
Sudah satu bulan berlalu setelah pertengkaran besar itu terjadi. Hendrik semakin terkesan dingin kepada keluarga dan istrinya, ia menjadi jarang berada di rumah bahkan ia selalu pulang larut malam dan berangkat pagi hari,
Varisa hanya diam saja mungkin memang benar kalau dirinya tak berguna atau pun. seenak mau'nya. Bahkan ia sudah tidak bisa melihat suaminya di dalam rumah, bahkan ia selalu menunggu kedatangan suaminya sampai tertidur di sofa tapi suaminya tak kunjung datang.
Dan seperti sekarang di pangi hari mansion sudah terasa sangat sepi tanpa ada penghuni satupun, karena setelah pertengkaran besar itu ibu Eleanor terkena serangan jantung sampai mengakibatkan Eleanor di larikan ke rumah sakit yang ada di luar negri.
Lagi-lagi varisa melihat ke ruang kerja suaminya. Namun sudah tidak ada orang di dalam rumah tersebut, ia hanya bisa menghela nafasnya. Lalu ia bergi ke meja makan, yang sudah banyak makanan di atas meja dengan tertata rapi.
Varisa memanggil pelayan utama ia ingin menanyakan tentang makanan yang mereka buat, karena makanan yang di buat oleh pelayan sangat banyak jadi tidak mungkin ia memakan sendiri.
Pelayan yang di panggil oleh varisa mendekat dan bertanya kenapa nyonya varisa memanggil dirinya?
"Ada, apa nyonya memanggil saya?" tanya sang pelayan dengan sopan.
"Saya, ingin bertanya kenapa kalian buat makanan sebanyak ini?" ucap varisa.
"Maaf kan saya nyonya itu yang buat adalah pembantu baru di mansion ini nyonya?" ucap sang pelayan utama.
"Kalau gitu semua makanan yang ada di meja buat kalian saja, karena orang rumah tidak ada yang makan semua ini," ucap varisa.
"Tapi, nyonya?" ucap sang pelayan utama.
"Tidak ada tapi-tapian, saya tidak ingin membuang-buang makanan jadi semua ini buat kalian.! Kalau gitu saya pergi dulu," kata varisa.
"Terimakasih nyonya," ucap sang pelayan utama.
***
Di rumah sakit,
Saat ini hazel sudah sadar dari tidur panjangnya, ia juga susah mengetahui kalau anak yang ada di dalam kandungannya sudah keguguran, Hazel yang mengetahui kalau anaknya sudah tidak ada menangis histeris karena kehilangan seorang anak, yang sangat di nanti-nantikan.
Hazel selalu menyalahkan suaminya karena dia ia harus kehilangan seorang anak yang ia kandung.
__ADS_1
Grey's, tidak mengerti kenapa istrinya menyalahkan dirinya atas semua ini, memangnya apa kesalahan yang ia buat sampai hazel menyalahkan atas kematian dari anaknya?
Bahkan, Rebecca dan yang lain sama terkejutnya mendengar semua itu, apa yang membuat hazel menyalahkan putranya?
"Hazel, stop kamu menyalahkan Grey's, Grey's disini juga sama hancurnya dengan kamu, jadi kamu jangan menyalahkan semua'nya ke Grey's, yang melakukan persetujuan adalah vernando bukan Grey's!" bentak Rebecca,
"Mama, saat ini bisa menyalahkan diriku tapi setelah mama mengetahui saya tidak tau siapa yang akan mama bela?" ucap hazel dengan sinis.
"Apa maksud kamu hazel?" tanya Rebecca.
Hazel, lantas memberikan bukti apa yang dia lihat sebelum ia jatuh dari tangga. Di situ terdapat sebuah video yang menayangkan dimana seorang Grey's sedang melakukan hubungan dengan Gisel, bahkan di situ Grey's sangat menikmati apa yang mereka lakukan.
Deghh..
Rebecca sangat terkejut melihat semua apa yang di dalam video bahkan ia sampai menutup mulutnya saking tidak percayanya kalau Putranya melakukan hal semenjijikan itu.
Plakk...
Satu tamparan mendarat di pipi Grey's, Rebecca benar-benar marah kepada Grey's yang berbuat seperti itu di saat istrinya sedang hamil.
Bahkan, Valdes, Vanandya, Faisal, Victor, Bart, vernando, Pitaloka, Vernon, Laksh yang berada di situ sangat terkejut melihat apa yang Rebecca lakukan bahkan sampai mengejutkan orang yang baru hadir di ruang perawatan hazel.
"Kamu, lihat sendiri apa yang kau lakukan itu sangat menjijikkan, kenapa kamu melakukan itu grey kenapa? mama dan almarhum Daddy kamu tidak pernah mengajarkan kamu berbuat yang menjijikan di saat istrinya sedang hamil."bentak Rebecca.
Grey's dengan tangan bergetar melihat isi ponsel hazel ia ingin mengetahui apa yang membuat hazel membenci dirinya sampai dia menyalahkan atas apa yang sudah terjadi.
Deghh.. Deghh.. Deghh..
Jantung Grey's sangat terkejut melihat apa yang terjadi, ia menggeleng kan pelan kepalanya ia merasa tidak pernah melakukan hal yang menyakiti istrinya. Ponsel yang di pengga pun di ambil oleh vernando, ia sangat penasaran.
"Sayang, aku bisa jelasin? Aku berani bersumpah kalau aku tidak melakukan hal seperti apa yang ada di dalam video tersebut?" ucap Grey's menyakinkan istrinya kalau dirinya tidak bersalah.
"Saya melihat itu secara live Grey's aku menyaksikan kamu melakukan hal itu kepada gisel? Bahkan aku mengetahui apa bentuk dan ukuran yang kamu miliki, jadi aku tidak mungkin salah," bentak hazel.
__ADS_1
"Sayang dengarkan pen..." sebelum menyelesaikan ucapannya sebuah pukulan melayang di wajah Grey's, ia benar-benar sangat marah akan tindakan Grey's yang menyakiti hati hazel.
Vernando Adhikara adiwilaga.
Bart adalar.
Dua, pria yang memukul wajah Grey's dengan sangat keras sampai Grey's tersungkur ke belakang, hal itu membuat Rebecca berteriak histeris karena kedua pria itu memukul putranya.
"Beraninya kau menyakiti putriku?" bentak Bart.
"Grey's, aku tidak akan pernah mengampuni mu karena kau melukai adikku.?" bentak vernando.
Ucapan mereka berdua mengejutkan mereka semua, karena perkataan itu akan di cerna oleh hazel yang memang belum mengetahui apa yang terjadi.
"Apa maksud kalian mengatakan itu?" tanya hazel yang terkejut mendengar apa yang di katakan oleh kedua pria di depannya.
"Kami..Kami.?" keduanya terbata-bata saat ingin mengatakan yang sebenarnya kepada hazel karena mereka tidak berani mengatakan hal itu di saat hati hazel sedang hancur karena kehilangan seorang anak'nya.
Cklek..
Pintu ruangan terbuka yang menghadiri seorang wanita yang menyaksikan semua'nya, ia menatap sinis ke arah Grey's.
"Bunda," ucap hazel dengan lirih.
Varisa ya wanita itu adalah varisa, dia langsung memeluk putrinya dengan sangat erat karena ia merasa sedih melihat keadaan putrinya, walaupun bukan ia yang melahirkan tapi ia lah yang membesarkan dia sampai sebesar dan sampai menikahi pria yang menyakiti putrinya.
"Bunda, apa maksud dari perkataan mereka?" tanya hazel.
"Sudah, kamu tidak perlu memikirkan yang lain dulu, sebaiknya kamu pulihkan saja kondisi kamu nanti kita jelaskan saat berada di rumah ya?" ucap varisa dengan lembut.
Tepas saat itu sang dokter masuk ke ruang perawatan hazel, ia pun meminta kepada keluarga besar Marquez untuk menunggu di luar selagi ia memeriksa kondisi hazel.
Mereka, semua pun pergi keluar, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari sang dokter. Mereka berharap kalau hazel bisa di bawa pulang. Karena mereka sudah tidak ingin berada di rumah sakit yang bau obat-obatan.
__ADS_1
"Bisa, tidak kalian membicarakan dengan baik-baik tanpa melakukan kekerasan, walaupun melakukan kekerasan apa bisa membuat semua hilang begitu saja?"