CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 221


__ADS_3

Saat ini tepat kepulangan hazel ke mansion Marquez karena hazel sudah benar-benar pulih dan para dokter sudah menyetujui permintaan keluarga Marquez untuk membawa hazel pulang.


Namun, hazel masih mendiami suami'nya bahkan ia tak mengatakan apa-apa seja berapa hari terakhir. Ia masih marah akan tindakan suaminya yang sudah bermain gila bersama dengan mantan istrinya.


Saat keluarga Marquez sudah sampai di halaman depan Marquez, mereka pun langsung masuk ke dalam mansion, dengan senang karena hazel sudah bisa pulang.


"Mama, papa!" teriak seorang anak yang sangat merindukan kedua orangtuanya, mereka berdua langsung berlari ke arah orangtua mereka.


Begitupun sebaliknya hazel juga sangat merindukan sosok Putranya mereka pun saling berpelukan satu sama lain.


Namun, duo G, merasakan hal yang aneh dalam diri mama mereka saat mereka berpelukan, keduanya pun melepaskan pelukannya dari sang mama.


"Mama, kenapa perut mama rata? Bukannya Perut mama besar Ada Dede bayinya?" tanya duo G kepada mama mereka.


Semua orang terdiam mendengar pertanyaan dari duo G. Mereka bingung ingin menjelaskan seperti apa? Namun walau bagaimanapun juga mereka harus mengetahui semua'nya karen mereka juga tidak ingin memberikan harapan kepada duo G yang menginginkan seorang adek bayi.


Tes..


Buliran, bening jatuh dari pupil mata hazel, ia sangat sedih karena tidak bisa mempertahankan bayi yang ia kandung sampai melahirkan.


Vanandya, yang melihat situasi yang sangat menegang pun mendekat ke duo G, ia lalu ber jongkok agar sejajar dengan kedua keponakannya itu. Ia lalu menjelaskan kepada duo G,


"Sayang, mommy akan menjelaskan kepada kamu, tapi izinkan mama kamu istirahat terlebih dahulu oke?" ujar vanandya. Ia lalu menatap ke arah hazel untuk pergi ke kamarnya, biar semua ini menjadi urusannya.


Hazel ragu. Namun ia menurut saja apa kata Vanandya lagian ia masih merasakan nyeri di bagian perutnya, mungkin ini adalah efek dari operasi kemarin.


Hazel di pun pergi ke kamarnya bersama dengan suaminya, ia tidak ingin membuat kedua anaknya curiga dengan dirinya yang tidak ingin di antarkan oleh Grey's.


Setelah, kepergian hazel dan Grey's, vanandya mengajak keponakannya untuk duduk di ruang tamu bersama dengan keluarga yang ikut duduk di tempat itu.


"Sayang apa kamu tau tentang bunda peri?" tanya vanandya kepada kedua keponakannya yang duduk di samping mereka.

__ADS_1


Duo G menggelengkan kepalanya, karena ia tidak pernah mendengar hal itu, karena ia sehari-harinya belajar tentang bisnis agar ia bisa menjadi orang hebat kelak.


Keluarga yang berada di situ menatap ke arah Vanandya dengan penasaran apa yang akan di katakan oleh Vanandya. Namun mereka hanya diam saja.


"Bisa, mommy ceritakan siapa bunda peri itu? Dan ada hubungan apa dengan perut mama yang rata?" tanya Greenland.


Sebelum menjelaskan kepada anak-anak vanandya menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya.


"Bunda peri adalah utusan langsung dari tuhan, untuk menjemput adek kalian ke surga karena adek kalian tidak di izinkan lahir kedunia, karena dunia ini sangat kejam untuk adek kalian yang termanis dan baik, maka dari itu tuhan lebih menyayangi adek kalian dan menyuruh bunda peri tinggal di surga. Yang tempatnya sangat indah." kata vanandya menjelaskan kepada duo G.


Duo G terdiam mendengar perkataan dari Vanandya, mereka memang mengetahui tentang surga kalau tempat itu adalah tempat orang yang sudah tiada.


"Jadi adik aku sudah mati?" ucap grayland.


"Kenapa mom, kenapa adik kami haru pergi? kami ingin menjaga adik kami kami tidak ingin kehilangannya mom?" ucap Green.


"Percaya lah sayang, saat ini adik kalian sudah senang berada di tempat yang indah, apa kalian ingin menghancurkan hati adik kalian yang sudah bahagia bersama dengan nenek meneer, nenek Sonya, nenek Vera dan kakek buyut dari mama. Semua sudah berkumpul di atas sana jadi, kamu jangan terus bersedih yang terpenting kalian harus mendoakan mereka agar mereka selalu bahagia di sana. Apa kalian paham?" jelas Vanandya dengan sangat lembut.


Duo G, pun menganggukkan kepalanya ia mengiyakan apa yang sudah di jelaskan oleh mommy mereka, mereka akan mendoakan adik mereka untuk tetap bahagia di sana,


"Wah, ada tamu rupanya?" ucap sosok seorang wanita dengan angkuh, wanita itu berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kamu? Sedang apa kamu disini?" ucap varisa yang sangat terkejut dengan kehadiran wanita itu di kediaman Marquez.


"Varisa apa kamu kenal wanita itu?" tanya Rebecca.


"Kamu, Ingin tau sedang apa aku disini? Aku disini untuk mengambil hak aku yang sudah di singkirkan oleh Agni dan meneer karena mereka sudah menyingkirkan saya d i saat saya baru menikah dengan vinton."


Deg..


Semua orang terkejut mendengar perkataan dari wanita itu mereka tak menyangka kalau wanita itu berani mengatakan itu di depan mereka semua.

__ADS_1


Bahkan varisa tidak kalah terkejut dengan mereka karena ia tau pasti wanita di depannya itu apa lagi dengan dandanan yang seperti setan kecebur selokan.


Eriska.


Wanita itu Eriska istri ketiga dari tuan vinton, karena tidak mendapatkan persetujuan dari kedua istrinya, meneer dan Agni mengusir Eriska untuk meninggalkan suami mereka.


Vanandya, yang berada di dekat anak-anak menyuruh Vernon membawa mereka masuk kedalam dan yang biarkan mereka mendengar semua apa yang di bicarakan oleh orang dewasa.


Vernon pun menyuruh anak-anak ikut bersama dengannya. Karena akan beresiko jika mereka mendengar semuanya.


"Eriska, buat apa kamu kamu di rumah saya hah? Bukannya kamu sudah di usir sama kedua mertuaku?" bentak Rebecca.


"Aku, akui kalau aku memang di usir dari kediaman Marquez, tapi vinton harus tau kalau aku sudah memberikan seorang anak perempuan kepadanya dan aku menginginkan semua kekayaan jatuh ke tangan putriku dengan vinton."


Haha..


Tawa Rebecca menggema di ruangan itu mendengar perkataan dari Eriska,ia tentu tidak akan membiarkan semua kekayaan jatuh ke tanga wanita picik seperti Eriska.


"Teruslah bermimpi Eriska karena semua kekayaan tidak akan pernah jatuh ke tangan kamu,"


"Kita lihat saja nanti setelah mengetahuinya." ucap Eriska dengan santai.


"Eriska, jangan pernah kau melakukan apa yang membuat saya marah jika sampai hal itu terjadi maka aku sendiri yang akan membunuh kamu?" bentak varisa. Yang sangat geram dengan wanita di depannya.


Faisal dan Victor pun memanggil semua bodyguard dan para penjaga untuk mengusir wanita gila itu.


"Menjauh dari saya? Jika tidak maka aku tidak akan memberikan obat penawar kepada agni?" ucap Eriska kepada mereka.


Semua orang terdiam mendengar semua itu, sampai membuat Eriska tertawa jahat karena sudah membuat mereka bungkam


"Asalkan kalian tau kalau aku sudah memberikan racun yang mematikan dan hanya aku sendiri lah yang memiliki penawarnya." ucap Eriska.

__ADS_1


"Kau?"


"Eriska, sudah cukup kegilaan kamu selama ini, aku tidak akan pernah memaafkan kamu karena kamu keluarga harus...?"


__ADS_2