CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 154


__ADS_3

Kabar, duka dari keluarga lacerta tidak membuat para masyarakat bersimpati karena kematian Kimberly. Bagi, masyarakat itu lebih baik karena hidup Kim cuma menjadi seorang pel*kor. Walaupun, keluarga lacerta memiliki kekayaan dan kekuasaan tak membuat mereka takut melainkan sebaliknya dia akan lebih menghujat keluarga lacerta.


Saat, ini semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga setelah pemakaman kimberly, mereka sedih karena keluarga Marquez tidak datang ke pemakaman kimberly. Bahkan, suaminya saja tidak datang. Hal, itu membuat kemarahan Rudra, Hendrik dan maghfir memuncak lantaran tindakan keluarga mereka.


Saat, mereka akan menemui keluarga Marquez, mereka di larang oleh para wanita. Karena, ini bukan saatnya untuk memarahi mereka. Jika, mereka melawan dan menghancurkan keluarga Marquez maka keluarga lacerta lah yang akan di hujat oleh masyarakat.


Bahkan, perusahaan lacerta dan VND GROUP Sudah, di ambang kehancuran jika tidak mendapatkan suntikan dana lagi maka perusahaan mereka akan benar-benar hancur.


"Ayah, apa kita harus terus begini saja? Aku, takut jika terus seperti ini kita bakalan jatuh miskin," ucap hendrik kepada tuan Rudra.


"Ayah, juga tidak tau harus gimana hen? Perusahaan ayah sudah hancur. Perusahaan yang ayah buat dari nol semuanya sudah tak tersisa." ucap ayah Rudra dengan lemah. Dia, sudah putus asa jika semuanya sudah hancur. Karena, percuma dirinya membujuk para investor untuk kembali berkerja sama, itu tidak akan mungkin.


Rudra, lalu menatap ke arah cucu mantu'nya, dengan tatapan mata seriusnya dia bertanya kepada mereka. " Valdes, Grey's dan viren.. Sekarang, keputusan ada di tangan kalian, jika kalian ingin bertahan dengan cucu-cucu ku opa senang. Tapi, jika kalian ingin meninggalkan mereka, opa terima konsekuensinya. Mungkin, ini karma buat keluarga kita." ucap Rudra panjang lebar.


Hal, itu membuat semua orang yang berada di situ sangat terkejut dengan perkataan dari Rudra. Mereka, tam mengira kalau Rudra akan mengatakan hal itu kepada mantu mereka.


"Apa, maksud ayah?" tanya varisa.


"Yang, ayah katakan memang benar. Mungkin ini kesalahan Kim, karena terlah merebut Faisal dari istri sahnya. Dan, ayah tidak ingin keluarga mereka melampiaskan kepada cucu-cucu ku ini. Karena, kesalahan yang tidak mereka buat," jelas Rudra. Yang, tidak menginginkan kalau cucu-cucunya menderita di tangan keluarga Marquez. Dengan alasan kesalahan Kimberly. Apa, lagi Kim sudah tiada hal itu akan membuat mereka semakin memojokkan keluarga dirinya.


Ketiga, pria terdiam. Mereka, tidak menginginkan hal perceraian terjadi lagi kepada keluarga mereka. Dan, mereka juga tidak menginginkan kedua keluarga bertengkar seperti ini karena kesalahan masa lalu.


"Kami, janji. Kalau, kami akan terus berada di samping kalian. Dan kami juga akan melindungi kalian dari masyarakat yang sedang menghujat kalian." ucap Valdes penuh ketegasan. Karena dia tidak ingin kehilangan istrinya dan kedua anaknya. Dan perkataan dari Valdes di setujui oleh kedua saudaranya. Mereka, akan terus berada di samping keluarga lacerta.

__ADS_1


"Ayah, Sebaiknya kita harus meninggalkan kota ini. Dan, sebaiknya kalian ikut kita ke eropa dan tinggal di sana?" ucap mavin, dia ingin membawa keluarga istrinya pergi dari kota tempat tinggalnya. Karena, dia juga bersalah karena perbuatan anaknya menghancurkan Keluarga'nya.


Rudra, menggelengkan kepala, dia tidak akan pergi ke luar negri atau kemanapun dia akan tetap berada di Indonesia tanah kelahirannya. Dia, terima kalau orang lain menghujat dirinya karena perbuatan cucu perempuannya.


"Sebaiknya, kita harus jual mansion ini? Karena, pasti wartawan dan para warga akan terus ke tempat kita." ucap Eleanor dengan sedih.


"Lalu, kita harus tinggal di mana. oma?" ucap hazel dan vanandya.


"Kita akan, pindah ke Jogja tempat dimana kakek buyut kalian lahir. Karena, disana masih ada harta yang kakek buyut kalian punya." ucap Eleanor.


"Kalau, gitu, sebaiknya kita pergi sekarang. Karena, pasti wartawan akan datang kemari. Dan, sebelum pagi hari kita harus sudah pergi dari kediaman ini," ucap hendrik kepada ayah dan yang lain.


Eleanor, menganggu setuju. Mereka lalu pergi ke kamar mereka masing-masing, untuk packing barang yang harus mereka bawa. Setelah satu jam packing dengan kesedihannya mereka sudah siap untuk pergi.


"Opa, apa tidak ada cara lain selain pergi dari mansion ini?" tanya vanandya.


"Benar opa, kita gak seharusnya pergi dari kota ini?" sambung hazel.


"Iya, opa kita harus membuat rencana untuk menghancurkan wanita itu," ucap Valdes.


"Saya, setuju apa yang di katakan oleh Valdes opa. Kita, tidak perlu meninggalkan ini semua, apa lagi ini rumah opa rumah di mana kenangan opa ada di sini " ucap Grey's.


"Percuma. Rencana apapun yang akan kita lakukan itu tidak akan membuktikan bahwa kita tak bersalah. Kalian, tau kalau masyarakat tidak menyukai akan hal itu. Perusahaan opa juga sudah hancur dan opa sudah bangkrut jadi buat apa lagi kita hidup di kawasan seperti ini." ucap opa Rudra.

__ADS_1


"Jika, kalian tidak ingin pergi tidak apa-apa, opa akan pergi bersama dengan yang mau ikut bersama opa saja." sambung'nya lalu pergi dari hadapan mereka.


Valdes, dan yang lain pun mau tidak mau mengikuti opa Rudra karena mereka tidak ingin membuat opa kecewa. Tapi, mereka akan diam-diam menuntaskan kasus ini. Dan mengembalikan kejayaan keluarga lacerta lagi.


Mobil, yang hanya ratusan juta pun beriring-iringan keluar dari mansion. Mereka sengaja menggunakan mobil biasa karena tidak ingin membuat masyarakat curiga dan mencegah mobil mereka.


***


Sementara di kediaman Marquez, mereka sedang menikmati makan malamnya, Agni merasa senang karena dia memiliki cucu perempuan yang sangat cantik persis mendiang mantu'nya. Dia, bahkan sudah melupakan Kim, yang masih berstatus mantu di keluarga Marquez.


Faisal, sejak tadi hanya diam saja bahkan dia tidak makan-makanan yang sudah ada di piringnya, dia cuma mengacak-acak makanan. Hal itu membuat Agni geram.


"Faisal..!! Apa, kalu masih memikirkan wanita jal*Ng itu hah?" bentak Agni.


Faisal hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan ibunya itu. Semenjak ada cucu perempuan, sifat agni yang lemah lembut dan penyayang berubah. Bahkan, dia di kurung untuk tidak ikut memakamkan jenazah Kimberly. Wanita, yang sangat dia cintai.


"Ibu, sudahlah. Ibu kan tau kalau kak Faisal sangat mencintai Kimberly, walaupun dia sudah melakukan kesalahan." ucap Victor.


"Sebaiknya, kamu diam saja Victor. Dan, jangan pernah mengatakan nama wanita jal*Ng yang sudah membunuh mantuku itu.!!" bentak Agni.


Faisal, yang mendengar itu langsung bangkit dari kursinya dia berbicara dengan dingin. "Jika bukan karena wanita itu istri ku tidan akan seperti ini, dan asalkan ibu tau kalau ini semua atas kemau ku.!" Faisal membentak Ibunya. Dengan, menunjuk ke wanita yang sudah merusak kebahagiaan dirinya.


"Cukup. Faisal..!! Minggu depan kamu akan....?"

__ADS_1


__ADS_2