
Setelah mendengar cerita dari anak-anaknya, valdes masuk kedalam kamar twins. Dan, itu langsung di sambut hangat oleh si kembar nakal. Dengan, lembut ia memeluk tubuh kedua anaknya itu. Entah, kenapa ia memiliki perasaan yang mengganjal di hatinya.
Karena, badannya terasa lengket ia pun bergegas pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya, Setelah sampai di kamar ia pulai melepaskan satu demi satu kain yang menempel di tubuhnya, ia berjalan ke kamar mandi dengan tidak menggunakan apa-apa.
Namun, saat ia di depan cermin, ia menghentikan langkahnya dan menatap lekat tubuh'nya melalui cermin istrinya. " Teryata tubuhku bagus juga? Tak heran banyak wanita di sana mengejar ku.. Dan, burung merpatiku juga sangat besar berurat, bertelur, panjang lagi." gumam Valdes sambil membanggakan dirinya sendiri. Karena, pikiran kotor Valdes burung merpati yang sedang tertidur terbangun.
Melihat burung merpati bangun, valdes frustasi karena istrinya belum pulang. Dengan, terpaksa dirinya bermain solo di depan cermin itu. Namun, saat ia akan memulai istrinya datang dan membuka pintu kamarnya.
Valdes melihat istrinya ada di ambang pintu, ia tersenyum ke arahnya. Ia sangat berterima kasih karena dèwi Fortuna sedang memihak dirinya. Untuk, melepaskan para kecebongnya yang berapa jam gak di keluarkan.
Vanandya mukanya memerah melihat pemandangan di depan yang menampilkan suaminya sedang tidak menggunakan apa-apa di depan cermin. Bahkan, ia tercengang dengan pusaka Valdes yang sudah siap bertarung.
Perlahan Valdes mendekati Vanandya. Dengan burung merpati yang sudah bergerak mengikuti jalan Valdes.
Ceklek.!! Valdes mengunci pintu kamarnya setelah berdiri di depan vanandya, Valdes pun mendekati bibirnya ke arah bibir Vanandya. CUP, satu kecupan mendarat di bibir vanandya. Vanandya yang merasakan benda lembab menempel di bibirnya pun memejamkan matanya.
Ciuman itu pun, berubah menjadi ciuman panas. Valdes, terus saja ******* habis bibir istrinya ia juga menyelusuri setiap rongga yang berada di dalam mulut istrinya, baginya bibir istrinya terasa lebih manis di bandingkan dengan yang lain.
Perlahan valdes mengangkat dress yang di gunakan oleh vanandya, dan tersisa dalaman saja yang berada di tubuh Vanandya. Ia pun menuntun istrinya ke dalam ranjang. Lalu Valdes merebahkan tubuhnya.
"Kita mulai ya sayang?" tanya Valdes.
"Lakukan lah sayang, aku sudah tidak kuat lagi!" ucap vanandya.
Mendengar persetujuan vanandya, valdes menarik segitiga Bermuda merah, yang untuk menyembunyikan sesuatu dari balik segitiga Bermuda merah.
__ADS_1
Saat sudah berhasil menyingkirkan segitiga Bermuda merah, valdes langsung melahap habis isinya. Vanandya, yang merasakan sesuatu gejolak pun menggempit kepala Valdes menggunakan kedua pahanya, ia sambil menjambak rambut valdes.
Setelah puas, bermain di gua segitiga Bermuda merah ia pun kembali ke bibir istrinya lalu menciumnya dengan sangat ganas. Dan ia juga mencicipi gunung emasnya. Setelah bermain di tiga tempat yaitu gunung, bibir dan segitiga Bermuda merah ia menyuruh vanandya untuk memakan es krim yang sangat besar itu.
Vanandya pun langsung melahap eskrim milik suaminya yang sangat nikmat itu. Setelah, dua puluh menit ia melepaskan eskrim milik suaminya. Karena, tak kunjung keluar.
"Sayang, bisa tidak sih di keluarin mulutku udah kebas?" gerutu vanandya yang merasa kesel karena suaminya tak pernah menyuruh si adik kecilnya untuk segera keluar.
Karena, merasa kasihan valdes langsung mengarahkan senjata pusaka dewa kedalam gua emas. Setelah, masuk ia pun mulai membaca ritual yang sering di nyanyikan oleh artis papan atas.
"Maju, mundur, maju mundur jadi bayi..!!" Valdes terus menghafalkan kalimat itu, Sambil di barengi dengan ******* dirinya dan juga dirinya. Karena ******* juga adalah kalimat yang bisa menyempurnakan gerakan agar benihnya keluar dan tertanam di ladang istrinya.
Valdes terus melakukannya tanpa merasa lelah sedikit pun, bahkan istrinya sampai keluar berapa kali. Setelah, pelepasan pertama Valdes pun istirahat sejenak, lalu ia mengajak istrinya untuk mandi bersama.
***
"Ibu, jadi kita harus gimana?" tanya varisa kepada ibu mertuanya, ia sangat tidak ingin putrinya mengalami kesedihan karena kelakuan wanita yang bermain dukun.
"Benar Bu, kita harus segera melakukan sesuatu agar dia gagal mendapatkan Putraku dengan cara yang sangat kotor." timpal Rebecca yang sama tidak menujui akan hal itu.
"Sepertinya pelet yang akan di gunakan wanita itu gak akan kaleng-kaleng deh. Seperti film yang ku tonton pelet itu jika sudah di gunakan gak akan lagi mudah di sembuhkan." ucap Laksh kepada keluarganya.
Grey's dan Virendra pun menujui perkataan Laksh, karena mereka tidak ingin ada seorang wanita yang berani menyakiti hati vanandya, apa lagi vanandya adalah seorang Putri mahkota.
"Benar kek, Oma, opa. Kalian harus melakukan sesuatu walau bagaimanapun vanandya adalah adik iparku, aku tidak ingin dia tersakiti yang kedua kalinya."
__ADS_1
Entah kenapa, perkataan kakak'nya membuat menusuk hatinya yang sangat mendalam, ucapan itu sangat tersindir bagi dirinya.
"Bisakah kau tidak membahas itu?" ucap virendra dengan sinis.
"Lah, memang benar kan. Vanandya pernah di sakiti oleh seseorang?" ucap Grey's dengan ketus.
"Iya aku tau Vanandya pernah tersakiti tapi kamu jangan mengungkit kembali! Karena hal itu kamu menyalahkan diriku?"
"Cih, aku kan tidak menyebutkan nama kamu? Dan aku juga tidak pernah menyalahkan kamu. Aku cuma bilang aku tidak ingin adik iparku tersakiti yang kedua kalinya? PAHAM!" ucap Grey's.
Saat virendra akan kembali bersuara sudah di hentikan oleh suara kakeknya, karena merasa jengah. Dengan, pertengkaran cucunya itu.
"Eleanor, bukannya keluarga kamu memiliki keturunan darah jawa? Pasti salah satu dari mereka mengetahuinya kan?" kakek vinton bertanya kepada Eleanor.
Eleanor, pun menganggukkan kepalanya, ia juga mengetahui kalau salah satu kakeknya memiliki seperti itu, karena dia adalah tetua di Jawa. Dan, sekarang menurun ke anaknya, "Ya, dulu adik ayahku pernah menyembuhkan hal seperti itu," ucap eleanor.
Kakek vinton, pun menyarankan kepada Eleanor untuk datang ke kediaman adiknya tuang wangsami. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkan rencana wanita itu dengan melakukan perdukunan.
Jadi para tetua pun sepakat untuk berkunjung di pulau Jawa yan berada di tengah-tengah. Karena, orang yang akan mereka temui berada di desa terpencil.
Setelah persetujuan itu pun, mereka kembali ke kediaman keluarga lacerta. Karena, hari sudah semakin malam, saat sudah sampai di kediaman mereka langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Di kamar tuan Rudra, ia sedang mengambil kalung yang sangat indah, bahkan kalung itu sedikit bercahaya saat terkena sinar.
Eleanor yang melihat itu pun bertanya kepada suaminya tentang kalung itu, ia sangat penasaran akan kalung itu sejak berapa bulan yang lalu.
__ADS_1
"Suamiku sebenarnya kalung apa itu?"
"Ini adalah kalung....?"