
EMPAT TAHUN BERLALU...!!!
Saat ini seorang wanita sedang memanggil anaknya karena ini baru pertama mereka tinggal di tanah air setelah setelah empat tahun lalu. Wanita itu sangat mencemaskan buah hatinya.
"Sayang kamu mau kemana?"Panggil seorang wanita yang tak lain adalah vanandya nayesha lacerta . W. H. D,
Kedua anak kecil itu pun membalikan badannya dan melihat Mamahnya sedang berjalan mendekati mereka.
"Alvegaza,Alvagas.. Bukannya mamah sudah bilang jangan keluar sembarangan?"
"Maaf mam.."Kedua bocah yang cuma selisih sepuluh menit pun menundukkan kepalanya takut akan kemarahan sang mamah.
"Sudahlah Van.. Kau ini galak banget sama anak-anak,"Ucap seorang wanita kepada adiknya, ya itu adalah Hazel yang selalu memanjakan keponakannya.
Vanandya bukan tanpa alasan keras kepada twins, karena saat ini keselamatan anaknya di pertaruhkan apa lagi mereka adalah putra mahkota, yang akan mewarisi semua kekayaannya apa lagi saat ini musuh sedang gencar menghancurkan kubu dirinya.
Hazel pun menyuruh Vanandya untuk pergi ke kantor,"Udah sebaiknya kau pergi ke kantor.. Biar urusan anak-anak menjadi urusanku dan kakak mereka."
Vanandya pun berpamitan kepada kakak dan anak-anak untuk pergi ke perusahaannya, karena ini pertemuan dengannya setelah sekian lama.
***
Di perusahaan VND GROUP, seorang pria baru saja turun dari mobilnya yang berharga ratusan milyar. Ia berjalan dengan aura mencengkram dan penuh wibawa.
Kedua pria itu pun berjalan ke arah resepsionis dengan tatapan tajam dan dingin mengarah ke wanita yang sedang di meja resepsionis.
"Kai!"
"Baik tuan."
Setelah mendapatkan perintah dari sang tuan Kairo pun memberikan kartu yang sejenis dengan kartu kredit. Namun di situ berlogokan VND GROUP. Sedangkan kartu kredit tidak ada.
Resepsionis yang sudah di ajar oleh atasannya untuk tidak bersikap arogan dan menjadi Uler Keket, sebelum masuk perusahaan pun tak ada ketertarikan kepada dua pria di depannya.
Lalu resepsionis menerima kartu dari tuan kai untuk mengecek setelah mencocokan seorang resepsionis menyuruh kedua pria itu masuk ke ruangan yang sudah di persiapkan oleh tim perusahaan.
"Ini kartu masuk kedalam ruangan private dan ruangan itu berada di lantai sembilan belas."Ujar resepsionis.
"Baik terimakasih!"
Mereka pun berjalan meninggalkan tempat itu, namun saat sedang berjalan ada seorang yang menabrak tubuh mereka.. Sampai memeluk seorang bos dingin dan kejam.
__ADS_1
Valdes Hutabarat Marquez.. Yang di pegang oleh seorang wanita lain, ia pun merasa murka dengan wanita yang sengaja menabrak dirinya. Tak perasaan Valdes mendorong tubuh wanita dengan kasar sampai terjatuh ke lantai,
"Bedebah berani sekali kau memeluk diriku.!!"Bentak Valdes
Sampai membuat seluruh anak buah VND GROUP berdatangan masuk ke dalam. Melihat apa yang terjadi,
"Ada apa ini tuan?"Ucap ketua dari bodyguard kepada Valdes dan kai.
"Ajari lah karyawan mu ini untuk tidak berbuat yang memalukan."Ucap Valdes lalu berjalan memasuki lift, bersama dengan sang asisten.
Tepat setelah Valdes masuk, seorang wanita cantik Anggun masuk kedalam perusahaan namun wanita itu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Namun saat berada pintu penjagaan wanita itu di cegah oleh satpam VND GROUP.
"Maaf nyonya ada tidak masuk kedalam perusahaan karena nyonya tak memiliki akses masuk kedalam perusahaan ini,"Ucap satpam itu.
Seluruh karyawan yang melihat itu pun berbisik-bisik. Bahkan ada yang mengejek bahkan ada yang diam saja karena setengah dari mereka sudah di ajarkan untuk bertingkah sopan kepada tamu yang datang kedalam perusahaan ini.
"Cih.. Jal*Ng menjijikan"
"Pasti dia mau menggoda CEO kita?"
"Benar pasti dia menggunakan tubuh agar bisa dekat dengan CEO kita."
Satpam itu yang merasa marah karena wanita itu gak pergi juga pun mendorong tubuh wanita itu sampai tersungkur ke belakang.
Sosok wanita itu merasa di permalukan pun menelpon seseorang yang kepercayaannya untuk keluar ke perusahaan dia menelpon dengan nada tegas dan dingin.
Lalu ia pun berdiri dari duduknya karena perbuatan sang satpam, dengan di bantu kedua pelayan setianya.
"Kau!! Berani sekali kau mendorong nyonya kami"Gertak kedua pelayan itu dengan dingin. Karena tidak ada seorang yang berani melawan sang nyonya.
Seorang pria keluar dari lift yang mampu membungkam mulut mereka, karena tak menyangka seorang CEO mau keluar hanya karena Wanita murahan itu.
"Hayden kau tau apa yang harus kau lakukan?!"
"Tau nyonya."Ucap Hayden.
Ia lalu memerintahkan anak buah agar menyeret para satpam yang berani kepada sang nyonya'nya.
Setelah itu Hayden mengajak nyonya Nay masuk kedalam, tapi sebelum itu ia ingin sekali membungkam mulut para jal*Ng yang ada di perusahaan.
__ADS_1
"Apa kalian tau siapa dia?!"Bentak Hayden kepada seluruh karyawan yang berada di situ.
Namun para karyawan hanya menundukkan kepala tak berani menatap mata sang bos mereka, karena mereka takut di pecat.
Para karyawan sudah berusaha masuk kedalam perusahaan ini apapun yang syaratnya walau harus menyerahkan barang pribadinya kepada orang-orang dalam.
Sebagian dari mereka terlah menyuap orang dalam agar bisa berkerja di perusahaan.
Tentu saja mereka mereka tak keberatan memasukkan orang agar bisa bekerja di perusahaan ini toh mereka bisa menikmati kenikmatan.
"JAWABB!!"Ucap Hayden melengking di penjuru perusahaan.
Seluruh karyawan menggelengkan kepala mereka tak mengetahui siapa sosok wanita yang berada di samping tuan mereka.
"HAHAHA.. Kalian takut sama saya tapi kalian tak takut kepada CEO VND GROUP."
Seluruh karyawan merasa dunianya runtuh bahkan seakan-akan waktu terlah berhenti jadi wanita itu adalah CEO dari mereka.
Orang-orang yang tadi menghina dan mencaci-maki pun merasakan panas dingin mereka tak tau harus berbuat apa, mendengar wanita yang mereka hina adalah atasan yang sesungguhnya.
"Hayden urus mereka."Wanita itu meninggalkan ruangan itu bersama dengan pelayan setianya.
Mrs CEO yang melihat seluruh karyawan berlutut memohon ampun kepadanya hanya membiarkan saja, biarkan asisten pribadi yang mengurus.
"Inilah akibatnya sudah bersihkan arogan, maka terima saja nasib kalian."Ucap Hayden dingin kepada karyawan.
"Eksekusi sebagian dari mereka dan cari pengganti mereka yang tidak seperti mereka."Hayden berkata kepada anak buah untuk menyingkirkan sebagian dari perkerjaan'nya.
***
Sementara itu di ruangan private dua orang sedang kesal karena mereka sudah terlalu menunggu lama namun CEO dari perusahaan ini belum juga datang,
"Apa mereka tak menghargai waktu?"Ucap Valdes.
"Sabarlah tuan mungkin saat ini CEO lagi kejebak macet."
"Jawab aja."
"Kan punya mulut tuan,"
"Kai!!"Valdes sangat geram dengan asisten pribadi yang selalu jawab saja apa yang ia omongin. Belum lagi ia merasa kesal dengan CEO VND GROUP. Dan ini di tambah dengan asisten.
__ADS_1
"Maaf telat."
"Apa kau tau waktuku adalah..."