
Seorang pria paruh baya berteriak memanggil-manggil anaknya, karena ia baru mendapatkan pesan singkat kalau vanandya mengalami luka parah, karena merasa khawatir pria paruh baya itu langsung mendatangi mansion Marquez, takut terjadi sesuatu kepada putri tunggalnya.
Saat melihat putrinya pria itu langsung memeluk tubuh Vanandya kekhawatiran pria itu sirna saat melihat vanandya baik-baik saja.
Hendrik lacerta..
Pria yang sangat menghawatirkan keadaan putrinya itu, ia bahkan tak melepaskan pelukannya kepada Vanandya.
"Putri ayah baik-baik saja kan? Kamu gak terluka kan?" tanya Hendrik bertubi-tubi.
"Aku, baik-baik saja yah, jadi ayah tidak perlu khawatir." ucap Vanandya.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, ayah lega mendengarnya." ujar hendrik.
Mereka pun melepaskan pelukannya satu sama lain, lalu Hendrik melihat semua anggota keluarga ada di situ.
Valdes, bertanya kepada Ayah mertuanya, kenapa dia sampai begitu khawatir kepada vanandya, karena tidak biasa'nya ayah mertuanya berprilaku seperti itu?
Namun, Hendri hanya mengatakan kalau dirinya tidak apa-apa karena ia merasa kangen saja kepada putrinya.
Rebecca lantas mengajak mereka semua untuk makan siang karena jarang-jarang mereka makan bersama bersama dengan sang besan. Sekalian mereka juga ingin kembali dekat lagi seperti waktu mereka sekolah.
Mereka pun. semua pergi ke ruang makan, yang sudah tersedia berbagai macam makanan di meja, mereka lalu duduk di kursi mereka masing-masing,
Vanandya, mengambilkan nasi untuk suaminya, lalu ia mengatakan kepada Valdes ingin lauk apa? Valdes hanya menunjuk makanan yang ia mau.
Begitupun dengan yang lain, para wanita mengambilkan makanan untuk suami mereka masing-masing. Tapi tidak dengan bart dan faisal mereka mengambil makanan dengan sendiri tanpa ada istri yang mengambilkan.
Saat, mereka sudah selesai makan siang mereka saling berdiam di ruang makan.
"Vanda, sepertinya papa akan pergi berapa hari untuk menjemput Oma kalian, karena keadaan Oma sudah mulai pulih," ucap Hendrik.
"Memang ayah mau berangkat kapan? Dan apa ayah akan mengajak bunda?" tanya vanandya.
Mendengar perkataan putrinya membuat varisa dan Hendrik terdiam mereka menjadi sangat canggung satu sama lain.
"Ayah?" panggil vanandya.
__ADS_1
"I-Iya, ayah akan mengajak bunda kamu untuk ikut bersama dengan ayah ke Jerman," ucap Hendrik,
"Nah, gitu dong yah, kalau pergi-pergi ngajak istrinya, kaya saya dong selalu ngajak istri kemanapun saya pergi." ucap Valdes mengejek mertuanya.
"Valdes," tegur sang mama yang tak menyukai kalau putranya mengejek mertuanya.
"Cih, anak kemarin sore bilang seperti itu kepada senior. Asalkan kau tau saya lebih berpengalaman dari pada anda.!" ucap Hendrik berdecak sebel mendengar ejekan dari mantu'nya itu.
"Sudahlah lebih baik saya pulang saja." ucap Hendrik dengan kesal.
"Ceritanya ayah smp," Valdes kembali mengejek ayah mertuanya.
"Apa maksud kamu?" tanya Hendrik saat sudah berdiri dari duduknya.
"Ayah smp, sudah makan pulang." ucap Valdes,
Hendrik benar-benar sangat kesal karena Perkataan mantu'nya yang mengatakan kalau dirinya SMP, memang dirinya habis makan, tapi ia pulang karena kesal karena mantu'nya yang selalu bikin kesal dirinya. Karena tak ingin di ejek oleh mantu'nya, ia pun kembali duduk lagi, yang membuat orang yang berada di situ tertawa melihat tingkah Hendrik yang menurut mereka sangat lucu.
Saat mereka sedang tertawa Grey's berjalan mendekati mereka lalu ia meminta kepada pelayan untuk menyiapkan makanan yang sehat untuk istrinya.
"Grey's, bagaimana dengan hazel apa dia sudah tenang?" tanya Rebecca dan varisa secara bersamaan.
Vanandya, yang sedang bersantai bersama dengan keluarga mendengar suara tangisan bayi, karena vanandya Baru ingat kalau tangisan bayi itu adalah valeeqa, putri angkatnya ia pun segera berlari ke arah dimana putrinya berada.
saat sudah sampai di mana putrinya berada vanandya meminta perawatnya untuk memberikan putrinya kepada dirinya.
Cup..Cupp..Cupp.
Vanandya menenangkan Putrinya yang sudah sehari tidak bertemu dengannya. Karena saking rindunya vale kepada dirinya ia sampai menangis dengan kencang.
"Sekarang, kamu sudah bersama dengan mommy jadi kamu tidak perlu menangis lagi oke?" ucap Vanandya kepada buah hatinya.
Ikatan batin dari mana yang membuat Vale menjadi diam setelah di gendong oleh vanandya. Seakan-akan mereka seperti memiliki hubungan darah satu sama lain.
Vanandya membawa Vale ke kamarnya untuk meniduri putrinya yang sudah terlelap dalam mimpinya sebelumnya ia sudah memberikan susu kepada Vale tapi baru setengah
Sementara di ruang keluarga semua orang sudah pada pulang ke kediaman masing-masing. Namun sebelum mereka pulang mereka sempat mengatakan kepada Grey's ataupun Valdes.
__ADS_1
Bart adalar dan vernando Adhikara adiwilaga mengancam kepada Grey's jika sampai Grey's menyakiti hati hazel kembali dengan melakukan yang seperti yang berada di video itu maka mereka tidak akan segan-segan membawa hazel pergi.
Mereka masih memaafkan Grey's karena anak-anak mereka yang belum mengetahui apa yang terjadi.
Tapi lain dengan Hendrik ia meminta kepada Valdes untuk terus menjaga putrinya jangan sampai dia menyakiti vanandya, dan ia sekalian mau ijin karena malam ini ia dan varisa akan menjemput Eleanor.
Keduanya berjanji satu sama lain untuk tidak menyakiti para wanita, karena mereka sangat mencintai hazel maupun vanandya. Mereka juga berjanji akan melindungi istri mereka dari niat jahat wanita jahat itu.
Setelah mengatakan itu mereka semua pergi dari kediaman Marquez, dengan berat meninggalkan putri mereka, apa lagi Eriska berada di situ entah siapa yang mengizinkan dia masuk ke mansion.
Valdes dan Grey's pergi ke kamar istri mereka. Yang sedang berada di dalam kamar mereka.
"Vic, ayah baru saja menelpon kalau mereka sedang akan take off," ucap Faisal yang baru selesai menelpon.
"Lalu bagaimana kondisi ibu?" tanya Victor.
Faisal menggelengkan kepalanya, ia belum mengetahui kondisi ibu sekarang, karena ayah mereka belum mengatakan tentang kondisi ibu mereka. Tapi mereka berharap kalau ibu akan segera sembuh dari stroke nya.
Di dalam kamar seorang wanita yang sangat kesal kepada keluarga mereka, karena mereka ia di permalukan dari semua orang. Ia lalu menelpon seseorang dari ponselnya.
".."
"Bagaimana hasilnya?"
"..."
"Bagus, segera lakukan tugas kamu, buat mereka hancur sampai mereka terpecah,"
"..."
"Dan, katakan kepada putriku untuk mengenalkan jati diri yang sebenarnya,"
".."
Setelah mendengar jawaban dari seorang dari sebrang sana wanita itu mematikan sambungan teleponnya, ia akan membuat masalah yang lebih besar dari pada kemari.
Dan ia tidak akan pernah memaafkan mereka, yang sudah mempermalukan dirinya dan ia juga akan menyingkirkan para Pewaris dari keturunan Cedric Gervais,
__ADS_1
"Lihat saja dengan kehadiran dua wanita maka kehancuran akan di mulai bersiaplah wahai keluarga Marquez aku Eriska Adiwilaga akan menghancurkan kalian semua!"