CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 100


__ADS_3

"Asssshhh."Desis Vanandya saat merasakan burung merpati terlah bangun di sela-sela jalan masuk gua. Ia pun tak jadi konsen untuk memasak makanan, lalu ia berbalik menatap wajah suaminya.


Valdes hanya cengengesan saja karena melihat tingkah laku Vanandya, apa lagi saat ini istrinya sangat cantik kalau tak menggunakan apa-apa, dan jangan lupakan tanda kepemilikan di setiap daerah di tubuh Vanandya.


"Mau melakukan lagi?"Tanya Valdes dengan jahil, dan benar saja muka Vanandya Langsung berubah menjadi merah bak tomat rebus, entah merasa kesal atau salting dengan apa yang terlah ia katakan.


Karena mendengar suara dari dalam perut Vanandya ia pun berinisiatif untuk memasak sendiri dan ia menyuruh istrinya duduk di meja makan biarkan chef Valdes yang memasak nasi goreng spesial.


Vanandya kembali menurut saja, entah kenapa dirinya tak bisa menolak permintaan Valdes. Apa lagi suara Valdes yang sangat berat dan serak-serak basah, membuat lib*do Vanandya naik turun.


Tanpa di sadari nasi goreng yang di buat oleh Valdes terlah selesai lalu ia memberikan kepada istrinya untuk di makan. Namun ia hanya menyajikan satu piring saja.


"Kenapa cuma satu piring?"Tanya Vanandya.


"Ya karena aku ingin makan dari tangan kamu.. Aku ingin setiap hari di suapin sama kamu?"


"Dasar manja."Ucap Vanandya.


Valdes bukannya marah kepada istrinya karena mengatakan bahwa dirinya manja, ia hanya tersenyum. "Biarin maja.. Toh manja sama istri ini bukan sama yang lain,"


Vanandya tak menjawab pertanyaan Valdes ia lalu menyuapi bayi gedenya, entah kenapa anaknya tak pulang-pulang, ia sedikit curiga kepada Valdes.. Pasti kedua anaknya terlah berkerja sama dengan bapaknya.


Di sela-sela makanya Valdes berbicara yang membuat Vanandya terdiam.


"Sayang,,, Seperti kita akan segera memiliki anak,"Ucap Valdes yang tak menyadari akan perubahan drastis Vanandya.


"Maaf sayang."Lalu ia berlari menaiki tangga ia sangat sedih suaminya yang sangat berharap agar dirinya bisa hamil lagi.


Valdes tentu merasa khawatir melihat apa yang Vanandya lakukan, ia pun mengejar istrinya naik ke lantai dua.


***


Sementara itu kediaman Marquez sedang menikmati hari paginya yang sangat cerah karena mereka sedang tidak berkerja. Apa lagi Faisal yang sudah overdosis berkerja sekarang duduk bersama keluarganya untuk menemani istrinya yang tengah hamil,


Bahkan mereka merasa heran akan perilaku Faisal yang seperti anak kecil itu, Victor sudah berapa kali mengecek dahi sang kakak tapi baik-baik saja ga ada yang panas.


Saat sedang bersantai mereka terkejut dengan kedatangan keluarga lacerta, mereka sudah mengira kalau mereka akan datang menemui Kimberly.

__ADS_1


Oma Eleanor pun langsung memeluk cucu tersayangnya karena selama ini ia sangat merindukan Monica/Kimberly yang sudah tiada.


Satu persatu mereka memeluk Kimberly, sebenarnya Kimberly merasa canggung akan pertemuan dengan keluarga lacerta kali ini, apa lagi dirinya yang menyandang anak yang baru di temui oleh keluarga mereka.


Saat Sonya bertanya kepada Monica/kimberly gimana keadaannya ia sangat menghawatirkan keadaan putrinya.


Kimberly memberikan syarat kepada mereka untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Monica, karena saat ini namanya adalah Kimberly gak ada yang boleh merubahnya termasuk orang tuanya.


Ia senang bisa bertemu dengan keluarganya tapi ia sudah terbiasa dengan nama Kimberly.


Awalnya mereka keberatan namun karena permintaan dari Kimberly.. Mereka pun menyetujuinya, gak ada salahnya nama Kimberly,


Agni, yang dari kamar pun mengajak mantu'nya untuk memeriksakan kehamilannya, karena ia sangat penasaran akan bayi yang di kandung Kimberly.


Saat para pria ingin ikut dengan mereka, namun Rebecca menolak karena ini adalah hari para wanita. Jadi seorang pria ga Ada yang boleh ikut, mereka juga ingin menghabiskan waktu.


Kimberly pun mengajak ibu, Tante dan Oma'nya untuk ikut bersama dengan mereka.


Para wanita pun berjalan keluar dari mansion dan lalu mereka memasuki mobil,


Karena sudah tidak muat lagi mau tidak mau varisa dan Eleanor di mobil satunya.


Para pria yang melihat mobil para istri sudah pergi meninggalkan halaman rumah pun hanya bisa diam-diaman sebelum seorang berbicara.


"Gimana kalau kita main golf?"Tanya Rudra.


"Boleh."Jawab mereka dengan bebarengan. Namun si para cucu hanya main ponsel mereka saja.


Vinton lalu mengajak mereka ke lapangan golf yang berada di halaman belakang, karena vinton yang terlalu kaya ia menyediakan lapangan golf pribadi.


Mereka pun bermain dengan antusias, mereka tidak ingin kalah satu sama lain.


***


"Sayang berbicara lah?"Ucap Valdes yang tidak kuat istrinya mendiami dirinya.


"Aku sudah tidak bisa hamil lagi bal gak bisa!"Pekik Vanandya yang lalu menangis sejadi-jadinya, karena dokter pernah berkata dirinya akan sulit lagi mempunyai seorang anak.

__ADS_1


DEGHH!


Valdes terkejut dengan apa yang terlah istrinya katakan ia tak menyangka kalau vanandya tak akan memiliki seorang anak lagi.


Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh dari Vanandya, bahkan ia memukul dinding kamar sampai ia terluka, ia tak menyalahkan istrinya, ia menyalahkan diri sendiri.


Vanandya yang mengira Valdes marah kepadanya pun berjalan ke arah walk in closet ia lalu memilih baju dan ia mengambil tasnya ia ingin pergi.


Saat akan keluar kamar dirinya di cegah oleh Valdes. "Kamu mau kemana?"


"Kamu pasti marah sama aku jadi aku akan pergi."


"Tidak! Kamu tidak boleh meninggalkan mansion kamu."


"Lantas aku harus apa disini? Melihat kamu marah karena aku tak bisa memberikan anak lagi!"


"Aku tidak marah sama kamu aku hanya marah kepada diriku sendiri,, aku yakin ini adalah karma buatku karena terlah membuat Virendra tak bisa hamil di rahim kamu."Ucap Valdes dengan sedih, ia pun sampai terduduk lemah.


"Maafkan aku"Sambung Valdes.


Vanandya yang merasa iba pun berjongkok lalu ia memeluk tubuh suaminya, ia meminta maaf karena terlah salah sangka. Ia juga meminta maaf tak bisa memberikan anak lagi kepada Valdes.


Valdes juga meminta maaf, ia tak masalah kalau istrinya tak memiliki anak lagi, asalkan istrinya tak meninggalkan dirinya dari rumah ini.. Apapun ujian dan apapun bahannya di depannya ia akan tetap berada di samping Vanandya. Walaupun istrinya tak akan bisa memiliki seorang anak, karena cinta sejati akan menerima setiap kekurangan pasangannya.


Lagian mereka sudah memiliki seorang anak kembar yang membuat mereka bahagia. Dengan adanya kedua malaikat kecil.


Karena tak ingin bersedih lagi dengan masalah itu, Valdes ingin mengajak istrinya jalan-jalan.. Agar mereka Heppy,


Valdes pun sudah siap dengan penampilannya yang menggunakan kemeja putih dengan lengan di lipat, dan kancing baju atas di buka yang menampilkan dadanya yang besar. Tak lupa dengan celana Chino,


Saat sampai di garasi mereka sedang memilih ingin pake mobil apa, namun pandangan Vanandya jatuh ke mobil yang sangat cantik.


"Kita menggunakan mobil itu saja."


***


BRAKKKKK!

__ADS_1


__ADS_2