
...FLASHBACK OFF...
Tes!!
Air mata sudah tidak bisa membendung kesedihan yang saat ini Vanandya alami, bahkan selama itu kakak'nya yang selalu mengerti kondisinya tapi semua itu pupus sudah saat itu dia melihat kakak laki-lakinya terbujur kaku dengan berapa luka tembak.
Sementara kakak perempuannya meringkuk karena mengalami pelecehan dan menjadi saksi mata atas kematian kakak'nya.
Valdes yang terkejut sekali dengan apa yang terlah di perbuat oleh kakak'nya membuat wanita dan kakak iparnya merasakan kepedihan. Dia pun langsung memeluk tubuh sang istri.
"Kumohon jangan seperti ini...Aku tak kuat jika kamu bersedih seperti ini? Aku minta maaf karena keluargaku keluarga kalian harus menderita."Ucap lirih Valdes.
Vanandya hanya bisa menangis dalam pelukan suaminya,
Setelah cukup tenang. Vanandya pun melepaskan diri dari pelukan Valdes.
Lalu ia bertanya ke suami'nya apa dia ingin mengetahui kenyataan pahit lagi tentang Keluarga'nya.
Valdes yang sempet menolak, karena tidak ingin melihat istrinya bersedih lagi, apa lagi istrinya baru saja menceritakan tentang tentang grayland.
Namun Vanandya memaksa, karena ia tidak ingin menutup-nutupi apa yang terlah di lakukan oleh Keluarga Marquez. Karena suatu hari nanti cerita ini bakalan terbuka juga.
Lalu Vanandya mulai menceritakan kembali namun dengan berbeda kisah.
Ia menceritakan Tanu mulai di perk*sa oleh orang-orang suruhan Melisa, karena dia tidak ingin Tanu mendapatkan cinta dari Virendra, sampai dia melakukan hal licik,
Tanu pun berusaha kabur dari tempat itu, dan dia bertemu Virendra yang sedang mabuk, karena sedang merasa frustasi.. atas kaus orang yang membuat adiknya kehilangan kesuciannya dan wanita yang dia cintai terlah bermain dengan pria lain. Jadi dia melampiaskannya dengan minum-minuman
Karena raca cinta Tanu kepada virendra yang begitu besar ia membawa virendra ke hotel untuk mengistirahatkan viren. Namun naas Tanu harus melakukan perbuatan itu..
Sampai tanu hamil anak virendra.. Virendra yang mendengar Tanu hamil pun merasa marah besar, karena dia tidak mempercayai kalau anak yang di kandung Tanu adalah darah dagingnya.
Karena ingin membalas dendam, virendra pun menuruti keinginan Tanu buat menikahinya Walaupun saat itu virendra masih berstatus sebagai suami dari Vanandya. Namun seiring berjalannya waktu. pernikahan mereka Tanu kerap kali di siksa bahkan Tanu mentalnya di hajar habis-habisan,
__ADS_1
Virendra selalu menyalahkan Tanu atas pengajuan perceraian yang di lakukan Vanandya kepada virendra.
Karena cinta Tanu lebih besar dari pada rasa benci, Tantu tetap bertahan di rumah neraka itu. Bahkan saat Tanu melahirkan anaknya virendra tak pernah menyentuhnya, namun virendra menyentuh anak itu pas dia menghajar Lucas. Sampai berapa taun kemudian, anak kecil yang sangat mirip dengan virendra selalu mendapatkan fisik dari sang ayah.. Bahkan karena kejadian itu pucat tidak pernah berbicara bahkan dia menjadi takut dengan orang sekitar.
Karena opa rudra tak tahan melihat cucu dari sahabatnya, di perlakuan seperti itu selama lima tahun.. Dia pun menyuruh orang suruhannya untuk menjemput Tanu dan lucan. Saat itu opa Rudra mengundang seluruh dokter dan ahli psikiater untuk menyembuhkan mental mereka berdua.
**
Valdes kembali tercengang kalau adiknya yang selama ini ia jaga dari balik layar melakukan itu kepada orang lain, bahkan dirinya saja tidak mengetahuinya.
Valdes pun terkulai lemas tak berdaya, ia merutuki kebodohannya.
"Tuhan.. Hiks.. Apa dosa keluargku.. Hikss.. Kenapa kau melakukan semua ini.. Hikss."Isak tangis Valdes yang melihat kehancuran wanita-wanita yang ada di sekitarnya karena perbuatan keluarganya.
"Maafkan aku tuhan jika aku bersalah tapi kenapa harus para wanita yang ada di sekitar yang menderita atas perbuatan diriku."
"Aku yakin kau tak bersalah karena aku tau kamu besar dan di didik oleh orang yang tepat walaupun saat ini orang itu sudah tidak ada di sisimu."Ucap Vanandya menenangkan Valdes agar tidak menyalahkan dirinya sendiri yang tidak Valdes lakukan.
Karena sudah mulai larut malem mereka pun kembali ke tempat tidur mereka tidur di samping anak-anak.
***
"Huffthh! Akhirnya kau cerita juga cucuku!"
Mereka pun kembali tertidur dengan gelapnya malam yang sunyi dan dingin.
***
Pagi pun tiba, Saat ini anggota keluarga sedang menikmati sarapan, dengan diam tanpa ada yang bersuara.
Valdes yang melihat wajah Thommy dan grayland merasakan sedih, karena mengingat cerita yang yang terlah Vanandya ceritakan, membuat ia tak bisa menelan sarapannya dengan mudah.
Karena tak tahan lagi ia pun berpamitan kepada keluarganya untuk izin ke perusahaan karena saat ini ada investor yang akan berkunjung ke perusahaannya.
__ADS_1
Sebelum pergi ia berpamitan kepada kedua buah hatinya, dan memeluk tubuh anaknya dengan sangat erat, ia hanya meminta kepada sang pencipta untuk tidak memisahkan dirinya dengan sang anaknya.
Setelah itu ia pergi dari rumah itu namun sejenak ia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap kedua anak yang sangat menyedihkan nasibnya. Ia melihat wajah ketakutan anak itu pun hanya bisa menghela napasnya dan menghembuskan dengan kasar.
Lalu ia pun pergi dengan tangan mengepal. Ia tak menyangka saudaranya sangat bejad sampai tega melakukan hal keji seperti itu.
Saat sudah berada di mobil. Valdes memukul stir mobil dengan kasar, ia sangat malu karena kelakuan keluarga yang begitu jahat kepada keluarga lacerta.
Saat ia sedang melampiaskan kemarahannya, ia melihat mobil kakak'nya yang terlah mengantarkan hazel ke rumahnya.
setelah hazel turun mobil itu pun meninggalkan kediaman lacerta, Valdes pun yang tadi malam tak bisa tidur menelpon seseorang untuk mencari informasi mengenai kejahatan yang terlah di lakukan Marquez. bahkan. dia meminta informasi mengenai percintaan kakak'nya dan kasus virendra.
Saat ini mobil yang di kemudikan oleh Grey's dan mobil yang mengikuti pun terlah sampai, Valdes yang di rasuki oleh kemarahan berlari mengejar kakak, dan setelah sampai ia memegang pundak Grey's.
Grey's yang pundaknya di pegang oleh Valdes pun berbalik menatap orang itu.
BUGHH!
Grey's yang belum siap menerima pukulan dari sang adik langsung tersungkur.
"Brengsek apa yang kau lakukan?"Bentak Grey's kepada Valdes yang terlah memukul wajahnya.
"Ini hukuman buat orang yang menjijikan seperti dirimu.!"
"Apa maksud kamu berkata seperti itu?"
"Cuih!"Valdes meludah di depan Grey's.
Grey's yang tak terima pun bangkit dan memukul Valdes dengan bertubi-tubi. Namun Valdes tak akan membiarkan Grey's menang begitu saja ia pun Balik memukul Grey's, sampai seseorang menghentikan mereka.
"HENTIKAN! APA-APAAN INI PAGI-PAGI SUDAH BERANTEM?"
Mereka tak menghiraukan bentakan seseorang sampai seorang wanita datang tepat di depan mereka saat akan mukul satu sama lain.
__ADS_1
Dan untungnya mereka bisa mengerem tangan mereka, sampai tidak terkena oleh wanita itu.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN...."