
Perkataan rebecca sangat memohok hati Eriska karena Rebecca berkata seperti itu, ia pun pergi dari tempat itu bersama dengan komplotannya yang seperti badut di pinggir jalan.
Setelah kepergian Eriska cs, Vanandya bertanya kepada mertuanya karena mereka sudah tidak ada bahan makanan lagi untuk di masak oleh mereka. Bahkan. untuk belanja saja tidak bisa karena kartu mereka Sudan di bekukan oleh hazel.
Rebecca, terdiam sesaat. Namun ia langsung teringat akan sesuatu yang pernah ia tanam di kebun belakang, lantas Rebecca berlari ke halaman belakang dengan di susul oleh kedua mantu'nya Vanandya dan Tanu.
Saat sudah sampai di sana vanandya dan Tanu tercengang melihat tanaman sayuran yang ada di halaman belakang, bahkan ke-dua nya tidak menyangka ada tanaman sayuran di belakang rumah.
Rebecca yang melihat ke-dua nya diam saja, ia meminta kepada kedua mantu'nya untuk membantu memetik sayuran hijau yang ada di tempat itu.
Vanandya, memetik tomat, cabai, bawang Bombay, bawang putih, dan wortel, sedangkan Tanu memetik, sayuran hijau dan berapa sayuran seperti kol, daun bawang dan berapa sayuran yang lain.
"Sayang sepertinya, hari ini kita cuma memasak makanan sederhana saja. Karena ekonomi yang kurang membuat mama tidak bisa membeli makanan yang mahal." ucap Rebecca dengan sedih.
"Mama, tidak perlu bersedih begitu kami makan apapun yang jadi kok," ucap Tanu,
"Benar apa kata Tanu ma, kita tidak apa-apa makan sederhana, asalkan bisa makan, karena di luaran sana banyak orang yang tidak bisa makan, kita sih mending makan seperti ini lah orang di sana makan sisa orang. Maka dari itu makanan apapun kita harus mensyukuri, karena ini adalah nikmat yang tuhan berikan kepada kita." ujar vanandya.
Tes.
Rebecca meneteskan air matanya karena mendengar perkataan kedua mantu'nya itu. Ia benar-benar sangat bangga dengan pemikiran kedua mantu'nya, memang benar putra-putranya tidak salah memilih wanita. Ia lalu tersenyum ke arah ke-dua nya lalu berkata kepada mereka,
"Mama, sangat bangga kepada kalian," ucap rebecca.
Setelah berkata seperti itu Rebecca mengajak mantu'nya untuk membuat sarapan buat mereka dan kedua mertuanya yang sedang menunggunya di dalam kamar.
Mereka hanya bisa memasak sayur sop dan sambal goreng, saja karena sudah tidak ada bahan lagi untuk di masak olehnya.
__ADS_1
Setelah masakan jadi mereka Vanandya menyiapkan buat kakek dan neneknya yang sedang berada di dalam kamar.
"Permisi kek, nek," ucap vanandya yang langsung masuk ke dalam kamar milik kakek dan neneknya itu.
"Kamu masak apa nak?" tanya kakek vinton kepada cucu mantu'nya.
"Kami hanya bisa masak sayur sop saja kek, itu saja kami harus metik dulu di halaman belakang, karena bahan yang buat di masak susah tidak ada." ucap Vanandya.
"Kakek tidak apa-apa kan hanya makan sayur sop saja?" sambung Vanandya.
"Tidak apa-apa nak, bukannya sayuran sehat untuk di makan jadi tidak ada salahnya makan sayuran. bukan begitu sayang?" kata vinton sambil menatap ke arah istrinya yang hanya bisa terdiam saja karena sudah tidak bisa menggerakkan lagi tubuhnya.
Agni yang mendapatkan pertanyaan dadi suami, hanya bisa mengedipkan mata'nya saja.
Setelah itu pun Vanandya berpamitan pergi keluar kepada kakek dan nenek ia pergi menunju ke arah dapur lalu ia duduk di meja makan yang berbeda dari meja makan sebelumnya di situ sudah ada Rebecca dan Tanu.
"Gimana nda, apa kakek dan nenek mau makan?" tanya rebecca.
"Ma, apa sebaiknya kami bantu keuangan keluarga kita, aku bisa kok memberikan mama uang dari perusahaan ku ma," ujar Tanu,
"Seperti apa yang di katakan Tanu benar kami kan mempunyai perusahaan sendiri dan tentu menghasilkan uang dari perusahaan kita jadi kita tidak perlu seperti ini." ucap vanandya membenarkan perkataan Tanu.
Rebecca menghela nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar, ia lalu berkata kepada Vanandya dan juga Tanu untuk tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Karena hal itu akan merendahkan harga diri seorang laki-laki.
"Sebaiknya kalian tidak usah mengeluarkan uang kalian, karena itu akan menyakiti hati suami kalian, pasti kalian tau kan prinsip keluarga Marquez apa? Prinsip keluarga Marquez adalah pantang meminta uang atau meminta bantuan kepada istri yang berpenghasilan dan hal itu sangat di pantang oleh keluarga Marquez sejak kakek buyut dari suami kalian masih hidup. Jadi jangan pernah kalian mengulurkan uang dari hasil kerja keras kalian, dan memberikannya kepada suami kalian. Karena uang itu adalah hak kalian bukan hak suami kalian," rebecca menjelaskan kepada vanandya dan juga Tanu.
Keduanya terdiam mendengar penjelasan dari mama mertua meraka, ia lupa akan hal itu, jika seperti ini berarti mereka harus hidup dengan seperti ini sampai semua aset jatuh ke tangan vinton kembali.
__ADS_1
***
Sementara di perusahaan para pria dari keluarga Marquez baru saja datang di antaranya adalah, Faisal, Victor, Vernando, Grey's, Valdes, Laksh, dan juga Vernon. Namun mereka sangat terkejut karena banyak sekali bodyguard yang berjaga di perusahaan mereka.dari setiap ruangan yang ada.
Di saat mereka sudah menginjak di lantai CEO mereka kembali terkejut karena pintu ruangan CEO di kunci sampai membuat mereka tidak bisa masuk ke dalam
Dan di saat itu juga asisten kai datang menghampiri tuan mereka lalu ia menceritakan kenapa banyak sekali bodyguard yang menjaga dan kenapa pintu ruangan CEO di kunci karena semua ini atas dasar perintah dari hazel, dia meminta kepada tangan kanannya untuk melakukan itu semua ke di perusahaan.
"Lalu kita harus gimana sekarang pa, Pi," tanya Laksh kepada papi Faisal dan papa Victor.
Mereka benar-benar sudah kehilangan semuanya, sampai perusahaan saja sudah di ambil alih oleh hazel.
"Kalian akan tetap berkerja di sini tapi bukan menjadi CEO tapi sebagai karyawan biasa, apa kalian paham?" ucar seorang dengan suara sangat anggun.
Mereka pun langsung menatap ke arah wanita itu dengan marah, kecewa dan tidak terima dengan perlakuan wanita itu kepada mereka yang semena-mena,
"Itu tidak akan pernah terjadi asalkan kau tau itu!" ucap Laksh.
"Sayangnya saya tidak suka di bantah oleh siapapun termasuk kalian semua. Jadi mulai sekarang saya minta mulai lah berkerja atau saya tidak akan pernah memberikan uang pada kalian," ucap hazel.
"Kau..!" ucap Faisal menggertarkan giginya. sambil menunjuk ke arah hazel karena dia selalu mengancam keluarganya
"Je, awasi mereka mereka berkerja karan saya tidak ingin kalau mereka bermalas-malasan berkerja,," ucap hazel memberikan titah kepada tangan kanannya itu.
"Baik Nyonya akan saya laksanakan." ucap jeje.
"Bagus.!" ucap hazel lalu pergi keluar dari perusahaan.
__ADS_1
Jeje pun langsung menyuruh mereka untuk segera berkerja dengan tegas.
"Apa-apaan ini..?"