
"Tanu, sebaiknya kamu persiapkan dirimu saja jangan mikirin Thommy.. Biarkan Thommy menjadi urusan kita"Ucap Rudra kepada Tanu, ia ingin Tanu fokuskan terlebih dulu kerjaan yang ia berikan kalau masalah Thommy ia yang akan mengurusnya.
Tanu yang ingin membantah pun tidak bisa karena waktu untuk pekerjaannya sudah tidak lama lagi. Dengan terpaksa ia menujui perintah Rudra walaupun berat,
Mereka pun melanjutkan sarapan pagi karena mereka akan mengunjungi mansion Vanandya. Tapi tidak dengan Hendrik karena dia akan ada rapat koordinasi dengan instansi.
Tanu dan opa rudra juga tidak bisa apa lagi Rudra akan mendidik Tanu tentang bisnis, kecerdikan dan kekuatan. Apa lagi nanti dia akan berhadapan dengan lawan-lawan yang sangat licik dan kuat.
***
Sementara di kediaman Marquez Grey's sangat marah karena dia baru saja mendapatkan telepon dari penculik anak'nya kalau ia harus segera memberikan dokumen yang vinton sembunyikan.
Grey's pun langsung bergegas menemui kakeknya yang berada di ruang keluarga dengan minum secangkir kopi yang terlah istrinya buat.
"Ayah,"
"Kakek,"
Ucap dua seorang pria yang saling berlawanan. Vinton yang sedang menyeruput secangkir kopi langsung terbatuk-batuk karena mendengar suara di pagi hari.
Vinton pun mengalihkan pandangannya ke arah tembok, ia melihat cucunya sedang berjalan mendekatinya lalu ia mengalihkan lagi ke arah pintu utama ia melihat anaknya yang sudah lama tak pulang teryata sekarang ada di depannya.
"Sumsang!"Teriak wanita yang dari dapur saat melihat kedatangan suami sayangnya itu. bahkan teriakan itu membuat seisi rumah menjadi gaduh dengan perbuatan. Kimberly.
Faisal Agustin Marquez. Yang baru saja pulang dari negri sebrang, karena dia harus mengurus perusahaan yang ada di sana.. Karena kantor di sana sudah semakin mengembang pesat, Jadi dia harus menundanya untuk pulang..
Faisal pun langsung memeluk istrinya yang sangat manja dan lebih muda dari dirinya. Mungkin terpaut tiga puluh tahunan, jadi Faisal akan sangat protektif terhadap istrinya Kim, apa lagi dengan pakaian kim yang sangat terbuka dan badan seperti gitar Sêpanyol akan membuat Faisal was-was.
__ADS_1
Saat ini keluarga kembali duduk setelah melepas rindu dengan Faisal.
"Kak jadi gimana apa kamu sudah mengetahui tentang perusahaan Tholense?"Victor bertanya kepada kakak tirinya Faisal. Karena Victor tau kalau perusahaan yang di kelola Faisal dengan perusahaan Tholense, saling berkerja sama.
"Menurutku sih biasa saja tidak ada masalah bahkan kinerja mereka bagus tidak ada yang merugikan."Ucap Faisal saat mengingat tentang kerja samanya dengan perusahaan itu.
Mereka terdiam namun ucapan Grey's membuat mereka terkejut, karena mereka sudah mengetahui kalau vinton terlah menyembunyikan dokumen dari Lian.
Vinton jadi bimbang antara menyelamatkan nyawa cicitnya atau menyelamatkan dokumen-dokumen yang Lian tinggalkan kepadanya.
Namun telepon mengejutkan mereka, dengan cemas vinton mengangkat panggilan telepon dari seorang yang tidak tau namanya.
"Hallo"
"Lebih baik kakek serahkan saja dokumen itu,"
"Apa kau gila! Jika aku memberikan sama saja aku terlah berpenghianat kepada Lian dengan memberikan dokumen itu kepada musuh!"Kakek vinton membentak orang yang berada di sebrang.
"Jadi serahkan saja, karena aku sudah mempersiapkan segalanya jadi tak perlu khawatir untuk jadi pengkhianat."Sambungnya langsung mematikan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari tuan vinton yang sedang marah. Namun ia kembali memikirkan apa yang terlah wanita itu katakan, dan ia pun dengan rasa sedih ia memberikan dokumen itu, untuk menukarnya dengan Greenland.
Grey's menatap dokumen yang berada di tangannya, karena dokumen ini anaknya harus di culik dan di buat menderita oleh mereka.
"Pergilah dan selamatkan cicitku? apapun yang terjadi nanti aku akan mengikhlaskan dokumen itu berada di tangan mereka."Ucapnya.
Mereka juga tidak ingin menyerahkan dokumen penting yang di tinggalkan oleh Lian, tapi karena keselamatan keturunan mereka.
Hayden yang memang sudah mengetahuinya pun datang kekediaman mansion Marquez, karena di suruh oleh Mrs'nya untuk mengawal Grey's menemui mereka.
__ADS_1
Grey's pun menelpon penculiknya untuk berduel dengan secara sehat, karena mereka tak ada hubungan apa-apa, jika dia memberikan Green dengan selamat tanpa luka maka ia akan memberikan dokumen itu secara sukarela..
Pihak musuh pun menujui saran dari Grey's, tanpa ada perkelahian, karena mereka cuma membutuhkan surat-surat yang terlah Lian berikan. Karena jika surat itu jatuh ke tangan mereka, mereka akan mendapatkan kekayaan Tholense.
Grey's, Victor, Faisal, virendra dan Hayden asisten pribadi Mrs Vanandya., setelah kepergian mereka vinton merasa sedih karena dia sudah mengingkari janjinya untuk menjaganya.
Agni dan meneer hanya bisa menguatkan suami mereka untuk tidak bersedih lagi karena surat-surat berharga sudah tidak ada di tangannya.
"Yang kita lakukan adalah mencari nona muda calissa A, karena jika nona calissa masih hidup akan ada kemungkinan bahwa kekayaan itu jatuh ke tangan nona muda, bukan Cahyani."Usul Kim, karena ia tau yang berhak atas semua itu adalah nona muda.
Vinton, agni, meneer dan Rebecca tersenyum dengan ide Kimberly.. Jika apa yang di katakan oleh Kim benar, maka mereka harus menemukan keberadaan sang nona muda.
***
Sementara seorang wanita baru saja mandi setelah di gempur oleh calon suaminya, bahkan ia tidak tau kalau Keluarga'nya datang ke kediaman dirinya.
Ia lalu meninggalkan Valdes yang masih terlelap dengan tubuh tela***ngnya, saat sedang menuruni anak tangga ia mendengar suara seseorang, ia pun langsung bergegas menemui anaknya.
"Mamah!"Gumam Vanandya yang melihat mamah dan keluarga ada di depannya saat ini.
"Aduhh enak yah yang habis malam pertama buat para calon pengantèn."Sindir varisa saat melihat kedatangan putrinya.
BLUSH! Wajah cantik Vanandya tiba-tiba memerah bak tomat rebus. Karena mendengar sindiran sang mamah, rasanya Vanandya ingin menenggelamkan dirinya di air dari pada harus mendengar sindiran wanita-wanita gosip.
Hazel pun ikut menimpali. "Sepertinya adik iparku sangat ganas melebihi singa atau hewan yang lain."Ucap hazel saat melihat tanda kepemilikan yang begitu banyak di leher, tangan, kaki dan yang terakhir dia tidak bisa menjelaskan karena tertutup.
Belum lagi malunya reda karena perbuatan mama, dan sekarang harus di buat malu juga oleh kakak'nya yang mengatakan ganas. Ingin pergi ia tidak bisa, tapi jika di sini saja ia akan menjadi bahan pembicaraan oleh keluarganya. uhhh serba salah.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu mandi tidak bangunin aku? kan aku jadi gak bisa mandi bareng"Ucap seorang pria yang hanya menggunakan kolor berbentuk Dora the Explorer. Pria itu tak menyadari kalau dia sedang di lihatin oleh pasang mata, karena malu Vanandya menyeret Valdes untuk menjauh.
"Mommy apa dedek bayinya udah jadi?"