CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 82


__ADS_3

"Mommy apa dedek bayinya udah jadi?"Ucapan Vagas, membuat Valdes tersedak. Karena perkataan sang anak, belum lagi hilang rasa malunya kepada mertua, yang berjalan menghampiri calon istri hanya menggunakan kolor berbentuk Dora, sekarang kembali lagi saat anak mengatakan dedek bayi.


Vanandya hanya menatap tajam ke arah Valdes untuk menjawab pertanyaan anak laki-laki, karena ia sudah sangat malu karena perbuatan Valdes dan sekarang dia yang harus menjawab.


Valdes memikirkan berapa jawaban yang ada di otaknya, saat sedang mencari jawaban sebuah buku pernikahan tergeletak di dasar otaknya. "Sayang sepertinya mommy ga bakalan punya dedek sebelum Oma menikahkan kita,"Ekspresi wajah Valdes di buat-buat agar anaknya merasa iba.


Dan sesuai prediksi Valdes Vagas berbicara kepada Oma varisa untuk segera menikahkan Daddy dan mommy agar dia bisa memiliki seorang adik, karena dia ingin memiliki seorang adek.


Varisa menatap nyalang ke arah Valdes karena ucapan dia dirinya harus terjebak dengan perkataan cucuku nya, walau sebenarnya ia yang mengusulkan cucunya untuk mengejek Valdes, tapi sekarang dirinya kena ucapan Vagas.


Vegas yang sejak tadi diam, mengajak Vagas dan Thommy untuk pergi bermain, karena dia tak ingin adiknya tercuci otak'nya oleh para orang tua.


"Gimana camer?"Ucap Valdes sambil menarik turunkan alisnya. Tanda mengejek varisa,


"Baiklah aku akan menikahkan kalian jika cucuku sudah selamat,"Ucap varisa dengan tegas kepada Valdes, dari pada anaknya berbuat dosa.


Vanandya membulatkan matanya tak menyangka kalau bundanya akan begitu mudah mengijinkan dirinya menikah.


Valdes sangat bahagia karena camer akan menikahkan dirinya dengan vanandya. "Akan ku nantikan hari itu tiba?"


Oma Eleanor yang nyimak pun berkata kalau dirinya yang akan mengurus pernikahan cucu dan cucu mantu'nya, karena dia tidak ingin pernikahan cucunya yang sederhana maka ia mempersiapkan semuanya dari sekarang, ia ingin acaranya di halaman terbuka.


"Mantu, sebagai syarat pertama aku ingin kau memberikan sebuah pulau pribadi, jett pribadi dan sebuah mansion yang ada di pulau pribadi itu,"Ucapan varisa yang tiba-tiba membuat keluarga tercengang dan membulatkan matanya,


Valdes yang mendengar varisa memberikan syarat pun langsung memanggil Kairo dalam 5 menit, karena permintaan calon mertuanya sangat berharga dari pada nyawa sahabatnya.


5 menit berlalu saat ini seorang pria tengah berlari dengan terburu-buru, dari pintu utama sampai ke ruang keluarga yang terdapat tuan dan nyonya Valdes. dia belum menyadari kalau ada keluarga lacerta di belakangnya.

__ADS_1


"Tuan gila, apa kau ingin aku mati begitu bahkan aku tidak mandi untuk datang menemui mu"Kairo Sangat kesal pasalnya dia lagi tertidur dengan nyaman, tapi karena ponsel membuat tidurnya terusik.. Mau tidak mau dia mengangkatnya dan setelah mengangkat panggilan dari tuannya ia tercengang.


Bahkan dia harus tidak mandi dari rumah karena keburu waktunya habis, ia pun langsung turun dari apartemennya dan masuk kedalam mobil supportnya, sebelum menjalankan ia memerintah perusahaan pengawas untuk menutup jalan yang akan ia lewati. Dua menit sudah berlalu dia pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi bahkan jalanan sampai mengeluarkan api. Tiga menit kurang ia sudah sampai ke halaman mansion, dengan cepat ia masuk kedalam mansion.


Menyadari ucapan Kairo membuat semua orang menutup hidungnya, dan sedikit menjauh dari kai.


Kairo hanya cengengesan saat menyadari akan perkataannya lalu ia berkata. "Ada apa tuan menyuruhku datang kesini?"


Valdes menunjuk ke arah calon mertuanya itu.. Kai pun mengikuti tangan tuannya yang menunjuk ke arah belakang dirinya.


Ohh hari sial kai datang juga entah mimpi apa dia harus berhadapan dengan para nyonya lacerta yang memiliki kekejaman di atas rata-rata.


Kairo pun memberikan salam kepada para Nyonya lacerta, dengan gugup karena keluarga itu sangat menakutkan dari para wanita lainnya,


"Ada apa kai? Kenapa kau seperti ketakutan begitu,"Tanya varisa kepada kai.


"Kai, aku ingin kau membeli sebuah pulau pribadi dan jett pribadi atas nama nyonya Varisa lacerta, lalu bangunkan sebuah mansion di sana dalam kurun waktu satu tahun mansion itu harus sudah jadi."Valdes berbicara dengan kai.


Kai kembali tercengang dengan ucapan sang tuan, namun ia tidak bisa membantah ia pun menuruti keinginan tuannya dengan mudah kalau sudah ada dana masuk ke dalam rekeningnya.


KLING! Sebuah notifikasi muncul di ponsel dan tertulis sebuah angka yang masuk dengan telor yang sangat banyak. 500 juta masuk kedalam rekening Kairo.


Setelah itu kai menyuruh anak buahnya untuk mencari pulau pribadi yang akan ia beli atas nama nyonya varisa, sesudah beres kai menumpang mandi di mansion tuannya.


***


Sesuai perjanjian tadi pagi Grey's sedang berhadapan dengan nona muda Cahyani, yang seumuran dengan dirinya.

__ADS_1


"Gimana tuan Grey's apa kau sudah menyiapkan surat itu?"Tanya nona muda Cahyani.


Lalu Grey's menunjukkan surat yang dulu tuan Lian memberikan kepada kakeknya. "Itu adalah surat yang Lian berikan kepada kakekku."Ujar Grey's dengan dingin.


Nona muda Cahyani pun menyuruh asisten untuk mengecek keaslian dari surat itu karena dia tak percaya begitu saja bisa-bisa ini adalah rencana licik dari mereka yang memberikan surat palsu.


Asisten dari nona muda pun menjawab kalau surat yang di berikan oleh Grey's memang asli dari tulisan tuan Lian, karena tulisan tuan Lian tidak ada yang bisa menirukan tulisannya.


Mendengar itu nona muda Cahyani merasa senang karena sebentar lagi kekayaannya jatuh tangannya, lalu ia menyuruh anak buahnya untuk membawa green ke hadapannya.


Grey's yang melihat tubuh kurus Putranya merasa marah karena. anaknya tidak di rawat dengan baik. "Beraninya kau memperlakukan putraku seperti ini?"Ucap marah Grey's.


"Ya itu karena anakmu yang keras kepala susah di atur makanya saya memperlakukan anak anda seperti itu."Kata nona muda Cahyani dengan sinis. "Sebaiknya kau berikan surat itu lalu bawa putra keras kepala mu itu?"


Grey's yang memang males harus berhadapan dengan wanita ular di depannya pun memberikan surat itu lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa putranya.


Setelah pertukaran itu selesai Grey's membawa green masuk kedalam mobil dan membawanya kedalam mansion.


***


"Aku takut penculik green akan mengelabui kita."Tuan vinton bbergumam dia merasakan sedih karena harus menyerahkan surat itu kepada penculik green.


"Kau tau siapa orang yang menyuruhmu memberikan surat itu?"Agni bertanya kepada suaminya.


Vinton menggelengkan kepalanya ia tidak mengenali sura wanita itu namun, dia mengatakan dengan keyakinan kalau dirinya harus memberikan surat itu.


Mereka hanya menunggu semoga ada kabar baik dari wanita itu lagi, pasti dia sudah mempersiapkan segalanya untuk menghancurkan mereka.

__ADS_1


"OMA KIM!"


__ADS_2