
Sementara, di mansion Marquez. Tepatnya di ruang bawah tanah Hayden sedang di siksa habis-habisan. Karena, Hayden tidak mau jujur di mana keberadaan Axel. Dengan terpaksa Jojo melakukan hal gila agar mereka semua datang ke kediaman Marquez. Untuk melakukan pertanggung jawaban.
Hayden, yang sudah lemah menatap iba ke arah Kairo, dengan pancaran mata kebencian kepada Kairo. "Aku, bersumpah kai. Mulai saat ini aku tidak akan pernah kenal kamu lagi. Aku, harap pertemanan kita berakhir sampai disini. Dan, aku bersumpah tidak akan pernah melihat wajah yang berani melakukan hal ini terhadap sahabat'nya." ucap Hayden dengan sorot mata yang tajam. Dan, penuh tekanan. Hayden, sudah benar-benar kecewa kepada Kairo.
"Maafkan, aku den. Aku, tidak bermaksud melakukan ini kepadamu.. Aku, melakukan hanya..." sebelum, Kairo menyelesaikan ucapannya sudah lebih dulu di potong oleh suara Hayden, "Diam, aku tidak ingin mendengar suara kamu lagi. Sebaiknya, kamu pergi dari sini.!" bentak Hayden, yang sudah tidak ingin mendengar penjelasan Kairo lagi. Dia, juga meminta Kairo untuk pergi dari hadapannya.
Kairo, dengan penyesalan pergi dari hadapan Hayden. Dia, tak menyangka kalau Hayden akan semarah itu kepada dirinya. Bahkan, dia juga tidak ingin melihat dirinya lagi. Apa, ini akhir dari kisah mereka. Jika, benar maka Kairo akan pergi menjauh dari kehidupan Hayden.
Sementara di ruang keluarga Marquez, sedang terjadi perdebatan antara anak dan ayah. Karena, mereka tidak menyetujui cara yang di gunakan ayah untuk Hayden, karena jika sampai Hayden kenapa-kenapa, vanandya dan yang lain bisa marah besar kepada mereka.
"Ayah, cara yang kau gunakan itu sangat keji? Jika Hayden kenapa-kenapa Vanandya dan yang lain akan membenci kita." ucap Rebecca,
"Sebaiknya, kamu diam Rebecca. Karena, ulah dari Axel membuat cucu perempuanku harus menderita selama ini.. Apa, kamu tidak kasian kepada anak perempuanmu hah?" bentak vinton yang sangat tidak menyukai, Rebecca yang selalu membantah dirinya.
"Bukan, gitu maksud aku yah, aku sangat sayang sama putriku. Tapi, caranya tidak seperti yah." ucap Rebecca.
"Benar, yah. Kita, bisa melakukan cara lain tapi tidak untuk mencelakai orang lain. Dan, apa ayah tau, karena perbuatan ayah. Hayden dan kairo harus putus persahabatan." kata Faisal.
"Aku, setuju dengan cara ayah. Karena, walau bagaimanapun juga ini semua demi Amira. Dan, cara satu-satunya untuk bertemu Axel hanya menyekap Hayden orang kepercayaan keluarga lacerta." ujar Victor.
"Sayang, kenapa kamu membela ayah. Harusnya kamu tau perbuatan seperti ini tidak bisa di lakukan," ucap Rebecca, yang kesal karena Victor membenarkan perkataan ayah vinton.
__ADS_1
"Sudah hentikan..! Jika kalian terus bertengkar lebih baik kalian pergi dari hadapanku.! Dan, keputusan ayah sudah bulat, tidak ada yang berhak melarangnya." bentak vinton yang sudah merasa pusing dengan perdebatan mereka.
Semua, orang langsung terdiam. Mereka, pun pergi dari tempat itu, dia tidak menyangka kalau ayah'nya akan berubah dengan sangat drastis menjadi pria yang kejam. Bahkan, dia tidak segan-segan melukai orang terdekatnya.
Rebecca, berjalan memasuki kamar Agni. Dia, melihat agni yang sedang tertidur. Semenjak jatuh dari tangga kondisi Agni semakin memburuk, bahkan stroke yang di alami Agni tidak ada kemajuan. Padahal, mereka sudah membeli obat yang mahal, sampai menyuruh dokter-dokter jenius untuk menyembuhkan Agni tapi semua itu tak kunjung sembuh.
"Ibu, bangunlah. Sekarang ayah, sangat semena-mena terhadap kita Bu. Bahkan, kita tidak bisa mengendalikan emosi ayah Bu." ucap Rebecca dengan sedih. Karana, kondisi keluarga mereka tidak seperti dulu. "Ibu, sekarang hanya ibu harapan kita satu-satunya kita. Karena pilar keluarga kita hanya tinggal ibu saja. Ayah, sekarang sudah sangat berbeda. Dia, bukan ayah yang dulu Bu." sambung Rebecca. Walaupun, dia hanya seorang menantu tapi dia sangat menyayangi mertuanya.
Saat, sedang mengajak ngobrol ibu agni. Rebecca mendengar suara bising-bising dari bawah. Rebecca, pun langsung keluar dari kamar Agni dan keluar menuruni anak tangga. Saat, dia berada di tengah-tengah anak tangga dia terkejut melihat anak-anak dan mantu'nya. Sedang, ada di sini.
"Grey's, hazel, Valdes, Vanandya, vir, Tanu.! Kalian disini?" ucap Rebecca,
"Mama." ucap mereka serempak. Lalu menyalami Rebecca satu per satu.
Rebecca, menganggukkan kepala. Dia, menjelaskan apa yang terjadi. Kepada anak-anaknya, bahkan vinton sudah tidak seperti dulu lagi. Dia, sudah menjadi pria yang kejam dan tak punya perasaan.
Vanandya, pun bertanya kepada Rebecca dimana kakek dan yan. Lain berada, karena dia harus menanyakan tentang Hayden. Yang, di sekap oleh mereka. "Mama, dimana Hayden di sekap ma?" tanya vanandya
"Hayden, ada di ruang bawah tanah. Saat, ini dia sedang di siksa oleh.." sebelum Rebecca menyelesaikan ucapannya, vanandya langsung pergi dari hadapan Rebecca. Dia, meminta kepada suaminya untuk mengantarkan dirinya ke ruang bawah tanah.
Valdes, pun mengantarkan istrinya kw ruang bawah tanah. Saat, mereka sudah sampai mereka sangat terkejut melihat Hayden sudah tak berdaya lagi. Bahkan, dia sudah tak memiliki tenaga lagi untuk membuka matanya.
__ADS_1
"Brengsek, kalian..! Apa, yang kalian lakukan kepada Hayden hah?" bentak vanandya kepada seluruh anak buah yang barusan memukuli Hayden.
"Nyonya, Vanda." ucap seluruh anak buah dengan terkejut, karena melihat sosok wanita yang begitu berbahaya. Bahkan, wanita di depannya bisa menghancurkan mereka dalam sekejap.
Vanandya, mendekati Hayden, dia membuka tali yang mengikat tubuh Hayden. Dia, tidak menyangka kalau, Hayden akan di perlakukan begitu buruk.
Setelah tali terlepas, Vanandya memapah tubuh Hayden keluar dari ruang kedap suara, dengan dingin dia menatap ke arah seluruh anak buah. "Jika, sesuatu terjadi kepada Hayden. Akan aku pastikan kalian semua lenyap dari muka bumi." kata vanandya dengan dingin.
Glekk..!! Semua, anak buah menelan ludahnya dengan kasar, mereka sangat menghindari akan Kemarahan nyonya Valdes marquez, tapi sekarang mereka. Harus menghadapinya.
"Sayang, sebaiknya. Kamu bawa Hayden kerumah sakit, biar Kairo yang membantu kalian ke rumah sakit. Karena, aku disini akan mengurus mereka." kata Valdes. Yang, juga ikut marah kepada semua anak buah vinton. Karena, Kemarahan istrinya kemarahan dirinya juga.
"Tidak, perlu aku tidak ingin pria penghianat itu mengantarkan ku." ucap Hayden dengan lemah.
"Aku, paham. Sebaiknya aku akan mengantarkan kamu sendiri tanpa bantuan siapapun." kata vanandya, yang langsung pergi dari ruang itu, saat sudah sampai di ruang keluarga, Grey's dan yang lain terkejut melihat kondisi Hayden yang begitu buruk. Grey's, dengan sigap membantunya memapah tubuh Hayden.
Dengan, perlahan Vanandya dan Grey's memasukkan Hayden ke dalam mobil. lalu, Saat, Vanandya akan masuk kedalam mobil, vernando berkata kalau dia yang akan mengantarkan vanandya dan Hayden ke rumah sakit.
"Pita, aku akan mengantarkan Vanda dulu ya?" ucap vernando kepada istrinya.
"Iya, sayang." Karena, memang hari sudah malam jadi dia tidak di izinkan untuk pergi.
__ADS_1
"Brengsek, apa kalian tidak mikir hah...?"