
"Ma. Apa valdes sudah memaafkan mama?" Grey's bertanya kepada rebecca. Karena, dari interaksi mereka seperti ibu dan anak pada umumnya. Dan, dari cara valdes juga seperti sudah menerima kembali kehadiran sosok seorang ibu di sampingnya.
Rebecca pun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum ke arah putra sulungnya yang bertanya seperti itu. Walau bagaimanapun juga mereka semua adalah putranya. Apapun kesalahan seorang anak seorang ibu tak pernah membenci dan kepadanya.
Mereka pun kembali makan dengan tenang. Namun, Rebecca merasa sedih karena tidak melihat ibu mertuanya ada di sampingnya. Saat, dirinya bertanya kepada suaminya maupun yang lain mereka hanya menjawab kalau ibu mertuanya sedang berada di luar negri. Untuk memulihkan kondisi,
"Suamiku kapan meneer akan pulang?" tanya Agni di sela-sela makanya. Yang, melihat kursi masih kosong, ia sangat merindukan meneer yang sering mengobrol bareng saat suami dan anak-anak mereka sedang berkerja.
DEGHH
Semua orang terdiam mendengar perkataan dari agni yang menanyakan tentang meneer. Mungkin ini adalah saatnya untuk memberi tau yang sebenarnya kepada Agni, rebecca dan Kimberly.
"Kalian ingin bertemu meneer?" ucap vinton.
Ketiga wanita berbeda generasi itu pun menganggukkan kepala, karena mereka sangat rindu akan sosok meneer. Semenjak mereka sadar dari koma, mereka belum pernah melihatnya.
Vinton pun menyuruh menyuruh mereka bersiap setelah makan siang berakhir. Namun, valdes akan ada rapat penting jadi dia tidak bisa ikut dengan mereka.. Begitu pun yang lain mereka sedang sibuk dalam urusan mereka masing-masing,
Setelah makan siang valdes langsung berpamitan kepada keluarganya untuk kembali ke kantor dengan vanandya yang terus berada di sampingnya. Sebenarnya, vanandya tidak ingin ikut tapi valdes memaksa bahwa vanandya harus berada di sampingnya.
Bahkan mereka tidak memikirkan anak-anak mereka yang sedang membuat keributan di sebuah mansion kraton. Semenjak satu bulan yang lalu Eleanor menyuruh vanandya tinggal di kediaman kraton wangsami Harjo Dimitri. Yang, dulu menjadi tempat tinggal eyang wangsami Harjo. Bersama dengan istrinya, Dan itu juga bukan hanya kemauan eleanor meminta cucu dan cucu mantu'nya tinggal di situ tapi ini juga atas dasar permintaan ayah'nya yang mengatakan kalau putri mahkota harus tinggal di situ.
Eleanor meminta persetujuan kepada keluarganya, untuk vanandya sang putri mahkota tinggal di kediaman wangsami. Dan, mereka pun menujui usul dari Eleanor.
__ADS_1
Saat kedua pasangan itu masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi. Yang, bertuliskan 'MARQUEZ GROUP' Perusahaan terbesar di dunia setelah perusahaan VND GROUP.
Banyak tatapan kagum dan tatapan iri akan keharmonisan pasangan itu. Bahkan ada yang menjelekkan Vanandya bahwa dia tidak pantas bersanding di samping tuan valdes. Dan, masih banyak lagi cibiran mereka, tapi itu tak pernah di denger oleh Valdes maupun Vanandya, bagi mereka itu adalah suara anjing yang menggonggong minta di kasih makan.
"Cih, dasar murahan wanita itu gak patas bersanding dengan tuan Valdes."
"Benar cocokkan juga aku."
"Enggak lah, tuan Valdes tuh cocokan sama aku yang cantik dan bahenol montok lagi."
Masih banyak suara yang menjelekkan hubungan mereka, karena semua itu di dengar oleh vanandya ia pun angkat suara.
"Aduh, sepertinya ada suara dedemit di sekitar sini. Hm sepertinya aku harus memanggil para ustadz untuk mengusir para dedemit di sekitar.. Atau gak aku akan panggilkan para gigolo untuk mengusir hantu," ucap Vanandya dengan suara sinis'nya. Walaupun seperti Vanandya masih menunjukkan tampang keanggunannya.
Valdes yang melihat istrinya angkat bicara hanya menyaksikannya saja sambil tersenyum, melihat kesadisan mulut beracun vanandya. Dan, saat sedang menyaksikan itu asisten Kairo datang menghampiri mereka. Lalu membisikan sesuatu kepada tuannya.
"Ihhh. Dasar beraninya seperti itu, kalau berani tuh lawan dengan sendiri tanpa bantuan."
"Benar, apa pantas dia di sebut seorang pendamping dari putra mahkota.?"
"Cih, hanyalah sampah dan kotoran lumpur yang berani melakukan itu."
Mereka yang berani kepada vanandya pun menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya. Mereka, merasa marah kepada vanandya. Mereka tak peduli jika dia adalah istri dari tuan Valdes.
__ADS_1
Salah satu wanita itu pun maju dan menunjukkan area buah kelapanya kepada Vanandya. "Asalkan anda tau ya? Tuan Valdes akan tergiur dengan buah yang kumiliki ini. Dan, saat dia sudah terpincut akan aku singkirkan kamu."
Kairo yang mendengar salah satu karyawannya berkata seperti itu pun maju. Namun, vanandya menghentikan langkahnya asisten kai. Untuk, tetap tenang dan jangan bertindak gegabah.
"Aku tuh sedih melihat barang yang harganya 35 ribuan. Tapi tak nyaman untuk di pake. Hm asalkan kamu tau suamiku sukanya yang bermerek dan branded, bukan yang harganya 35. Dan dia tak suka bola basket tapi suka buah melon."
Setelah mengatakan itu vanandya pergi dengan di ikuti oleh Kairo yang berjalan di belakangnya, saat mereka sudah masuk kedalam lift, vanandya melihat wanita yang tadi memamerkan bola basket sedang menahan marah. "Cih dasar barang serba tiga lima. Amit-amit jabang bayi, kalau aku memiliki madu atau mantu seperti dia." gumam vanandya.
Sementara di ruangan lain Valdes sedang menghadapi rekan bisnis yang dari Jepang, dengan pakean yang sangat ketat menunjukkan buah semangkanya. Dia, sengaja berpakaian seperti itu agar dia bisa menggoda putra mahkota.
"Jadi gimana tuan valdes?" ucap wanita itu sambil merubah suaranya menjadi suara *******.
"Sepertinya menarik. Baiklah, saya setuju membangun resort di kawasan perairan." ucap Valdes yang sangat tertarik dengan projek pembangunan resort di dalam air,
Wanita bernama Haruka shimazaki berjabat tangan dengan valdes. Valdes, yang tidak bisa menolak pun menjabat tangan dengan haruka. Namun, sangat terkejut saat tangannya di dekatkan dengan gua milik dia yang masih di selimuti kain.
Tepat saat itu vanandya membuka pintunya, bertapa terkejut ia melihat tangan suaminya ada di sela-sela gua buaya. Valdes yang melihat kedatangan istrinya pun. Langsung, menarik tangannya menjauh dari tempat itu.
Haruka merasa puas bisa melihat wanita itu marah. Dan ia mengira kalau mereka akan berpisah, lalu ia lah yang menggantikan posisi sebagai seorang nyonya di keluarga Marquez.
Vanandya menunjukkan muka merahnya dengan di selimuti kemarahan ia mendekati suami'nya itu, dan ia sangat jijik melihat tampang mereka. Dengan keras vanandya menampar pipi suaminya karena sudah melakukan pelanggaran menyentuh area milik orang lain.
Valdes tentu terkejut saat dirinya di tampar oleh Vanandya, ia tidak mengira kalau Vanandya akan Semarang itu kepada dirinya. Padahal disini dirinya kotbah atas pe*ec*han yang di lakukan oleh Haruka.
__ADS_1
"Sayang aku bisa jelasin."
"Tidak ada penjelasan kita sebaiknya bercerai..."