CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 24


__ADS_3

Kedua insan yang sedang memadu kasih dengan sangat panas, mereka tidak kenal lelah sebelum pelepasan terjadi kembali.


Virendra terus saja memompa, agar air susu ajaib keluar dari waduknya, Ia ingin segera memiliki keturunan jadi ia berkerja keras supaya air susu ajaibnya bisa keluar dan menyiram tanaman yang sedang sepi di dalam gua.


Vanandya hanya pasrah saat suaminya menggempurnya dengan sangat kasar, ia sangat membenci pada pria di atasnya itu,


Berjam-jam mereka melakukan, sampai mereka tak menyadari kalau bulan sudah menggantikan posisi sang matahari.


10 jam terlah berlalu, mereka baru saja melakukan pelepas. Virendra ambruk di tubuh istrinya itu.


Vanandya memejamkan matanya ia sudah sangat lelah atas permainan yang di lakukan oleh, virendra.


Virendra yang melihat istrinya sudah tertidur, ia langsung bangun.


"Teryata bermain dengan mu sangat nikmat, aku tinggal nunggu saja bibit unggul aku jadi."Gumamnya saat melihat ada cakaran yang di lakukan istrinya.


Virendra lalu mencium perut rata istrinya itu. Ia sangat yakin kalau istrinya bisa mengandung buah cintanya.


"Kau harus mengandung anakku.. Gimanapun caranya, karena pernikahan sialan ini membuat aku harus meninggalkan kekasih ku. Jika anak kita sudah lahir baru aku akan mengeluarkan kamu dari keluarga Marquez. Karena aku sama sekali tidak menginginkan kamu dalam kehidupan ku."


Tanpa di sadari oleh virendra, Vanandya mendengar semua apa yang terlah suami'nya katakan, ada aura kemarahan yang terpancar di tubuh wanita itu.


***


Pagi menerpa pasangan yang baru saja tertidur, karena pertempuran yang mereka lakukan di atas ranjang. Mereka masih enggan untuk membuka matanya,


Vanandya, pun membuka matanya, pandangan yang ia lihat adalah sebuah selimut yang berbentuk seperti tenda. Ia baru menyadari kalau mereka tidur tak menggunakan apa-apa.


Vanandya pun bangkit dari tidurnya, ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya yang bau terkena, susu ajaib dari suami'nya yang sudah mengering.


Setelah membersihkan badannya ia lalu pergi ke walk in closet, tempat untuk menyimpan semua baju dan perhiasannya.


Saat sudah rapi ia akan keluar dari kamarnya. Namun, di cegah oleh virendra.


"Bisakah kau memberikan aku baju ganti?"


Tanpa menjawab pertanyaan suaminya ia pergi walk in closet ia sedang mencari baju pria, karena setahu dirinya ia pernah menyimpan baju pria.


Setelah ketemu ia keluar dan memberikan baju ganti kepada suaminya.


"Saya harap bajunya cocok di pakai di tubuhmu."


Virendra memicingkan matanya, kenapa ada pakean pria di kamar istrinya apa, istrinya pernah membawa pria lain ke dalam kamarnya selain dirinya. Atau mungkin dia juga pernah menyentuh tubuh istrinya.

__ADS_1


"Kenapa bisa ada pakean seorang pria di kamarmu?"


Namun, Vanandya tak akan pernah mengatakan kepada suaminya itu ia lebih memilih pergi dari kamarnya.


"JAWAB AKU!! KENAPA BISA ADA PAKEAN SEORANG PRIA DI KAMARMU?"


"Urusannya dengan mu apa? Bukannya perjanjian awal sudah jelas kalau kita tak berhak mencampuri urusan pribadi."Vanandya berkata dengan sangat dingin. Ia bukan wanita lemah yang mudah di tindas oleh orang-orang, ia akan melawan jika orang itu menindas dirinya.


Virendra terdiam, kenapa ia jadi seperti ini. Apa ada yang salah dengan-nya, harus'nya di tak mencampuri urusan istrinya itu. Tapi kenapa ia menjadi sangat kesel jika ada baju seorang pria lain di dalam kamar istrinya, harusnya baju dirinya yang ada di kamarnya.


Ia lalu pergi meninggalkan Vanandya, ia berjalan ke arah kamar mandi, dengan tidak menggunakan apa-apa, dirinya sangat seksi apa lagi juniornya sangat panjang. Tidak salah kalau banyak wanita suka pada dirinya.


**


Di dapur Vanandya sedang memasak sarapan pagi dengan di temani bundanya. Walaupun mereka mempunyai banyak maid, mereka lebih suka memasak untuk Keluarga'nya.


"Sayang apa kerjaan kamu udah beres?"


"Belum bunda, mungkin masih lama lagi."


"Kamu harus segera menyelesaikan pekerjaan kamu sayang."


Saat mereka sedang mengobrol sambil memasak makanan pagi. Virendra datang mengejutkan mereka.


Vanandya dan varisa, terdiam saat mereka mendengar suara virendra, lalu mereka berbalik ke belakang.


"Oh mantu kamu sudah datang?"


"Pekerjaan apa yang kalian omongin?"


Bunda varisa menghela napasnya sejenak ia lalu menceritakan, kalau vanandya sedang latihan bekerja di perusahaan ayah'nya. Karena vanandya adalah anak tunggal mereka, jadi Vanandya harus siap mengurus perusahaannya.


Virendra mengangguk-anggukan kepalanya, ia baru sadar kalau vanandya adalah anak tunggal dari keluarga lacerta.


Bunda varisa, lalu mengajak anak dan mantu'nya untuk segera sarapan. Mereka pun asik makan, tidak ada yang bicara sedikit pun.


"Sayang nanti sore bunda akan menyusul suami bunda, jadi kamu baik-baik ya di sini, jangan melakukan hal gila."Ujar varisa kepada anaknya.


Lalu ia menatap ke arah mantu'nya itu. Ia juga memberikan peringatan kepada pria di depannya.


"Viren, bunda titip Vanandya. Karena dia sangat nakal, Jangan pernah kamu sakiti anakku, karena dia adalah mutiara keluarga kami satu-satunya."


Virendra menganggukkan kepalanya saja,

__ADS_1


"Iya bunda, vir akan menjaga vanandya dari siapapun."


Mereka pun telah menyelesaikan sarapannya, Vanandya dan juga virendra berpamitan untuk pergi ke kediamannya. Namun, sebelum mereka memasuki mobil, yang bunda berkata kepada mereka yang membuat terkejut.


"Sayang, mantu. Bunda titip salam ya buat caca, mama kalian. Dari sahabat SMP-nya, Sasa,"


"Bunda kenal dengan mama Rebecca?"Tanya Vanandya, dan tatapan mata virendra yang seolah-olah juga bertanya.


"Kamu tanya aja kepada mama kalian,"


Varisa pun masuk kedalam mansion'nya setelah berkata seperti itu, ia ingin membuat anaknya di terima oleh sahabatnya itu.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya saja, karena bunda varisa tak menjawab pertanyaan mereka. Mereka lalu masuk kedalam mobil, mobil itu pun berjalan meninggalkan mansion lacerta.


**


Setelah sampai mereka keluar dari dalam mobil, lalu mereka berjalan memasuki mansion Marquez.


Saat mereka memasuki mansion banyak sekali tatapan tajam mengarah kepadanya dan suami'nya.


"Dari mama saja kalian?"


"Habis dari mansion lacerta."


Sang mama Rebecca sangat kesal kepada anaknya, adiknya sedang dalam musibah dia palah asik dengan istrinya di rumah keluarganya.


"Hm mah, ada salam dari sahabat smp. Mama, Sasa."Dengan ragu-ragu vanandya mengatakan itu kepada mertuanya.


Sontak perkataan dari vanandya mengejutkan Rebecca. Ia tak mendengar lagi tentang sahabat'nya itu, padahal dulu mereka sering melakukan barang, mulai dari makan bareng, mandi bareng, kost bareng. Tapi semenjak mereka lulus smp, mereka lepas kontek.


"Sasa?"


"Dari mana kamu kenal sasa?"


"Hm itu adalah bunda saya."


DEGH. Rebecca kembali terkejut, teryata vanandya adalah anak dari sahabatnya Sasa.


"Di mana dia sekarang?"


"Dia akan berangkat nyusul ayah."


Anggota yang hanya menyimak pembicaraan Rebecca dan vanandya hanya diam saja. Mereka juga sangat penasaran siapa ' Sasa ' Sebenarnya.

__ADS_1


"Hai singa betina...


__ADS_2