
Seorang, pria baru saja pindah ke apartemennya. Dia, sudah tidak lagi tinggal di kediaman Keluarga'nya yang penuh dengan drama. Saat, ini yang ia pikirkan hanyalah mencari keluarga istrinya. Karena, dia belum yakin kalau Kimberly sudah tiada. Sebelum, dirinya melihat langsung jasad istrinya. Maka, dia tidak akan percaya begitu saja. Kalau, istrinya sudah wasalam.
Saat, ini dia bersama dengan asisten kepercayaan sedang berada di ruang kerja. Tempat, dia berkerja di rumah. Karena, dia belum siap harus berkerja kembali di perusahaan, cukup dia pantai dari jauh.
"Kita, sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi keluarga lacerta hilang begitu saja. Bahkan, kami tidak menemukan jejak keberadaannya." ucap asisten Jeje. Asisten dari Faisal. Yang, sudah mengikuti sejak lama, bahkan anaknya juga mengikuti jejak ayahnya menjadi asistennya tuan muda Laksh.
"Apa, kamu sudah mencari di setia negari atau luar negeri? Atau, kamu tanya kepada para pekerja yg berada di mansion lacerta atau miharjo?" ucap Faisal. Yang, tidak ingin mereka berhenti melakukan pencarian tentang keluarga lacerta yang tiba-tiba menghilang bak di telan bumi.
Jeje. Menggelengkan kepala. Dia, sudah melakukan hal itu tapi pencarian tetap saja gagal. Jeje, tidak menemukan informasi mengenai keluarga lacerta yang menghilang. Bahkan, berita ini sudah menjebak di seluruh negeri tentang hilangnya keluarga lacerta. Bahkan, semua media terus saja menyiarkan berita hilangnya keluarga lacerta.
Ting..! Sebuah, nama masuk kedalam otak'nya, dia melupakan satu nama yaitu Hayden. Pria, yang mengetahui di mana keberadaan keluarga lacerta. Karena, hanya dia lah orang yang mengetahui segalanya.
Faisal, pun langsung berdiri dari duduk'nya dia berjalan keluar. Dengan di ikuti oleh Jeje. Mereka pergi menemui Hayden. Mereka, ingin menanyakan tentang keberadaan Keluarga'nya, karena hanya dia satu-satunya orang yang menjadi jembatan untuk bertemu dengan Rudra family.
***
Sementara di mansion milik vernando juga sama dia menanyakan tentang perkembangan dari hayden yang belum juga mendapatkan kabar. Padahal ini hari ke enam. Dan mereka belum mendapatkan apa-apa.
"Gimana, apa kamu mendapatkan kabar dari asisten hayden?" tanya vernando.
"Aku, baru mendapatkan pesan kalau. asisten Hayden belum bisa mempertemukan keluarga lacerta dengan anda tuan. Dan, itu atas dasar permintaan dari nyonya eleanor."
__ADS_1
Mendengar hal itu vernando merasa kesal, marah dan kecewa. Hal itu bercampur aduk menjadi satu. Karena penantian selama puluhan tahun harus kandas sampai disini. Namun, ini semua belum berakhir dia akan tetap mencarinya. Bahkan, sampai dia mati pun dia akan tetap mencarinya.
Vernando meminta Dika, untuk memaksa Hayden agar dia membuka mulut, jika itu tidak berhasil. Maka, cari cara lain yang lebih berbahaya. Sampai dia mengaku. Tentang keberadaan keluarga lacerta.
Dika, hanya menganggu kepala. Namun, sebelum dia pergi dia berkata kepada tuannya kalau vernando harus bersiap karena tuhan'nya akan ada meeting penting di Jogyakarta. Dengan perusahaan yang baru saja di bangun oleh pasangan muda.
Mendengar, hal itu vernando hanya berdeham saja. Karena, dia enggan untuk mengatakan sesuatu. Sebelum dirinya berangkat dia akan mengantarkan calon istrinya ke habitatnya eh ke rumah mertuanya.
Obat, yang di minta oleh vernando sudah berada di tangannya. Lalu, dia naik ke lantai atas, yang mendapati seorang wanita yang sudah rami dengan kemeja dirinya. Melihat, Pitaloka menggunakan kemeja kebesaran membuat dirinya menjadi bergairah. Apa lagi paha mulus Pitaloka memancing dirinya untuk melakukan hal yang lebih jauh.
Vernando, mendekati pitaloka. Dan, dia berkata kepada Pitaloka dengan gugup. "Me-menungging lah, bi-biar aku obati." ucap vernando yang menjadi salah tingkah. Bahkan, badan'nya menjadi panas dingin. Karena, seumur hidupnya dia melakukan itu kepada pitaloka.
Pitaloka, yang sedang berkutat dengan ponselnya bersemu merah, dia masih sangat kesal atas tindakan vernando tadi malam kepada dirinya. Dan, sekarang dirinya harus melayani kembali.
Peletak..! Vernando, menyentil kening pitaloka, yang beraninya menuduh dirinya ingin melakukan itu. Dirinya, juga masih punya hati untuk tidak melukai wanita. Apa, lagi saat ini pitaloka sudah menyimpan benihnya di dalam perut. Jadi dia akan berusaha menyayangi pitaloka.
"Cepat nungging.!" ucap vernando dengan datar yang membuat pitaloka, mau tidak mau menuruti keinginan vernando. Saat, dia sudah menungging. Pitaloka, memejamkan matanya, takut, takut rasa nyeri itu kembali. Namun, anehnya dia hanya merasakan geli dan rasa dingin di area terlarangnya. Saat dia membuka mata dan melihat dari bawah, apa yang di lakukan oleh vernando. Dan, dia terkejut kalau vernando sedang mengobati yang lecet.
"Vernando.?"
"Sudah, diam. Aku, tidak ingin sangkar burung Garuda ku lecet. Dan, bisa-bisa burungku tidak kembali masuk." ucap vernando dengan asal. Namun, siapa sangka perkataan vernando menyakiti hati pitaloka, dia mengira kalau vernando peduli kepada dirinya. Tapi, salah dia hanya memperdulikan burung dia.
__ADS_1
Dengan kasar dia langsung bangkit. Dan, dia pergi dari kamar dengan ngangkang. Dia, sangat tidak menyukai sifat vernando, bahkan dia sakit hati akan perkataannya. Mungkin, Pitaloka sudah memiliki rasa kepada vernando.
"Pitaloka, kembali ke kasur. Biar aku mudah mengobati luka mu.!" titah vernando.
"Tidak. Akan, " ucap pitaloka dengan ketus.
"Pitaloka, bisa tidak jangan keras kepala? Jika, tidak segera di obati lukamu bakalan infeksi?" ucap vernando.
"Aku, tidak perduli. Biar burung kebanggaan kamu tidak masuk lagi." ucap pitaloka yang lagi-lagi. Berbicara dengan ketus.
Sekarang, vernando tau permasalahannya sampai membuat Pitaloka menjauh. Jadi penyebabnya adalah perkataan dirinya. Bahkan, vernando mengatakan itu hanya ingin menggoda Pitaloka. Tapi, teryata perkataan dirinya di ambil hati.
Vernando, lalu berjalan mendekati Pitaloka, dengan senyum yang mengembang tangan vernando mengambil tangan Pitaloka, dan dia mencium lembut tangan Pitaloka.
"Jadi, kamu marah karena perkataan aku tadi hm? Aku, minta maaf. Itu, semua hanya bercanda." ucap vernando dengan lembut kepada Pitaloka.
"Tapi, bagiku itu serius. Dan, dengan kamu mengatakan itu kamu hanya menjadikan aku barang na*su kamu doang." ucap Pitaloka dengan kesal. Namun, pandangan mata Pitaloka menatap ke arah lain.
"Jangan, bilang kamu sudah memiliki perasaan buatku hm? Dan, kamu marah karena kamu mengira kalau aku mengobati luka kamu hanya untuk otong aku.? Itu, salah sayang aku mengobati luka kamu karena aku peduli dan sayang sama kamu. Dan, aku tidak ingin kamu terluka." ucap vernando. Yang, lagi-lagi membuat wajah Pitaloka bersemu merah. Apa, lagi mendengar perkataan dari vernando bisa-bisa dia terbang kalau tidak di pegangin.
"Alasan." ucap Pitaloka. Langsung melepas tangannya dan berjalan menjauh dari vernando. Namun, vernando langsung mengangkat tubuh Pitaloka ala bridal style. Dan, membawanya ke kasur.
__ADS_1
Cupp..!!
"Aku akan menikahinya. Walaupun kalian melarang....?"