
"Memang siapa dalang di balik semua ini?" tanya kairo yang penasaran, siapa orang yang telah melakukan hal keji seperti ini.
"Dia adalah tante amira!" ucap vegas berapi-api, karena Tante Amira lah orang yang terlah berbuat jahat. Ia melakukan ini hanya untuk balas dendam akan apa yang terlah mommynya lakukan.
"Maksud kamu apa son?" tanya Valdes
Vegas memberikan Ipad-nya kepada sang Daddy, yang berisi kalau Amira yang membocorkan semua ini. Apa lagi tentang berita yang waktu itu di pemakaman sang nenek buyut. Dan, bukti lain amira menunjukkan pernikahan mommy dan om viren.
Valdes tak menyangka kalau anaknya sangat cerdas walaupun dia terlihat sangat tenang tapi putranya patut di berikan Apresiasi karena sangat cerdas.
Namun, semua bukti belum di berikan kepada mereka, vegas lalu menunjuk bukti lain siapa orang yang terlah merencanakan semua ini.
...FLASHBACK ON...
Saat itu Amira sedang bersama teman-temanya, karena saat itu temannya mengajak Amira ke sebuah bar yang cukup terkenal di ibukota, apa lagi dengan sejuta umat yang masuk kedalam bar itu. Tanpa di sadari vanandya melihat semua itu, lalu dia menelpon adiknya itu. Untuk, menjemput Amira.
Tanpa Amira sadari temannya memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Amira yang beralkohol. Karena Amira tak menyadari dia meminum yang sudah di berikan obat oleh salah satu temannya.
Setelah Amira meminum dia mulai menunjukkan tanda-tanda kalau dia sudah mulai terpengaruh akan obat itu, teman yang memberikan obat itu, memanggil berapa pria yang sudah di sewakan oleh melisa yang gagal menjadi calon mantu keluarga Marquez.
Karena dendam, melisa merencanakan semuanya agar keluarga mereka hancur. Karena, salah satu anak mereka terlah ia rusak.
Tepat setelah itu. Axel datang dan menolong Amira yang hampir di lecehkan oleh sepuluh orang pria, yang sudah tak berbusana. Melihat itu pun Axel marah lalu menyuruh anak buah untuk menyingkirkan mereka.
Saat ia akan membawa Amira, Amira terlah menggoda hasratnya yang sangat tinggi. Karena, tak kuat ia pun tergoda lalu ia melakukan hubungan tanpa ikatan, Axel tanpa sengaja menumpahkan benihnya di dalam. Setelah itu ia pergi begitu saja.
Sebelum dirinya pergi, Axel menyuruh anak buah untuk menjaga tempat itu tanpa sepengetahuan oleh Amira,
...FLASHBACK OFF...
Valdes, dan yang lain merasa terkejut dengan bukti yang terlah di berikan oleh vegas, mereka tak menyangka kalau vegas mampu mencari informasi dengan sedetil ini.
"Jadi, melisa dalang di balik semua ini? Tidak akan. aku lepaskan mereka!" ucap valdes dengan kemarahan yang berkobar. "Dan aku juga akan menyuruh axel bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.?"
__ADS_1
"Sepertinya kamu tak perlu melakukan itu Al!!" ucap vanandya yang sudah kembali seperti semula.
"Apa maksud kamu yang? Kamu ingin membela dia hah? Kau tau kan dia juga yang sudah menghamili adikku?" sentak Valdes.
"Aku tau, mas. Tapi Amira lah yang tidak ingin menikah dengan Axel, walaupun dia sudah memaksa.!" bentak vanandya.
"Sudahlah kak, Tante. Yang, terpenting saat ini kita hancurkan mereka, dan mengembalikan nama baik tante." Laksh melarai mereka, agar tidak menjadi pertengkaran hebat.
Mereka pun menujui ucapan Laksh untuk saat ini memang harus melakukan pembalasan kepada melisa dan bisa mengembalikan nama baik Vanandya yang sudah rusak.
***
Seorang gadis kecil, sedang termenung menatap ke arah air laut dengan pandangan yang sangat sedih, dendam, marah, kecewa dan benci. Semua, itu tercampur menjadi satu karena ibunya terlah menyakiti hatinya yang sudah sangat rapuh.
"Apa kamu tidak takut baby?" ucap seorang pria yang baru saja datang.
"Buat apa kamu kecini?" tanya gadis kecil dengan suara cedal'nya.
"Sayang apa kamu marah sama om.?" tanya Axel kepada anak yang tak lain adalah ara.
"Kenapa bisa benci sama om hm?"
"Ya, karena om ga mau mengakui kalau aku adalah anakmu."
"Oh, jadi kamu udah tau kalau aku adalah ayah kamu?"
Arabella menganggukkan kepala, ia sudah mengetahui kalau om Axel adalah ayah kandungnya. Yang, dari dulu ia sangat menginginkan seorang ayah.
Axel lalu merentangkan kedua tangannya, ia ingin sekali memeluk tubuh putrinya. "Maukah kamu peluk papi kamu ini?" ucap Axel dengan sedih.
Arabella pun langsung memeluk papinya dengan sangat erat, tanpa ingin melepaskan pelukannya dari tubuh ayah'nya. Begitu pula dengan axel ia tak ingin melepaskan pelukan dari putrinya.
"Papi sangat mencintai kamu sayang.. Papi ingin berada di samping kamu." gumam axel.
__ADS_1
"Ala juga cayang ama papi, tapi ala benci sama mami. Kalena mami tidak ingin memiliki ala." ucap ara dengan cedal'nya sangat membenci sang mami, karena dari dulu memang Amira jarang memberikan perhatian kepadanya.
Axel hanya diam saja, mungkin saat ini anaknya sedang marah karena perkataan dari amira. Dirinya juga sangat marah akan perkataan amira yang sangat menyakitkan,
Lantas Axel mengajak ara untuk pulang, tapi tidak pulang ke kediaman Amira melainkan ke kediaman dirinya, ia tau pasti saat ini anaknya tidak ingin pulang ke kediaman Amira.
"Sayang maukah kamu pulang ke tempat papi?" tanya Axel. Tapi, hanya di bales dengan menganggukkan kepala.
Namun, sebelum mereka pulang ke tempat Keluarga'nya mereka akan pulang ke kediaman Marquez untuk mengambil kebutuhan yang di perlukan oleh ara. Karena, di sana tidak ada pakaian ara,
***
Plak! Seorang pria menampar pipi seorang wanita dengan sangat keras. Karena, ulah dari dia membuat istrinya mengalami depresi, yang ketakutan akan apa yang dia alami saat di lempari tomat, kertas dan di lempari batu,
"Kenapa kakak menamparku hah kenapa?"
"Itu karena kamu Amira karena kamu! Karena kamu istriku mengalami depresi."
"Memang pantas dia mengalami hal seperti itu, karena apa yang dia lakukan tak sebanding dengan aku kak. Karena dia aku harus hamil," bentak Amira.
"Kamu bilang tak sebanding? Biar aku jelaskan kepadamu kalau vanandya berniat baik kepadamu!" Bentak valdes. Valdes yang sudah sangat marah, tak memandang orang ia akan melakukan apa saja agar kemarahannya mereda.
"Menolong apa yang membuat aku hamil, bahkan aku merasa jijik mempunyai seorang anak di luar nikah."
PLAK! Valdes kembali menampar adiknya itu karena perkataannya yang sangat membuat ia malu mempunyai seorang adik seperti Amira.
"Kau bilang jijik. Haha! aku tak menyangka kalau kamu adikku yang mampu berkata seperti itu kepada anak kamu sendiri." ucap Valdes.
"Ya, aku jijik memiliki anak har*m. Karana, dia aku jadi hilang masa depan,"
"Hati kamu terbuat dari apa amira? Dia itu anak kamu anak yang kau kandung, asalkan kamu tau keponakan kamu itu juga dari hasil di luar pernikahan. Tapi, ibu mereka sangat menyayanginya."
"Itu mereka tapi tidak denganku, karena ulah vanandya aku memiliki seorang anak tak di inginkan."
__ADS_1
Saat Valdes akan menampar pipi Amira sebuah suara mengejutkan mereka.
"Bisakah kalian berhenti...?"