CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 98


__ADS_3

Seorang wanita sedang merasa bahagia karena kabar kehamilan. Dia tidak percaya kalau dirinya sedang mengandung, kabar yang dinantikannya sejak lama. Kimberly mendengar suara Sonya memanggilnya dan heran melihat Sonya berada di rumahnya. Lalu dia bertanya kenapa Sonya berada di sini. Bukannya menjawab, Sonya langsung memeluk Kimberly begitu erat dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya. Dia benar-benar merasakan rindu yang sangat dalam.


Karena Kimberly kehabisan nafas, dia melepaskan pelukan Sonya walaupun hatinya terasa nyaman. Seumur hidupnya dia tidak pernah mendapatkan pelukan dari kedua orang tua angkatnya. Sonya yang mengira kalau Kimberly marah kepada dirinya karena dia melepaskan pelukannya pun bertanya kepada Kimberly. "Kenapa sayang? Apa kamu tidak merindukan mamimu ini?"


"Maaf Tante, aku kehabisan nafas. Dan aku tidak keberatan Tante memelukku, tapi kenapa Tante mengaku-ngaku aku adalah anak Tante?"


"Sayang, kamu memang anak mamimu. Dan mami tak mengaku-ngaku, kamu adalah Monica!"


Keluarga Marquez sangat terkejut dengan perkataan Sonya yang mengatakan kalau Kimberly Ryder adalah anak mereka. "Maaf, apa Anda punya bukti kalau istri saya adalah anak kalian?" Tanya Faisal dengan dingin, karena dia tidak ingin membuat istrinya stres, apalagi saat ini dia sedang hamil. Jadi, dia harus benar-benar menjaga kesehatan Kimberly agar tidak ada yang tidak diinginkan.


Artamevin yang dari tadi diam menyaksikan istrinya melepas rindu dengan putrinya pun menyerahkan bukti yang sudah mereka lakukan, kepada Faisal agar mereka percaya kalau Kimberly adalah anaknya. Faisal pun menerima amplop putih yang diberikan oleh Artamevin, di situ di amplop ada logo rumah sakit yang mereka percayai.


Perlahan demi perlahan ia membuka amplop itu dan membuka surat yang berada di amplop. Teryata hasilnya 99% kalau Kimberly adalah anak biologis dari Nyonya Sonya. "Sayang?" Gumam Faisal.


Semua keluarga merasa penasaran apa yang tertulis di surat itu, kenapa Faisal hanya diam saja. "Apa hasilnya?" Tanya Nyonya Agni.


"Hasilnya cocok bahwa Kimberly adalah anak kandung dari Nyonya Sonya." Ucapan Faisal membuat mereka terkejut, mereka tidak percaya kalau Kimberly adalah anak dari Sonya. Dosa apa yang mereka lakukan kenapa keturunannya harus menikah dengan keluarga Lacerta.


"Tes! Tes!" Satu tetesan air mata terjatuh dari mata Kimberly. Dia juga terkejut mendengar berita ini, di satu sisi ia bahagia karena saat ini sedang hamil, di sisi lain ia merasa bingung karena bertemu dengan ibu kandungnya.


"Gimana tuan Faisal, apa bukti saya cukup? Jika kalian tidak percaya, kita bisa mengulangi lagi tes DNA-nya." Usul Artamevin yang melihat reaksi Faisal.


Faisal hanya menggeleng pelan. Dia percaya. Dia hanya merasa terkejut saja karena melihat kenyataan kalau Kimberly adalah anak dari Sonya, cinta pertamanya. "Sayang..Mami sangat kangen?" Sonya pun memeluk tubuh Kimberly.

__ADS_1


Kimberly yang masih syok hanya bisa menurut saja. Jujur, saat ini ia merasa canggung. Setelah mereka berpelukan, Sonya melepaskan pelukannya lalu membelai wajah putrinya yang selama ini hilang. Dia pun bertanya kepada Kimberly tentang apa yang terjadi saat itu.


Mendengar itu membuat Kimberly merasakan sakit di kepalanya yang amat sangat, sampai membuat mereka merasa khawatir melihat Kimberly. Dan tak berselang lama dia pun terjatuh pingsan.


Faisal pun dengan sigap menangkap tubuh istrinya lalu merebahkan istrinya di kasur. Setelah meletakan Kimberly, dia menatap Nyonya Sonya dan Mevin untuk memberikan waktu kepada Kimberly untuk tidak berbicara tentang masa lalu. Karena Kimberly mengalami amnesia dan tidak bisa mengingat semuanya.


Tentu saja, Sonya merasa terkejut dan sedih mendengar cerita dari Faisal kalau Kimberly mengalami amnesia. Dan Faisal juga meminta kepada orang tua Kimberly untuk pulang karena hari juga sudah mulai malam.


Mevin lalu membawa istrinya pergi dari kediaman Marquez. Dia bilang kalau besok mereka bisa kembali ke sini lagi untuk menemui Kimberly. Walaupun merasa berat, Sonya pun menuruti untuk pulang malam ini, yang terpenting ia sudah bisa melihat putrinya.


"Faisal, apa kamu percaya begitu saja?" Tanya Agni yang belum percaya kalau mantunya adalah anak dari Sonya. Karena dia masih ingat betul saat Sonya mempermalukan putranya.


"Entahlah Bu, aku juga sulit untuk mempercayainya tapi bukti sudah di depan mataku," Ucap Faisal dengan gusar sambil melihat lembaran kertas yang berada di tangannya.


"Aku tahu Bu.. Tapi ini sudah kehendak yang Maha Kuasa. Aku mau mengelak kemanapun kalau kenyataan memang benar, Kimberly adalah anak Sonya. Aku bisa apa?" Ucap Faisal.


"Kak.. Kau harus ikuti kata hatimu, jangan sampai kamu menyesal apa lagi saat ini di dalam perut kak Kimberly ada anak kalian." Victor terkekeh geli menyebut Kimberly kakak, padahal Kimberly lebih muda darinya. Tapi, ia bisa apa ibunya selalu mengajari dirinya untuk memanggil sesuai silsilah keluarga.


Ya, Meneer selalu mengajari tentang tata krama, budaya, serta panggilan kepada keluarga sesuai panggilan. Karena dia dibesarkan di dalam kraton Jawa yang selalu menjaga pitutur dan adab.


"Kamu benar, Vic. Apapun masa lalu yang aku lalui bersama dengan Sonya, aku harus melupakan, dan aku harus fokus kepada istri dan calon anakku." Ucapnya.


Mereka pun satu per satu membubarkan diri. Karena hari sudah mulai larut, jadi mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.

__ADS_1


 


"Apa aku harus jadi seperti Lucin agar bisa memiliki Hayden yang ketampanan sebelas dua belas dengan Tuan Valdes?" Batin Kairo.


"Hay Kai!" Pekik Hayden.


"Ah, iya. Ada apa kesini?"


"Aku kesini mau.. Menanyakan proyek yang pernah Mrs kerjakan bersama Tuan Valdes." Hayden merasa gugup karena melihat pemandangan di depan.


Sebenarnya, ia enggan datang pada malam begini terlebih lagi dia tahu bahwa Kairo menyukainya. Meskipun dia tidak mempermasalahkan hal itu, ia harus tetap konsisten dengan pekerjaannya. Kairo lalu menyuruh Hayden masuk ke dalam apartemennya sambil ia akan mengambil dokumen yang diminta oleh Hayden.


Tak sengaja, Hayden menekan tombol on pada remote dan TV menampilkan film kinnporsche. Hayden terkejut melihat itu dan melupakan kepercayaannya sementara "Demi Tuhan, Astaghfirullah, Aishh Ya Tuhan!" terucap dari bibirnya. "Ya Tuhan, maafkan aku. Aku lupa. Jangan marahi aku," ucap Hayden sambil menyatukan telapak tangannya. Setelah itu, ia mematikan TV segera.


"Ada apa?" tanya Kairo.


Melihat kedatangan Kairo, Hayden menenangkan diri dari rasa terkejutnya dan ia menggeleng pelan dengan senyum di wajahnya. "Ya Tuhan, Kairo cakep ya?" terlintas dalam benaknya, namun ia hanya mengagumi dari jauh saja.


"Ada.. Ada.. Aku tidak apa-apa," jawab Hayden.


"Kenapa gugup?" tanya Kairo.


"Aku tadi..." jawab Hayden terbata-bata.

__ADS_1


__ADS_2