
"Oma, dimana twins.?" thommy, bertanya kepada Oma varisa. Karena, sejak tadi ia tak menemukan keberadaan twins,
Oma varisa, berkata kalau saat ini twins sedang berada di perusahaan vanandya. Karena, mereka sedang membantu mommynya di perusahaan. Jadi dia ikut bersama mereka.
Virendra dan Tanu, menatap ke arah varisa. mereka ingin mengetahui ada apa tentang persahabatan dia. Karena, setahu yang mereka. Dengar perusahaan itu tak pernah mengalami permasalahan.
Saat sedang berbincang-bincang, mereka di kejutkan dengan teriakan seorang pria. Dia, menyebutkan nama Yolanda. Karena takut terjadi sesuatu, mereka langsung bergegas masuk kedalam kamar valdes. Saat, virendra dan Tanu masuk, mereka di kejutkan dengan pemandangan di hadapannya.
"Mama, kenapa kak Al. Di ikat seperti ini?" tanya virendra kepada mama' nya.
"Karena, tadi Valdes memberontak ingin menemui wanita sialan itu. Jadi papa dan Hendrik mengikat Valdes agar tidak pergi." ucap rebecca, dengan sedih. Melihat, keadaan Putranya itu.
Virendra, juga merasakan kesedihan melihat kakak'nya itu. Walaupun, kakak'nya terlah berbuat jahat kepada-nya, tapi dirinya sangat menyayangi kakak-kakaknya.
***
Sementara di sebuah bukit Terdapat seseorang yang sedang berjalan menaiki gunung, karena tempat yang mereka kunjungi di lereng-lereng gunung berapi. Bahkan, keadaan sekitar sudah sangat mencengangkan.
"Sebaiknya kita istirahat dulu. Karena, ibu sudah sangat lelah." ucap enyang Eleanor, kepada anak dan suami'nya.
Agni, juga menujui'nya, karena dirinya juga sangat lelah untuk naik ke atas bukit, apa lagi dengan usianya yang sudah renta. Tapi, ia terus saja berjuang demi keselamatan Cucunya dan cucu dari almarhum meneer.
Ketiga pria yang tak lain adalah, Hendrik, vinton dan faisal. Hanya, berdecak sebel. Karena, tadi mereka sudah melarang mereka untuk tidak ikut bersama dengan mereka. Tapi, mereka sangatlah keras kepala, alasannya hanya para tetua yang mengetahui letak keberadaan sang prabu.
Namun, saat Eleanor duduk di bebatuan yang sangat besar tanpa sengaja ia membuka sebuah pintu masuk ke dalam sebuah gua yang sangat gelap.
__ADS_1
Tentunya mereka, yang berada di situ merasakan keterkejutan karena tiba-tiba ada sebuah gua. Yang, sangat dalam.
Eleanor, pun langsung berkata kalau itu adalah tempat di mana prabu bersemedi. Ia lalu memanjakan mantra untuk memanggil sang prabu agar, mereka bisa menemuinya.
Saat, mendapati suara, yang menyuruh mereka masuk. Eleanor dan yang lainya masuk kedalam gua itu yang sangat gelap dan pengap, bahkan tidak ada lampu sedikit pun di dalam gua itu.
Mereka, pun terus saja berjalan mengikuti arah gua itu, karena hanya ada satu jalan agar bisa menemui sang prabu. Setelah, sekian lama mereka berjalan mereka menemukan sebuah cahaya. Karena tidak ingin berlama-lama lagi, mereka pun mempercepat jalannya.
Saat, sudah sampai mereka di lihat dengan sosok seorang pria tua, dengan janggut putih yang sangat panjang. Dia, memakai jubah berwarna putih senada dengan rambut dan janggutnya.
Mereka, pun memberikan salam kepada tetua di hadapan mereka. Karena, mereka harus memberi hormat kepadanya.
"Ada, apa kalian datang ke tempatku?" tanya sang kakek itu kepada Eleanor dan yang lainya.
"Kedatangan, kami kesini ingin meminta bantuan kepadamu wahai kakek." ucap Eleanor.
"Plis, kek bantu kami.. Kami, akan melakukan apa saja agar kakek mau membantu kami," ucap Eleanor memohon kepada kakek di hadapannya itu.
Namun, kakek itu masih kekeh tidak akan membantu permintaan Eleanor, walaupun Viktor, Faisal dan vinton sudah bersujud di hadapan sang kakek.
Kakek, itu bangkit dari duduk silanya, saat ia akan pergi meninggalkan tempat, itu langsung di hentikan oleh perkataan dari eleanor.
"Kakek. Kamu kamu tidak akan membantu keturunan dari kerajaan mataram?" ucap Eleanor.
Sang, kakek itu, berbalik arah menatap lekat sang Eleanor, dia ingin mencari maksud perkataan dari eleanor melalui mata'nya. Karena, dia tak salah dengar akan apa yang di katakan oleh Eleanor.
__ADS_1
Eleanor, lalu mengatakan kalau dirinya adalah keturunan dari raja terdahulu. Yang, sangat di sanjung di sanjung oleh masyarakat setempat. Ia juga mengatakan kalau wangsami Harjo sempat menjadi raja di Sultan Agung.
Mendengar, hal itu. Sang kakek sangat terkejut kalau di hadapannya adalah salah satu keturunan dari tuannya. Lalu pria itu memberikan hormat kepada tuannya. Karena, dirinya di lahirkan untuk berbakti dan mengikuti semua permintaan dari tuannya.
Eleanor, pun langsung menghentikan sang kakek untuk tidak melakukan hal seperti itu, karena dirinya tak pantas di perlakukan seperti ini.
"Bantuan apa yang ratu minta? Aku, akan berusaha mengabulkan permintaan ratu." ucap sang kakek. Yang, sudah duduk di tempat duduknya.
Eleanor, menceritakan. Kalau, saat ini mantu'nya sedang mengalami ilmu hitam karena di pelet oleh seseorang, dan Eleanor meminta kepada sang kakek untuk mematahkan mantra itu. agar, cucu mantu dan cucunya bisa hidup seperti sebelumnya tanpa ada ilmu hitam yang mengganggu mereka.
Sang kakek prabu, mengerti akan. Apa, yang terlah eleanor katakan, ia pun langsung membacakan sebuah mantra.. Dan, setelah mantra di baca, muncullah sebuah wajan berisi air yang terdapat bunga tujuh rupa.
Ia kembali membacakan mantra-mantra gaib, lalu dia memasukkan kedua kalung yang sangat kuno. Entah kalung apa yang jelas kalung itu memiliki ukuran yang sangat cantik.
"Kalian beristirahat lah.. Karena, ini membutuhkan waktu selama tujuh hari tujuh malam, karena matra yang di gunakan dukun itu sangat di larang." ucap kakek tua itu.
Mendengar hal itu, mereka hanya menganggukkan kepala, mereka menujui'nya saja. Karena, mereka sangat berharap kepada kakek tua di depan'nya itu.
***
Saat, ini suasana sudah semakin menegang. Karena ucapan vanandya yang mengatakan kalau salah satu penghianat ada di dalam ruangan itu. Dan, vanandya terus saja menyindir sang penghianat itu dengan kata-kata kejamnya. Yang membuat mereka semakin panas dingin.
"Hukum, yang mengkhianati perusahaan adalah di gantung, di bunuh, di jual organ tubuh'nya untuk menggantikan kerugian perusahaan, dan keluarga dari penghianat adalah sengsara seumur hidup. Jika tidak ada yang mengakui, dengan terpaksa kami akan membawa keluarga penghianat kedalam perusahaan, untuk menyaksikan kehancuran dari seorang pengkhianat itu." hayden membaca laporan tentang seorang pengkhianat. Karena, perusahaan itu tak memiliki balas kasihan sejak perusahaan itu berdiri di bawah kekuasaan sang wangsami Harjo. Jadi peraturan itu masih berlaku.
"Twins, jalankan rencana kamu?" ucap vanandya kepada putranya, karena ini adalah permintaan dari twins. Yang, meminta dirinya untuk angkat tangan masalah ini, karena mereka yang akan mengambil alih.
__ADS_1
Mendengar, titah dari mommy mereka, twins langsung menekan tombol di Ipad-nya, lalu masuklah sebuah robot yang sangat besar. Dan, robot itu langsung di perintahkan untuk menyeret sang pengkhianat.
"Aku yang akan...?"