
Mereka saat ini sedang berada di kantor polisi untuk membebaskan vanandya dari hukum'an.. Mereka, juga membawa sebuah bukti di tangan mereka,
Dan di sinilah mereka, sedang berada di hadapan ketua polisi yang menangani kasus vanandya. Lantas, pria yang mempunyai barang bukti menjelaskan kalau Vanandya memang tak bersalah akan rencana pemerkosaan terhadap amira. Dirinya mengaku kalau ini semua adalah ulah melisa. Ia di bayar untuk menggilir amira atas dasar suruhan dari Wanita itu.
Pria itu lalu menyerahkan bukti yang ada, tentang percakapan dirinya dengan Melisa dan video dimana dirinya hendak memerkosa Amira, sampai ada seseorang yang menyelamatkan dia.
Polisi yang melihat bukti kuat mengarah kepada melisa pun membebaskan vanandya dari penjara, karena salah paham menangkap seseorang yang tak bersalah. "Maaf. Jika saja saya tau.. Saya tidak akan. Menangkap nyonya muda marquez. Mungkin ini kesalah pahaman." ucap sang polisi menyesal Karena salah menangkap orang.
"Apa kau bilang..!!" kata valdes yang ingin memarahi sang polisi tapi kakinya sudah lebih dulu di injak oleh mertuanya itu.
"Maafkan dia pak, mungkin dia sedang kesal karena istri tercintanya di tahan oleh orang yang salah menangkap orang." ucap varisa dengan mulut sensinya. Ia juga tak terima putri cantiknya harus bermalam di tempat seperti ini
Vanandya lalu keluar dari dalam sel, saat seorang petugas kepolisian menyuruhnya untuk keluar. Karena, dirinya sudah di bebaskan.
Saat sampai di luar vanandya bertemu dengan suami dan kedua orangtuanya. Vanandya pun langsung memeluk istrinya dengan sangat senang,
"Sayang aku merindukanmu." ucap vanandya di pelukan Valdes.
"Aku juga sangat merindukan kamu sayang." balas Valdes.
"Ehm. Ehm." hendrik terbatuk-batuk karena melihat anak dan mantu'nya sedang berpelukan di depan dirinya.
Valdes dan Vanandya yang mendengar itu pun. Langsung, melepaskan pelukannya satu sama lain, Lalu vanandya juga memeluk kedua orangtuanya agar tak merasa ada kecanggungan.
Setelah berpelukan, varisa mengajak keluarganya untuk pulang kekediaman mereka, ada hal yang harus mereka bicarakan.
***
Di rumah sakit Kimberly sudah benar-benar pulih, dia saat ini sedang menggenggam tangan sang mami. Apa lagi dirinya sudah mengingat masa lalu, walaupun sulit menerima kenyataan, ia harus tetap menjalaninya dengan bahagia, apa lagi saat ini dirinya sedang mengandung. Ia benar-benar harus menjaga kondisinya, agar anak di dalam kandungan sehat.
__ADS_1
"Mami, ayok bangun mi. Apa, mami tidak kangen putrimu ini mi.. Yang, terpisah sejak kejadian itu." gumam Kimberly kepada mami Sonya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Sonya belum menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan sadar.
"Kimberly?" ucap seorang pria yang menahan air matanya agar tidak tumpah.
Kimberly yang mendengar namanya di sebut pun memalingkan wajahnya ke arah suara itu, dan betapa terkejutnya ia melihat papinya ada di hadapannya saat ini. Dengan, bahagia Kimberly bangkit dari duduknya, sambil menyebut nama sang papi. Iya langsung memeluknya dengan sangat erat, begitu rindu dirinya melihat sang keluarga.
Begitu pun mavin yang menyambut pelukan sang putri yang selama ini hilang, yang mereka anggap sudah tiada. "Putriku.. Aku sangat merindukan kamu."
"Papi aku juga sangat merindukan kamu." balas Kimberly, dengan air yang terus menetes dari matanya.
Faisal, melihat itu ikut bahagia karena melihat istrinya sudah bertemu dengan keluarganya. "Sonya, ijinkan aku untuk menjaga putrimu sampai akhir hayatku. Walaupun aku tak bisa menjagamu. Tapi, aku akan menjaga putrimu." batin Faisal.
Setelah puas berpelukan saat ini giliran Eleanor yang memeluk cucunya itu, ia juga sangat merindukan sang ratu di hati kami. "Sayang oma, Oma sangat rindu. Dengan, kamu?"
Kimberly tau akan kesedihan sang Eleanor yang sangat bersedih dan terpukul akan hilangnya dirinya.
***
Mereka akan mengenalkan vanandya sebagai putri mahkota Miharjo, keluarga yang sangat di sanjung di kalangan dunia, apa lagi dia seorang bangsawan Jawa yang masih tersisa.
Jika mereka berani menghina maka mereka juga harus berani merasakan kehancuran atas mereka buat. Tanpa, ampun.
"Mommy. Mommy benar ingin mengenalkan kepada dunia kalau mommy adalah anak keluarga besar.?" ucap Vegas dengan aura ketenangan.
"Mau gimana lagi son, opa, eyang dan Daddy kamu ingin kalau ibu di publikasikan kepada dunia." jawab Vanandya dengan lesu.
"Kalau itu kami juga setuju, tapi kami tidak ikut mom." ucap Vegas.
"Benar mom, kami tidak ingin di publish kepada dunia." sambung vagas.
__ADS_1
"Kenapa tidak ingin di publish baby?" tanya seseorang yang baru saja datang, setelah mendengar ucapan kedua putranya.
Vagas, menjelaskan kalau mereka. Ingin menjadi orang biasa dan memiliki banyak teman tanpa, melihat marga kami apa lagi status kami yang akan membuat mereka menjadi baik kepadanya agar keluarga mereka dapat sokongan.
Para orang tua pun menyetujui ide sang twins. Saat mereka sedang berbincang, membahas tentang konferensi pers yang akan mereka lalukan, seorang pria paruh baya mendekati mereka, dan mengatakan kalau persiapan menunju konferensi pers sudah siap bahkan para media sudah berkumpul di aula hotel yang di adakan.
Rudra Hanya menganggukkan kepala, lalu menyuruh dia untuk segera mempersiapkan keberangkatan mereka. Karena, Kimberly sudah pulih ia menelpon istrinya untuk menunjukkan bahwa Kimberly sudah kembali dan ia juga akan memperkenalkan kedunia kalau cucu ku adalah seorang wanita-wanita hebat.
Ia juga menyuruh putra dan mantu'nya untuk bersiap karena ini adalah hari yang akan membuat sejarah untuk dunia. Atas putri-putri sang penguasa.
Walaupun putrinya belum sadarkan diri dari koma, ia ingin saat dia sadar nanti Kimberly sudah di akui oleh dunia. Kalau dia adalah putri dari Sonya erllena lacerta dan Briyan Artamevin maghfir.
***
Malam pun tiba saat ini seluruh dunia ingi. Menyaksikan konferensi pers, tentang berita penyebaran itu, yang membuat gempar seluruh dunia.
Mereka, terus saja menunggu kedatangan keluarga besar dari keluarga Marquez. Yang ingin memberikan komentar tentang berita itu.
"Kira-kira siapa ya, orang yang terlah melakukan kejahatan itu?"
"Sudah jelas kan kalau yang melakukan kejahatan adalah nona vanandya lacerta. Anak dari varisa dan hendrik lacerta."
"Jika benar dia melakukan mana mungkin polisi membebaskan dia."
"Kayanya memang ada seseorang yang mengadu domba keluarga besar itu."
"Kau benar. Jangan-jangan pelakunya seorang pelak*r yang ingin merebut gelar nyonya muda."
Para netizen terus saja bergosip membicarakan tenta kedua keluarga besar itu. Ada, yang berpihak kepada vanandya ada juga yang mencibir tentang vanandya.
__ADS_1
"AKU INGIN MENGATAKAN KALAU...?"