
Pesta penyambutan yang di bikin oleh vinton dengan semeriah mungkin harus hancur oleh Eriska dengan para sayangnya itu. Ia ingin sekali membunuh mereka dengan tangannya sendiri, tapi ia sadar karena selama mereka masih memiliki sertifikat dari Komnas mereka tidak bisa berbuat apa-apa,
Belum lagi masalah Eriska selesai sekarang masalah baru kembali muncul dengan kedatangan hazel dengan penampilan berbeda dan dia juga sudah mengambil semua kekayaan yang dia miliki,
Ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang sudah wanita licik itu buat sampai dia mendapatkan semuanya sedangkan ia tidak pernah menyerahkan sisa saham kepada hazel. Tapi kenapa dia sampai bisa mendapatkan saham itu dari tangannya?
"Ayah, lalu kita harus apa sekarang semua kekayaan semua sudah di pegang oleh hazel? Dan saat ini kita sudah tidak memiliki apa-apa lagi, satu persen saham saja kami tidak punya." ucap Faisal kepada sang ayah.
"Entahlah Sal, ayah sudah terlalu lelah memikirkan masalah yang tidak pernah selesai, " ucap vinton.
"Tapi kita pasti punya cara lain kan untuk mengambil kembali saham kita dari tangan hazel?" ucap Victor.
"Caranya kita harus membuat hazel tanda tangan di dokumen pengalihan saham," ujar Faisal.
"Dan pastinya hazel tidak akan mau melakukan itu, jika kita paksa hazel maka dokumen pengalihan saham tidak ada apa-apanya." sambung Faisal.
Mereka pun menghela nafas panjang dan menghembuskan nafas dengan kasar.
Vanandya yang sejak tadi berada di situ bersama dengan suami'nya hanya diam saja ia tak bisa berkata-kata lagi karena rasa kecewa, sedih dan tak percaya. Kalu kakak perempuannya dengan muda menjadi orang jahat apa lagi ia pasih kepikiran dengan perkataan hazel tadi.
"Sayang you are okay?" tanya Valdes dengan lirih saat melihat vanandya diam saja.
Vanandya hanya mengangguk kepala saja, ia tidak ingin menambah pikiran suami'nya, karena masalah mereka masih belum kelar juga,
Rebecca yang menyadari kalau vanandya tidak baik-baik saja menyuruh Valdes membawa istrinya ke kamar untuk istirahat karena kasian juga pasti Vanandya juga sangat kelelahan juga dari pagi ia berkerja tanpa henti.
Valdes pun mengangkat tubuh vanandya ala bridal style, karena Vanandya sangat kelelahan jadi ia menggendong tubuh istrinya dengan mudah.
__ADS_1
Hal itu tidak lepas dari penglihatan virendra dan keluarga yang lain. Virendra yang melihat itu merasa cemburu karena keromantisan Vanandya dan juga Valdes.
Tanu, diam saja saat virendra menatap vanandya dengan lekat, sampai tak menyadari ada dirinya. Dengan kesal ia pamit kepada keluarga karena. ia juga sudah sangat ngantuk
"Kamu pasti cemburu kan melihat virendra yang masih mencintai istri pertamanya kan? Asalkan kamu tau saja virendra menikahi kamu hanya demi anak karena apa karena Lian adalah seorang pewaris yang akan menggantikan posisi virendra kelak, jadi kamu itu tidak berharga di mata virendra," ucap Eriska mempengaruhi Tanu agar dia mau berpihak kepada dirinya. Dan setelah berpihak ia akan jadikan Tanu sebagai bonekanya untuk menghancurkan keluarga Marquez dan keluarga lacerta yang songong itu.
"Itu bukan urusan anda, mau viren mencintaiku atau tidak itu urusan kami berdua, jadi nyonya tak perlu ikut campur!"
"Kamu jangan munafik Tanu, saja bisa saja membantumu membuat virendra mencintai kamu, tapi dengan satu syarat?" ucap Eriska.
"Apa syaratnya?" tanya Tanu.
"Syaratnya gampang, kamu hanya perlu jadi anak buahku dan ikut menghancurkan kedua keluarga besar itu agar mereka hancur sampai tak tersisa," jelas Eriska.
Namun, Tanu tertawa terbahak-bahak mendengar syarat yang di minta oleh Tanu, ia pun dengan mentah-mentah menolak syarat itu karena cinta yang tulus bukan dari pemaksaan tapi cinta yang tulus akan datang hati yang tulu walaupun hati sangat sakit, tapi ia yakin kalau cinta akan tumbuh di hati mereka berdua tanpa ada unsur pemaksaan.
Karena Tanu tidak akan pernah menjadi pengkhianat di dalam keluarga, apa lagi kedua keluarga sudah menolong dirinya dan menyelamatkan perusahaan keluarga yang di rintis sejak nol.
Ia tidak akan pernah mencampuri urusan keluarga dengan urusan pribadi, lalu ia pun pergi meninggalkan Eriska seorang diri.
Eriska yang mendapatkan penolakan mengepalkan tangannya dengan kuat ia sangat marah karena Tanu berani-beraninya menolak dirinya.
"Lihat saja Tanu, aku bakalan buat kamu mengemis kepadaku untuk ikut bergabung dalam timku,!" gumam Eriska. tanpa di sadari oleh keduanya ada seorang yang mendengar semua pembicaraan mereka.
"Sepertinya hati anda sedang terbakar karena ada yang menolak ajakan untuk bergabung?" ucap seorang dengan dingin sambil berjalan ke arah Eriska.
"Kau! Buat apa kau disini?" bentak Eriska kepada wanita di depannya.
__ADS_1
"Buat apa saya disini? Itu terserah saya karena saya adalah pemilik dari rumah ini, wait seharusnya aku yang bertanya buat apa kamu disini?" wanita itu berbalik bertanya kepada Eriska.
"Ini adalah rumah putriku jadi terserah saya dong mau kemana itu bukan urusan kamu," ucap Eriska dengan marah.
"Ingat saya adalah pemilik dari semua kekayaan Marquez, dan putri anda hanya memiliki 5% saja jadi jangan pernah bermimpi jadi penguasa karena kau hanya numpang di Kediaman ku," ucap seorang wanita yang tidak lain adalah hazel.
Sebelum ia pergi meninggalkan Eriska ia membisikkan sesuatu kepada Eriska yang membuat dia terkejut sampai tidak bisa bergerak sedikitpun. Dan setelah mengatakan itu hazel melanjutkan jalannya pergi dari ruang itu.
Di kamar Vanandya.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan? sepertinya dari tadi kamu hanya diam saja," tanya Valdes yang menghawatirkan akan keadaan Vanandya.
"Aku hanya tidak percaya saja jika hazel sudah menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya, dan lebih tidak menyangka nya lagi hazel bisa mengatakan itu kepadaku, padahal dulu kami sering bersama sampai kami tidak bisa di pisahkan, tapi sekarang dia." Vanandya tak bisa berkata-kata lagi karena merasa hancur melihat kakak tersayangnya berubah.
"Sudahlah sayang kamu tidak perlu memikirkan hal itu lagi, mungkin ini semua sudah jalan hidup hazel dengan memilih menjadi orang jahat, apa lagi hazel pergi dengan kemarahan yang menyelimuti dia, jadi wajar jika dia menjadi seperti itu," ucap Valdes.
"Kamu benar sayang, pasti hazel sangat marah kepadaku sampai dia tidak ingin lagi kenal sama aku," ucap vanandya.
"Yang terpenting sekarang kamu jangan memikirkan hal itu dulu, karena jika kamu memikirkan, kamu bisa jatuh sakit, dan aku tidak ingin itu terjadi. Kamu paham kan?"
Vanandya, mengangguk,
Lalu valdes mengajak istrinya untuk istirahat karena hari sudah semakin larut tidak baik jika istrinya belum tidur itu tidak baik buat kesehatan, tapi lain dengan saat mereka bermain Valdes akan mengajak istrinya begadang sampai pagi,
**
Teng.. Teng.. Teng..
__ADS_1
"Berkumpul lah wahai manusia..!"