
"APA MAKSUD KAMU..."Desi Ratnasari Tholense. Tidak terima dengan apa yang terlah di katakan oleh Abdy.
Namun Abdy tak memperdulikan ucapan Desi, adik tiri dari tuannya..Dengan wibawa ia berjalan ke arah podium bersama dengan Tanuja, yang sudah di rias menjadi sangat cantik bak putri dongeng.
Lalu Abdy mengambil mic yang di pegang oleh MC. Ia pun mengecek mic itu apa masih nyala atau tidak, setelah mengecek ia pun berkata.
"SELAMAT SIANG SEMUA!"
"SIANGGG!"
"SAYA INGIN MENGATAKAN KALAU PEWARIS YANG SESUNGGUHNYA ADALAH NONA MUDA CALISA A CALIAM, ANAK DARI TUAN LIAM DAN NYONYA AULIA! PASTI KALIA SUDAH MENGETAHUI TENTANG PERNIKAHAN MEREKA?"
Abdy pun mulai menceritakan tentang anak dari tuan Liam, memang benar nona Claudia cahaya anak kandung Liam. Tapi bukan anak sah melainkan anak har*m yang terlah di perbuat Desi untuk menjebak tuannya, agar nyonya Desi mendapatkan keturunan dari tuan. Liam.
Semua orang mendengar ucapan demi ucapan Abdy merasa jijik bagai mana mungkin di melakukan itu kepada kakak tirinya sendiri bahkan saat tuan Liam sudah menikah.
Tamu undangan terus mengolok-olok keluarga Cahyani yang tak memiliki rasa malu.
Para dewan direksi pun yang mengetahui itu, langsung beralih pihak mereka tak akan menyerahkan posisi CEO kepada mereka.
Saat mereka sedang berselisih pendapat karena ada yang mempercayai ada yang tidak, karena bukti yang di berikan mahayuda tertulis tanda tangan tuan Lian kalau kekayaan jatuh ke tangan Claudia cahaya, sedangkan bukti yang di berikan Vanandya adalah yang tertulis kekayaan keluarganya akan di berikan oleh calissa A calian.
Tuk!
Tuk!
Tuk!
Suara langkah kaki terdengar memasuki area tempat yang sedang terjadi perdebatan, sosok pria paruh baya datang menghadap ke arah mereka semua. Setelah puluhan tahun ia bersembunyi dari dunia bisnis, akhirnya saat ini keluar juga untuk membela dan menyelamatkan apa yang sudah lama tuannya perjuangankan.
"Tu-Tuan HERMAWAN!"Mereka sangat terkejut dengan kedatangan seorang pria legendaris yang pernah berkerja pada masanya, sekaligus asisten pribadi tuan Lian sendiri.
Tuan Hermawan pun berjalan menaiki podium lalu memeluk tubuh wanita yang sudah ia rawat dengan sebesar ini, dan sebentar lagi putri angkatnya akan segera mendapatkan apa yang selama ini di perjuangkan.
"Aku Hermawan.. Asisten pribadi dari tuan calian Tholense akan menjadi saksi penobatan CEO baru di perusahaan Tholense, karena anak kandung tuan muda Liam ada di hadapan kita."Ucap Hermawan dengan lantang.
__ADS_1
"Apa anda punya bukti kalau dia adalah Adak dari liam?"Tanya mahayuda, karena sangat tidak terima kalau seluruh harta akan jatuh ke tangan anak sialan itu.
Hermawan lantas memberikan surat kenyataan yang membuktikan kalau Tanu adalah anak dari Liam.
Dan di situ sudah tertulis kalau surat wasiat yang asli menyatakan bahwa Tanu memang hak mewarisi.
Mahayuda terus saja membantah keras karena tak menujui kalau Tanu dj angkat menjadi pewaris.
Seorang wanita tertawa, dengan bantahan tuan mahayuda, yang merasa takut tak mendapatkan apa-apa.
Keadaan pun semakin ricuh ada yang membela mahayuda ada juga yang membela Hermawan, dan mereka kembali di kejutkan dengan suara tawa seorang wanita.
Wanita itu pun berjalan, menghampiri Tanu dengan aura mendominasi, Sampai membuat di sekitar merasa ketakutan. Coba Bayangkan seorang putri mahkota lewat di depannya.
"Tuan maaf kali ini kau gagal mendapatkan harta Tholense! Ya walaupun kau sudah berusaha tapi kenyataannya perusahaan itu akan kembali ke tangan tuannya."
Nyonya Desi yang sangat tidak terima keluarganya di permalukan ia mengambil pistol yang ia sembunyikan lalu ia menodongkan senjata api itu ke kepala Tanu.
"Jika kami tak mendapatkan harta itu maka akan ku pastikan Calisa juga tidak akan mendapatkan. Dan. ucapkan selamat tinggal kepada calissa A calian."Ucap nyonya Desi.
Hermawan menyuruh Desi untuk melepas nona muda, dan ia juga mengatakan untuk tidak melukai nona calissa.
Namun Desi tak peduli ia lebih baik membunuh Tanu karena ia tak akan membiarkan Tanu menikmati kekayaannya.
Dorr!
"Akhhhh!"Semua orang berteriak setelah mendengar tembakan itu, karena mereka terkejut pun memalingkan wajahnya dengan telinga di tutup.
Seorang wanita tergeletak dengan darah yang mengalih dengan banyak, namun wanita itu bukan Tanu melainkan virendra. Dia tidak akan membiarkan Tanu begitu saja.
"IBU!"
"PUTRIKU!"
Teriak keluarga Cahyani yang melihat Desi tergeletak tak berdaya dengan darah terus mengalir.
__ADS_1
Mahayuda, pun langsung mengangkat dan menyuruh anak buahnya untuk membantunya membawa ke rumah sakit,
"Selamat nona calissa, mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi CEO THOLENSE GROUP. Dan mulai sekarang kamu akan menjadi pemimpin di perusahaan itu."Ucap salah satu dewan direksi memberikan selamat kepada Tanu.
Keluarga lacerta dan Marquez pun mendekati mereka dengan sangat senang karena Tholense bisa di selamatkan oleh mereka.
Vinton yang lain juga tak percaya kalau Virendra terlah menembak Nyonya desi, Hermawan juga berterima kasih karena sudah menyelamatkan nama tuanya,
Setelah keadaan kembali tenang seorang berteriak histeris karena melihat sahabatnya hampir terluka.
"Tanuja!"Panggil seorang yang membuat mereka terkejut, namun mereka terkejut adalah seorang pria yang berada di belakang wanita itu, mereka pun bertanya-tanya dalam pikiran mereka.
Tanu yang melihat Amira pun Langsung berlari memeluk tubuh sosok sahabat'nya yang sangat di rindukan.
Setelah mereka berpelukan Amira mengecek tubuh sahabatnya takut ada yang terluka, karena tadi ia melihat Nyonya desi mengarahkan pistolnya ke kepala Tanu.
Tanu hanya menjawab tidak apa-apa karena virendra sudah berhasil menyelamatkan dirinya dari nyonya Desi.
Virendra yang tidak tahan pun berjalan mendekati adik dan istrinya, setelah Deket dengan mereka Virendra langsung memeluk tubuh Tanu, namun reaksi Tanu mengejutkan keluarga.
"Stop Vir! Walaupun kau sudah menyelamatkanku tapi aku tak akan pernah memaafkan kamu.. Kau tau ini"Bentak Tanu terkejut saat tiba-tiba di peluk oleh virendra.
"Kenapa, bukan kah ini yang kau mau? Kau sangat mencintaiku kan."Ucap virendra dengan dingin.
"HAHAHA! CINTA? MAKAN TUH CINTA.. KARENA SEKARANG AKU TAK MENCINTAI KAMU LAGI"Tanu kembali membentak Virendra.
Vanandya saling pandang dengan Valdes apakah ini akan di ungkapkan oleh Tanu sendiri. Valdes pun menyuruh istrinya untuk menenangkan tanu untuk berbicara dengan kepala dingin bukan kepala panas.
Dengan patuh Vanandya berjalan ke arah Tanu untuk menenangkan Tanu karena dengan kemarahan tidak akan baik.
Namun sebuah tamparan mendarat di pipi Vanandya dengan keras, bahkan sampai kepala Vanandya berpaling karena saking kerasnya.
Valdes yang melihat istrinya di tampar pun. berjalan mendekati istrinya, dan melihat pipi istrinya yang merah bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
"APA KAU GILA..?"
__ADS_1