CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 206


__ADS_3

"Oh jadi kamu merasa sangat kehilangan putraku? tapi semua itu sudah terlambat, dan andaikan saja dulu kamu mengatakan kepadaku kalau keluarga kamu haus akan kekuasaan dan ambisius ingin menyingkirkan anak laki-laki dari keturunan Adiwilaga ke 6 mungkin aku sudah lebih dulu membunuh mereka sampai ke akar-akarnya." ucap Hendrik berpaling dari wajah varisa.


"Hendrik andaikan saja aku mampu. Mengatakan itu semua kepada kamu mungkin aku gak akan menyembunyikan semua ini dari kamu. Dan, asalkan kamu tau Hendrik aku aku mengalami depresi saat melihat semua keluarga meninggal semua di tangan kakek dan ibu tiriku," ucap varisa dalam hati.


Varisa tak bisa mengatakan semuanya biarlah saat ini suaminya membenci dirinya ia memang pantas di benci oleh suami dan keluarga. Karena ia seorang anak dari Adiwilaga yang ke enam ia di benci olehnya sebab keluarga Adiwilaga penyebab kematian putra mereka.


Ia, sudah tidak bisa bicara lagi kepada suaminya ia hanya bisa terdiam dengan air mata yang membasahi pipinya.


Karena, sudah tidak ada pembicaraan Hendrik langsung tidur tapi tidak di kasur melainkan di sofa. Hendrik tau perkataan dirinya menyakiti hati istrinya karena ia lakukan agar istrinya sadar kalau kejujuran sangat berarti di dalam rumah tangga.


Walaupun, mereka hanya di jodohkan oleh eyang wangsami Harjo tapi ia sangat mencintai varisa sejak ia bertemu dengan varisa pertama kali.


Tapi, varisa terlah menyakiti hatinya dengan tidak mengatakan siapa dia sebenarnya ia sebenarnya berhak tau Kelurga dari varisa. Namun, verosa menyembunyikan rahasia selama bertahun-tahun.


Varisa yang melihat suaminya tidur di sofa berkata untuk tidak tidur di situ, ia menyuruh suaminya tidur di kasur biarkan ia yang tidur di sofa.


Namun, respon Hendrik membuat varisa sangat terkejut. Dia, membentak dirinya akan masalah itu.


"Pergilah jangan pernah deketin aku maupun urusan ku karena mulai. sekarang kita urusi diri kita masing-masing!"


Deg ..


Hati, varisa kembali tergores akan rasa sakit yang menimpanya dengan teganya suaminya mengatakan hal itu kepada dirinya.


"Baiklah, hend jika mau kamu seperti itu maka aku akan menjauhi kamu." gumam vsrisa.


( flashback off )


Mendengar cerita dari varisa Eleanor hanya mengangguk kepala saja dia sudah mengetahui akan akar permasalahannya ia akan menghukum anak'nya karena sudah menyakiti mantu tersayangnya ia pun membisikan sesuatu kepada mantunya agar rencana yang ia buat berhasil.

__ADS_1


Eleanor, berencana agar Hendrik menyesal karena sudah mengatakan kasar kepada varisa jadi ia menyuruh Varisa untuk pergi dari kediaman lacerta.


Ia, lakukan itu agar ia bisa membuat keduanya baik'kan lagi karena dirinya tau kalau putranya sangat mencintai dan menyayangi varisa tapi karena akan kekecewaan yang tumbuh membuat putranya marah dan mengatakan hal yang tidak-tidak.


Mendengar, rencana dadi Eleanor barista sedikit ragu apa dirinya harus pergi meninggalkan mansion yang penuh kenangan itu apa lagi ia harus jauh dari Eleanor.


"Ibu, apa ibu yakin? Jika, aku pergi lantas siapa yang akan mengurus ibu? aku tidak ingi saat aku pergi ibu tidak ada yang mengurus dan lagi aku tidak tau sampai kapan aku pergi." ujar varisa.


"Kau ini apa kau menganggap ibu sudah tua? sampai-sampai kamu mengatakan seperti itu. Gini-gini ibu masih bisa merawat diri bahkan ibu bisa berdandan dengan cantik." ujar Eleanor.


Karena perkataan Eleanor membuat mereka tertawa bersama bahkan seperti tidak ada masalah di dalam hati mereka.


Eleanor yang melihat mantu'nya tertawa sangat senang karena ia masih bisa melihat tawa varisa dengan sangat renyah. Karena, jarang-jarang varisa tertawa.


"Sudah, sebaiknya kamu bersiap nanti supir ibu yang akan mengantarkan kamu tinggal di kediaman ibu." ucap Eleanor.


Tak ingin membantah varisa langsung bergegas ke dalam kamar ia kemudian menata baju-baju yang akan ia bawa dan di masukan kedalam. koper.


"Sayang sudah siap?" tanya Eleanor


Saat melihat kedatangan mantu'nya yang sudah sangat rapi dengan tas branded menggantung di pundaknya dan dress berwarna hitam yang di gunakan oleh vaira terkesan sangat cocok tidak lupa juga dengan koper yang di seret oleh varisa.


Varisa menganggukkan kepala ia sudah siap berangkat meninggalkan mansion lacerta. Karena, ini semua demi kebaikan suami dan keluarganya.


Lalu, Eleanor memanggil mang Dadang untuk mengantarkan varisa ke tempat tujuannya yaitu sebuah mansion yang tidak di ketahui oleh putranya.


**


Sementara di mansion Marquez...

__ADS_1


Saat, ini seorang wanita setengah tertawa karena kebodohan yang mereka lakukan. Ia tidak percaya kalau mereka semua aka. begitu mudah mengelabui mereka.


"Lihat, sayang aku akan mengambil kamu dari tangan hazel karena dia tidak pantas bersanding denganmu karena kamu pantasnya bersanding dengan aku Gisel Stella Cornelia." ujar Gisel.


Saat, Gisel akan berdandan ada seorang pengetuk pintu kamarnya dengan keras yang membuat Gisel Stella Cornelia saat kesal Gisel lalu berjalan mendekati pintu kamar.


Dengan sangat kesal Gisel berkata kepada wanita pelayan di depannya karen sudah merusak dirinya yang ingi. berdandan.


pelayan wanita mengatakan kalau Gisel harus segera keluar karena akan ada seorang yang datang ke mansion yang sangat besar.


Mendengar z hal itu Gisel hanya ber'oh ria saja ia hanya acuh kepada perkataan pelayan di depannya. Karena, baginya tidak ada yang penting selain merebut kembali posisinya dari tangan hazel.


Karena, walau bagaimanapun juga posisi itu adalah miliknya tidak ada yang bisa mengambilnya lagi.


Saat, Gisel akan menutup pintu ada seorang anak yang menatap dirinya dengan sangat sinis. Gisel, tidak tau anak siapa itu yang jelas tatapan itu membuat ia sangat kesal.


"Hai, bocah apa yang kau lihat?"


"Aku, hanya melihat seorang wanita sedang memerani karakter jahat. Aku, sangat heran kepada orang dewasa kenapa dia selalu percaya akan perkataan wanita ular seperti kamu." ujar seorang anak itu yang tak lain adalah vagas.


Mendengar hal itu Gisel sangat marah karena dia sudah mengejek dirinya mengatakan yang tidak-tidak jika sampai ia ketahuan oleh orang-orang mansion ia bidang langsung di usir.


Gisel, menghela nafas panjang ia akan berusaha sabar karen jika saja ia terpancing akan apa yang di lakukan oleh anak kecil ini ia bisa di usir oleh keluarga Marquez.


Vagas yang memang memiliki tingkat kejahilan di atas rata-rata tidak menyerah begitu saja sebelum wanita di depannya marah kepadanya. Ia, ingin mengetahui seberapa sabar wanita fi depannya.


"Nenek sihir harusnya ada di dalam dongeng tapi kenapa sekarang ada di dunia nyata? Jangan, bilang kalau nenek sihir di depanku ingin menguasai kediaman Marquez?" ucap vagas yang berpura-pura takut kepada wanita di depannya.


Gisel, sudah benar-benar terpancing aka kemarahannya karena mendengar perkataan dari vagas yang mengatakan dirinya adalah seorang penyihir, dengan replesk Gisel menampar pipi vagas tapi sebelum menampar ia mendengar suara lantang.

__ADS_1


"Jangan pernah kau sentuh putraku.."


__ADS_2