CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 242


__ADS_3

Pagi-pagi di kediaman Marquez sudah terjadi kegaduhan karena ulah dari hazel yang memukul panci dengan sendok sayur. Dan ia pun berteriak memanggil penghuni mansion untuk segera turun dari kamar mereka,


Keluarga Marquez, yang sedang di dalam kamar langsung terkejut mendengar bunyi panci di pukul oleh seseorang, karena merasa ke berisikan mereka keluar dari kamar mereka menunju tempat dimana suara itu berasal.


Saat sudah sampai di mana asal suara itu mereka sangat terkejut melihat hazel sedang berdiri dengan elegan, ia memasang wajah datar ke arah keluarga yang baru saja datang.


"Hai wanita gila! Bisa tidak kamu jangan mengganggu tidur ku?" ucap Gisel dengan kesal,


Hazel yang mendengar memicingkan matanya menatap ke arah Gisel lalu ia berjalan mendekati wanita itu dengan sangat anggun.


"Berani sekali anda mengatakan itu? Memangnya siapa anda sampai berani berbicara seperti itu di dalam mansion saya! Ingat kamu disini cuma numpang jadi jangan pernah membantah peraturan yang saya buat!" ucap hazel.


Vinton yang sudah muak pun berkata dengan dingin kalau pengacara pribadinya akan segera datang dan membongkar semua kebohongan yang di buat oleh hazel, ia masih tidak percaya kalau semua kekayaan Marquez group sudah jatuh ke tangan Axel dengan mudah,


Karena, mereka juga tidak merasa menandatangani surat pengalihan saham kepada hazel, jadi mereka mengira kalau dokumen yang di bawa oleh hazel adalah palsu dan dokumen yang ia miliki adalah asli.


Mendengar vinton sudah menghubungi pengacara, ia lantas menghubungi pengacaranya juga, kalau dokumen yang di miliki oleh dirinya adalah yang asli.


Eriska cs tertawa sinis ke arah hazel karena sebenar lagi kesombongan hazel akan segera terbongkar dan mereka akan menjalankan rencananya untuk mengambil harta dari tangan vinton.


"Lihat saja, setelah kami tau kalau dokumen yang kamu miliki adalah palsu maka kami akan mengusir kamu dari mansion ini!" ucap Eriska dengan sinis.


"Silahkan saja, saya bakalan menunggu, dokumen siapa yang asli dan dokumen siapa yang palsu. Jika terbukti kalau dokumen saya asli maka saham Ameera akan menjadi milik saya!" ucap hazel.


"Kau..!" Ameera menggertarkan giginya karena tidak terima jika saham yang ia miliki harus jatuh ke tangan hazel. Karena itu adalah saham satu-satunya yang ia punya dan ia tidak ingin itu terjadi.


"Kenapa! Apa kamu takut kalau kamu tidak akan memiliki saham lagi? Oh-iya kamu hanya memiliki saham dari Marquez group dan kamu tidak memiliki saham di wilangga Adiningrat," ucap hazel dengan sinis.

__ADS_1


Berapa saat berlalu kedua seorang pria sedang berjalan ke arah keluarga Marquez dengan secara bersamaan. Namun ke-dua nya memiliki aura yang sangat datar.


Melihat kedatangan pengacara mereka Eriska cs tersenyum sinis, karena sebentar lagi hazel akan segera di depak dari kediaman Marquez jika terbukti hazel bersalah.


Vinton lantas menyuruh pengacaranya untuk mengecek dokumen kepemilikan, siapa yang asli dan siapa yang palsu.


Kedua pengacara vinton dan hazel pun langsung mengecek dokumen mereka berdua dengan serius dan teliti, sampai membuat suasana menjadi sangat tegang karena penasaran apa yang akan di katakan oleh kedua pengacara itu,


"Dari hasil yang kami lihat dan pelajari kalau dokumen milik nona hazel lah yang asli dan semua harta berserta aset-aset pribadi yang lain sudah sepenuhnya menjadi milik nona hazel," ucap pengacara pribadi vinton menjelaskan dengan detil.


Kalau semua kekayaan berupa, benda mati, mobil, apartemen, Hotel, mansion dan berserta aset-aset pribadi yang lain sudah menjadi milik nona hazel,


Deg.


Jadi memang benar semua kekayaan Marquez group sudah jatuh ke tangan hazel. Dan mereka benar-benar tidak menyangka kalau hazel berani melakukan itu kepada mereka, padahal mereka selama ini sudah baik kepada hazel tapi ini balasan hazel kepada keluarga mereka.


"Sudah jelaskan kalau semua kekayaan semua sudah menjadi milik saya, jadi mulai hari ini semua peraturan suda saya rubah menjadi peraturan yang saya buat. Dan memulai hari ini juga kalian harus mematuhi semua perintah saya atau kalian akan saya usir dari mansion ini." ucap hazel.


Hazel lantas menatap ke arah Vanandya yang berani mengatakan seperti itu kepada dirinya.


"Siapa anda! Yang berani mengatakan itu kepada saya. Anda tau kan kalau kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi jadi jangan pernah ikut campur urusan ku kau paham? Dan satu lagi aku ingin kamu membuatkan makanan untuk saya."


Vanandya terdiam mendengar perkataan hazel, sekali lagi hazel mengatakan itu kepada dirinya dengan perkataan yang menyakitkan.


"Hazel ingat batasan mu! Walaupun kamu memiliki semua kekayaan keluarga Marquez, bukan berarti kamu melakukan keluarga saya seperti itu apa lagi sampai kamu menyuruh istri saya melakukan pekerjaan rumah.!" bentak Valdes


Ia sangat tidak terima jika istri tercintanya harus di jadikan pembantu oleh hazel. Namun vanandya menuruti perintah dari hazel untuk memasak sarapan, dan mencegah suaminya berkata apa-apa kepada hazel.

__ADS_1


Saat Valdes akan pergi dari ruangan itu langsung di hentikan oleh seorang pria dengan tegas sampai membuat yang lain menatap ke arah sumber suara tersebut.


"Mommy, saya perintahkan mommy tidak akan pernah menginjakkan ke arah dapur! jika sampai mommy melakukan maka kami tidak akan segan-segan melukai mama. hazel.!" ucap orang anak kepada mommy mereka.


Greenland.


Grayland.


Alvagas.


Alvegas.


Ke empat anak melindungi mommy mereka dari hazel yang sedang di suruh-suruh oleh mama mereka, karena sangat tidak terima mereka pun langsung menghentikan langkah mommy mereka yang akan ke dapur.


Mereka semua sudah mendengar apa yang mereka bicarakan, jadi anak-anak mengetahui apa yang sedang terjadi kali ini, kalau hazel sudah berhasil mengambil kekayaan kakek buyut mereka.


"Ma, begini kah cara mama memperlakukan mommy? Mama tau kan kalau mommy adalah adik mama?" ucap grayland.


"Benar ma, mommy adik mama jadi tidak sepantasnya mama memperlakukan mommy seperti itu, walaupun mama memiliki semuanya mama jangan lupa kalau mommy adik mama.!" ucap vagas.


"Mama kita bukan mama yang dulu, jadi percuma kalau kalian mengatakan itu kepada mama, membuang waktu saja." ucap green dengan dingin.


Deg.


Hazel seperti tertusuk ribuan jarum mendengar semua perkataan anak-anak, ia juga tidak menyangka kalau putra sulungnya mengatakan yang membuat ia nyeri.


Namun, hazel menyembunyikan semua'nya dengan ekspresi datar, ia tidak ingin ada yang mengetahui kalau dirinya masih mempunyai hati.

__ADS_1


*Kau dan kau! gantikan vanandya memasak jika sampai masakannya tidak enak maka aku akan menghukum kalian!" ucap hazel menunjuk ke arah Gisel dan Ameera.


"Tidak kami tidak mau.."


__ADS_2