CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 178


__ADS_3

Setelah, pembicaraannya dengan Raisa Hayden langsung pergi meninggalkan rumahnya. Namun, dia tidak bodoh membiarkan rumah itu tanpa penjagaan ketat, Hayden, sudah menyuruh anak buah dan bodyguard untuk menjaga tempat itu, karena keselamatan Raisa dan anaknya sedang terancam. Jadi, dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menyakiti ibu dan anak itu.


Hayden dan Kairo sudah sampai di bandara, mereka pun langsung ke dalam bandara. Yang, sebelumnya Kairo sudah memesan tiket pesawat untuk mereka kembali ke Jakarta.


Setelah semua'nya beres, mereka langsung berjalan ke arah pesawat. Sebelum pesawat yang mereka tumpangi take off, Kairo sengaja menggunakan pesawat umum, ketimbang mereka harus pergi menggunakan jatt pribadi.


**


Sementara, di sebuah mansion seorang memasuki mansion. Merek, berempat pun berjalan ke ruang tamu. Namun, tidak ada seorang di situ. Jadi, mereka memasuki lebih dalam mansion, sambil memanggil semua penghuni mansion. Namun, sangat nihil.


Vernando Dan Pitaloka, sangat kagum dengan interior mansion keluarga lacerta, bahkan design-nya sangat mewah dan elegan. Membuat, mereka semakin betah di kediaman lacerta.


Namun, anehnya, dia tidak menemukan foto-foto keluarga lacerta, yang ada hanyalah foto asing saja. Bahkan, dia tidak pernah melihat orang-orang yang berada di dalam foto itu..


Varisa, yang mengetahui kalau vernando sangat penasaran pun berkata dengan sangat lembut. "Kamu, pasti heran karena mansion ini tidak ada foto keluarga lacerta ya? Asalkan, kamu tau ini semua adalah mansion satu-satunya yang Adiwilaga berikan kepada kakek buyut kamu. Yaitu, orang tua dari bunda."


"BUNDAAAAA..!!"


Vernando, yang tadinya ingin bersuara langsung di urungkan karena mendengar teriakkan dari seorang wanita. Karena, penasaran dia pun berbalik, dan alangkah terkejutnya dia melihat dua wanita yang sedang berjalan mendekati dirinya dan bunda varisa.


Begitupun dengan wanita, yang tidak lain adalah Vanandya, hazel dan Tanu. Ketiga wanita itu yang sedang berada di dapur langsung bergegas ke luar saat mendengar teriakkan dari bunda mereka. Namun, saat, sudah sampai mereka terkejut melihat kehadiran seorang pria dan wanita yang mereka tidak kenal.


Tapi, Valdes yang berada di belakang istrinya, langsung menyapa vernando dengan sangat ramah. Dia, menayangkan kenapa vernando bisa berada di sini bahkan vernando datang bersama dengan ibu mertuanya.


Opa rudra dan Oma Eleanor, yang sedang menikmati secangkir kopi dan teh Hijau, mereka sangat menikmati di halaman belakang dengan pemandangan yang sangat indah, mereka tidak menyangka kalau besan'nya memiliki tempat yang sangat bagus dan cantik.

__ADS_1


Saat, sedang asik-asiknya menikmati mereka mendengar teriakkan para trio somplak, membuat mereka langsung meninggalkan taman dan berjalan menuju ke tempat di mana trio somplak berada.


"Ya, Tuhan, sayang ada apa sih teriak-teriak tidak jelas? Apa, kalian tau suara kalian bisa kedengaran sampai ke planet mars dan Jupiter?" ucap Eleanor, yang membuat ketiga wanita itu berdecak sebel. Bisa-bisanya oma'nya mengatakan hal itu kepada dirinya.


"Oma, Oma kaya tidak tau aja kebiasaan para ibunda kami. Yang, selalu mengeluarkan suara seperti petasan rombeng. Bahkan, agas harus priksa telinga." ucap vagas, yang sedang bermain ponsel di lantai bersama dengan saudara-saudaranya.


"Sejak, kapan kalian ada di situ?" tanya varisa kepada cucu-cucunya.


"Sejak tahun kemarin Oma," ucap Bagas dan green seadanya. Yang, membuat varisa geram. Bisa-bisanya dia memiliki cucu yang sifatnya tidak jauh berbeda dari anak dan mantu'nya.


"Astaghfirullah, punya keluarga gini amat gak ada yang benar satupun. Gak anak, gak mantu sama saja. dan, sekarang cucuku sekarang memiliki kesamaan." gerutu varisa.


"Siapa dulu dong pabriknya, bunda varisa. dan ayah Hendrik..!!" teriak mereka semua membuat varisa dan hendrik menatap tajam ke arah mereka semua.


"Siapa yah?" tanya ke tiga pasangan somplak.


Hendrik, pun menyuruh mereka untuk duduk di ruang keluarga. Dan, setelah Hendrik mengatakan itu semua orang langsung duduk di tempat mereka masing-masing. hal itu membuat varisa dan Hendrik menggelengkan kepala. Lalu, mereka menyuruh vernando dan Pitaloka duduk di sampingnya.


Sebelum mereka memulai pembicaraan hal penting Hendrik memperingatkan kepada mereka untuk tidak memotong ucapan mereka. Dan, mereka pun. menganggukkan kepala setuju.


Hendrik, menatap sang istri untuk memulai pembicaraannya. Sebelum itu, varisa menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya.


"Disini, bunda ingin member tahu kepada kalian, kalau vernando adalah kakak kalian, dia adalah anak dari saudara kembar bunda. Dan, bunda juga ingin mengatakan kalau dia akan tinggal di sini bersama kalian. Karena dia ingin dekat dengan adik-adiknya yaitu kalian." kata varisa panjang lebar. Membuat, semuanya terdiam. Mereka kembali mendengar berita mengejutkan lagi.


Vanandya, mengatakan kepada bunda'nya, dia mengatakan kalau dia tidak percaya kalau pria di depannya adalah anak dari bunda Vera, karan setahu dia Vera tidak pernah memiliki seorang anak karena dia tidak bisa memiliki seorang anak.

__ADS_1


Hal, itu membuat semua orang terkejut dan menatap vanandya dengan lekat. Karena, memang rumor yang beredar benar apa adanya. Tapi, ada rahasia besar yang mereka sembunyikan.


"Cukup Vanandya, dia adalah kakak kamu jadi kamu harus hormati dia sebagai seorang kakak. Dan, dia adalah keturunan sah dari Vera. Karena, saat itu Vera menghilang setelah pernikahan mantannya. Dan, kenapa Vera tidak mengatakan kepada semua orang karen dia ingin menjaga anaknya. Karena, ibu tiri kami sangat ingin semua keturunan Adiwilaga tewas." kata varisa dengan menaikkan nada suaranya.


"Apa, maksud bunda? Dan, siapa orang yang menginginkan semua tewas?" tanya vanandya, yang langsung berdiri dan dan ikuti oleh yang lain. Mereka, juga sangat terkejut mendengar perkataan Varia.


"Dia, adalah...


**


Saat, ini Hayden dan Kairo sudah mendarat di tanah Jakarta, dia langsung di sambut oleh keluarga Marquez dan berapa anak buah Marquez. Dengan, dingin asisten Jojo. memerintahkan anak buahnya menangkap Hayden dengan cara kasar, karena ini semua atas perintah dari dari tuan besar.


Hayden, yang di perlakukan seperti itu sangat terkejut, dia lalu menatap Kairo untuk meminta penjelasan. Karena terlah membohongi dirinya. Namun, saat dia memberontak sebuah benda melayang di kepala Hayden membuat dia pingsan seketika.


Kesadaran, Hansen berangsur-angsur pulih, saat dia membuka mata dia sudah berada di tempat yang tidak tau dia di mana. Namun, tempat itu sangat gelap dan pengap.


"Brengsek, kalian semua.!" teriak Hayden, membuat semua orang berkumpul di tempat itu, bahkan, para asisten pribadi dari tuan mereka sudah berkumpul.


"Kai, dasar bedebah, kau terlah menipuku dengan mengatakan ada tugas penting? Jadi ini tugas penting itu yang membuat kamu menyekap ku? Cih dasar menjijikkan.!" ucap Hayden, yang membentak keras Kairo.


"Maafkan, aku den." ucap Kairo meminta Maaf kepada Hayden, karena terlah mengkhianati kepercayaan Hayden.


"Cih, jangan harap.!" sosok Hayden, sudah mulai berubah, karena dia tidak menyukai yang namanya pengkhianatan. Bahkan, dia sangat membencinya.


"Sebaiknya, kau telpon atasanmu untuk datang kemari..?"

__ADS_1


__ADS_2