
Sudah, berapa hari Agni di rawat. Dia, sudah sadar dari komanya. Da, sesuai perkataan dari dokter Agni mengalami stroke. Agni, tidak bisa apa-apa selain duduk di kursi roda. Dan, hari ini juga adalah hari kepulangan Agni ke rumahnya.
Victor dan Faisal pun ke ruang administrasi untuk pembayaran. Tagihan rumah sakit. Setelah, membayarkan selesai mereka kembali ke ruang perawatan Agni. Yang sudah di tunggu oleh Rebecca, vinton.
"Faisal, Victor apa kalian sudah membayar tagihan rumah sakit?" tanya vinton kepada kedua anaknya.
"Semua, sudah selesai yah. Sekarang kita bisa membawa ibu pulang. Dan, lagian ibu juga harus beristirahat." ucap Faisal.
Faisal. mendorong kursi roda ibunya, keluar dari rumah sakit. Karena, mereka akan. Segera pergi meninggalkan rumah sakit.
Di, satu sisi di kediaman Marquez. Seorang wanita sedang gelisah karena hari ini Adalah kepulangan Agni ke rumahnya. Jika, itu terjadi maka pergerakan dia tidak akan bebas. Apa lagi setelah Agni mengetahui sifat jahat dirinya. Yang, ingin menghancurkan keluarga Marquez. Walaupun, dia stroke tapi ada kemungkinan besar dia akan sembuh dan bisa-bisa rencana dirinya bisa hancur.
Dan, sosok wanita misterius datang kembali di kediaman Marquez. Dia memberikan sesuatu yang berupa botol kecil dengan bubuk yang sangat berbahaya. "Campurkan bubuk itu ke setiap makanan yang di berikan kepada Agni. Karena, dengan begini Agni tidak akan sembuh dari penyakitnya." ucap wanita misterius.
"Baiklah, nyonya. Permintaan, anda akan segera aku laksanakan. Karena, dengan begitu dia tidak akan pernah sembuh dan membongkar rahasia kita." ucap Yulia.
Setelah itu wanita misterius itu pergi dari kediaman Marquez. Dia, kembali ke kediaman dia. Dengan bahagia. Karena rencana yang sudah di susun rapih akan segera terwujud.
HAHAHAH..! Tawa, wanita itu menggema di seluruh penjuru mansion. Dia, benar-benar bahagia.
"Lihat, saja kalian akan mendapatkan balasan dari perbuatan kalian terhadapku." ucap sosok wanita. Yang bernama Eriska. Dia, adalah wanita yang sangat ambisius penuh dengan dendam.
Eriska, menatap ke arah bingkai foto pernikahan dirinya. Dengan penuh Kemarahan dia, membanting foto pernikahan dirinya bersama suaminya, itu.
__ADS_1
"Vinton, akan aku pastikan keluarga mu bakalan hancur di tanganku. Karena, kau lebih memilih dua wanita itu di bandingkan dirinya yang sudah memberikan segalanya kepada dia." gumam Eriska. Dengan penuh tekanan.
Eriska, adalah istri ketiga dari vinton Marquez. Namun, berapa bulan pernikahan dia langsung di ceraikan oleh vinton. Dan, itu ada campur tangan dari kedua wanita itu. Mereka menghancurkan dirinya dengan mengatakan kalau dirinya adalah perempuan hina.
Dan, setelah kejadian itu Eriska memiliki dendam kepada keluarga Marquez, dia susah bersumpah akan menghancurkan setiap keluarga Marquez. Karena, hanya dia dan anaknya yang berhak memiliki kekuasaan di tempat itu.
"Mama.!" panggil seorang wanita kepada mama'nya dengan lembut, dia sudah melakukan apa yang terlah di suruh oleh mama'nya untuk menghancurkan keluarga Marquez. Dan, keluarga lacerta.
"Amira. Sejak kapan kamu pulang sayang?" tanya Eriska, kepada Putrinya yang bernama Amira Brianna Marquez. Putri yang di rawat oleh Rebecca.
"Aku, pulang dua hari yang lalu. Dan, kenapa mama tidak pulang ke rumah ini?" tanya Amira. kepada mama'nya.
"Mama, ada urusan penting yang harus mama selesaikan?" ucap Eriska.
PLAKK..!! Eriska, menampar pipi putrinya. Dia, sudah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan Amira. Dan, balasan Amira seperti itu kepada dirinya.
"Jangan-jangan, kamu sudah terpengaruh oleh mereka hah? Apa, kamu senang melihat mama menderita seumur hidup, karena perlakuan buruk mereka terhadap ku. Ingat, mama dulu pernah di hancurkan oleh mereka. Gara-gara mama di paksa menikah oleh tuan vinton pria playboy itu." bentak Eriska, yang mendapatkan Perkataan seperti itu dari anaknya.
"Tidak, ma. Bukan, seperti itu, aku melakukan ini demi kebaikan mama, aku ingin mama hidup damai bersama denganku. Walaupun, aku dari kecil hidup bersama dengan mama Rebecca." ucap Amira.
"Sudahlah, sebaiknya, kamu pergi ke kamarmu. Mama, tidak ingin mendengar nasehat kamu," ucap Eriska, yang langsung pergi dari hadapan anaknya. Dia, merasa kesal karena anaknya sudah mulai terpengaruh oleh kebaikan mereka. Dan, Eriska, tidak akan tinggal diam dia akan membuat Amira kembali benci lagi terhadap dua keluarga.
"Ma..! Aku, sebenarnya sayang sama mama, jadi aku tidak ingin mama menderita di tangan keluarga Marquez. Aku, sangat mengetahui keluarga mereka ma." gumam Amira. Lalu, dia membersihkan pecahan kaca bingkai. Dia, memungut foto mama dan kakek vinton. Dia, menyimpan foto itu di dalam laci.
__ADS_1
***
"Selamat, datang kembali di mansion Marquez nenek." ucap Laksh, Vernon dan feria, secara bersamaan. Mereka membuat acara penyambutan kedatangan nenek Agni yang sudah lama berada di rumah sakit.
Agni, hanya bisa menangis, melihat cucu-cucunya, sangat menyayangi dirinya, sampai-sampai dia membuat perayaan tentang menyambut dirinya pulang ke kediaman marquez.
Ketiga cucu dadi agni memeluk tubuh Agni dengan sangat lembut. Namun, saat, sedang asik berpelukan, yulia datang menghampiri mereka. Dengan, muka bersedih dia memeluk agni dengan sangat lembut.
"Tante, akhirnya, Tante pulang juga. Aku, sangat merindukan Tante di kediaman ini." ucap Yulia.
Agni, hanya diam saja dengan muka sinis'nya, dia sangat membenci wanita ular di depannya. Andaikan, dia tidak mempercayai wanita di depannya, pasti dia tidak akan seperti ini.
"Dasar, wanita ular. Kamu terlah merusak keluargaku. Dan, gara-gara kamu aku sangat membenci mantuku. Dan, karena kamu, aku harus termakan hasutan kamu." batin agni, merutuki kebodohannya, karana terlalu percaya kepada yulia.
Andaikan, dia mempercayai putranya, untuk tidak percaya kepada yulia, sang wanita jahat. Pasti, saat ini Kimberly masih berada di sini. Dan, mungkin dia masih bisa melihat cucu yang sedang dia nantikan dalam rahim Kimberly.
Faisal, lalu mendorong kursi roda ibunya, dia akan mengantarkan ibunya ke kamarnya, karena dia harus segera istirahat. Dia, juga meminta, kepada asisten rumah tangga. Untuk membuatkan bubur karena, sebentar lagi ibunya harus meminum obatnya.
Yulia, tersenyum puas, lalu dia berjalan ke dapur. Dia, memberikan bubuk itu kepada pelayan untuk mencampurkan di setiap makanan yang di berikan kepada Agni.
Pelayan, itu menerima bubuk itu, dia langsung pergi takut, di curigai oleh orang-orang rumah. Karena, hal itu bisa berbahaya.
"Sedang, apa Tante disini?"
__ADS_1