pengambilan kekayaan, dan dia juga akan mengancam kalian untuk mengambil kekayaan milik Marquez."


"Apa? Dasar brengsek! saya berjanji akan menyelamatkan putri kamu, dan saya juga akan membunuh wanita itu." ujar Vanandya.


Gisel tersenyum ke arah Vanandya karena sudah mau membantu dirinya, arena waktunya sudah akan habis ia pun membuka suara kepada Vanandya sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Va-vanda... Ak-aku.. Mo-hon.. Selamatkan putrku dan rawatlah dia seperti kamu.. mera-wat an-ak mu.. Kar-ena.. Waktu ku di sini.. sud-ah.. hampir... Habis.." ucap Gisel terbata-bata.


"Tidak Gisel apa pun yang terjadi kamu harus tetap bertahan demi putri kamu, walaupun sebenarnya saya membenci kamu dan ingin membunuh kamu, tapi melihat kamu seperti ini saya tidak tega. Aku ingin kamu hidup dan merawat anak kamu."


"Dosaku.. Su-dah.. terl-u banyak.. Aku sudah tidak... Pa-tas mendapatkan.. Ma-af dari kalian.. Ja-di aku.. Titip Putri ku..."


Setelah mengatakan itu Gisel menutup matanya dan tangan yang memegang tangan Vanandya terlepas. Karena tubuh'nya sudah tidak mempunyai jiwa lagi.


"GISELLLL..!"


Kematian, Gisel membuat vanandya merasa sedih, walaupun ia sangat membenci Gisel karena sudah menghancurkan Keluarga'nya bersama dengan Erika dan bersama dengan antek-anteknya.


Api kemarahan vanandya sudah mulai berkobar bahkan ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, ia meletakkan kepala Gisel di tanah dan Vanandya segera berdiri.


Ia menghampiri Eriska yang saat ini sedang melakukan pemujaan terhadap sang bayi yang ingin di korbankan untuk mendapatkan kekayaan yang sangat berlimpah.

__ADS_1


Dengan, cepat ia mengambil bayi itu yang sudah di letakan di tengah-tengah mereka, bahkan seorang pendeta sudah mulai menyalakan api suci.


"Brengsek..!!" bentak Eriska, karena pemujaannya buat sang bayi di gagalkan oleh Vanandya.


"Dasar wanita gila, kau sudah membuat anak dan bunda saya meninggal, Sekarang kamu ingin mengorbankan seorang bayi yang tidak bersalah." bentak vanandya sambil menggendong bayi mungil tersebut.


Hahaha..!!!


Tawa Eriska yang sangat keras terdengar oleh semua orang yang sedang mempertontonkan mereka.Karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa takut.


"Sekarang, kembalikan bayi itu, karena ini tidak ada urusan dengan kamu." bentak Eriska.


Saya tidak akan memberikan anak ini kepada kamu, karana apapun yang terjadi saya tidak akan pernah membiarkan kamu mengorbankan anak dari Gisel dan Grey's." ucap vanandya.


Ia langsung mengambil selendang yang berada di patung seorang Dewi dan ia pun menggendong bayi itu di belakang karena ia akan melawan Eriska karena ini adalah kesempatan yang tepat untuk membunuh Eriska.


Saat Eriska akan mengambil bayi tersebut dari tangan Vanandya, dengan lincah Vanandya memegang tangan Eriska lalu ia memelintir tangan Eriska ke belakang.


"Kali ini saya tidak akan membiarkan kamu menang begitu saja. Apa lagi kamu sudah berbuat dosa kepada keluarga saya. Dan saya tidak akan memaafkan kamu." ucap Vanandya, langsung mendorong Eriska.


Hal itu sampai membuat Eriska tersungkur ke depan karena Vanandya sudah mendorong dirinya.


*


*


*


*


Sementara itu di mall.


Saat ini rebecca, Kim dan para mantu dari rebecca sedang mencari keberadaan vanandya karena mereka sejak tadi tak kunjung menemukan keberadaan Vanandya. mulai dari lantai sayu sampai lantai Sepuluh mereka tidak menemukan vanandya.


"Bagaimana ini, vanandya tidak ketemu juga?" ujar rebecca merasa khawatir akan keadaan vanandya.

__ADS_1


"Tadi terakhir kalian bersama dengan vanandya dimana? tanya Kim.


"Kami terakhir berpisah dengan vanandya saat Vanandya berada di toko kemeja. Karena mungkin saat itu vanandya ingin membelikan kemeja untuk suami'nya." ujar astuti.


Saat mereka akan pergi mereka berpapasan dengan para suami mereka yang saat ini berada di hadapan meraka.


Valdes dan. yang lain menatap mereka dengan tatapan bertanya karena melihat wajah mereka yang sangat tegang dan sangat panik.


"Kenapa?"


"Valdes... Vanandya?"


"Ada apa dengan Vanandya?" tanya Valdes yang sudah naik pita. Apa lagi saat ini kondisi istrinya sedang tidak stabil setelah kejadian pemakaman anak mereka.


"Vanandya hilang."


Deg.


Valdes terkejut mendengar itu, dengan cepat ia pun segera mencari area mall tersebut bahkan ia menyelusuri setiap toko. Karena ia begitu mengkhawatirkan akan keadaan istrinya.


"Sayang, sebenarnya kamu kemana sih? Kenapa kamu selalu menghilang? Apa kamu tidak tau kalau saat sangat mencemaskan kamu." gumam Valdes sambil menyelusuri tempat-tempat yang berada di mall.


Ia langsung teringat, ia pun menelpon Kairo untuk memasang foto Vanandya di mall agar pengunjung atau vanandya melihat poster yang di pasang olehnya. Bahkan ia juga memberikan pengumuman jika ada yang melihat Vanandya segera melapor.


Dan lima menit mencari ada tiga orang wanita yang datang menghampiri keluarga Marquez, karana meraka melihat poster tersebut mereka jadi teringat akan sosok wanita yang dia temui tadi.


"Apa , tuan sedang mencari nona yang ada di poster?" tanya pengunjung A.


"Iya, kami sedang mencari keberadaan wanita itu, Apa kalian melihatnya." tanya rebecca, yang saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul di restoran yang berada di mall.


"Benar, nyonya tadi kami sempat berbincang-bincang sedikit, dan mungkin saat ini nona sedang berada di kuil." ujar pengunjung B.


"Kuil? Apa yang sedang istri saya lakukan di sana?" tanya Valdes.


"Mungkin saat ini nona sedang ingin menyelamatkan seorang anak yang akan menjadi tumbal untuk melancarkan kekayaan agar dia bisa memiliki kekayaan tersebut." ujar pengunjung c.

__ADS_1


Hal itu membuat keluarga Marquez terkejut karena mendengar apa yamg di katakan oleh para wanita yang melihat vanandya. Dan pikiran mereka langsung mengerti akan maksud wanita di depannya, kalau Vanandya pergi ke kuil hanya untuk menyelamatkan seseorang anak yang ingin menjadi tumbal.


"Jangan-jangan..


__ADS_2