
Saat, ini kedua pasangan sedang berada di depan mansion milik Josh pamungkas. Adalah, pengusaha, sukses perusahaannya berada dimana-mana, pitaloka sedikit ragu karena berita tentang dirinya hamil, dia sangat takut kalau kedua orangtuanya marah besar kepada dirinya..
Vernando, yang melihat ketakutan pitaloka menenangkan hatinya agar tidak khawatir, karena dirinya yang akan berbicara kepada orang tua dari Pitaloka. Walaupun berita itu hanya ke salah pahaman, tapi dia sudah benar-benar merenggutnya. Bahkan, bisa jadi sudah ada benih di dalam perut pitaloka.
Keduanya, pun turun dari mobil lalu berjalan memasuki mansion, dengan vernando menggandeng tangan pitaloka, masuk kedalam rumah calon mertuanya.
Saat, sudah masuk keduanya langsung mendapatkan tatapan tajam dari kedua orangtuanya. Membuat pitaloka dan vernando diam, melihat tuan Josh dan nyonya shanty pamungkas.
"Darimana kalian?!" ucap tuan Josh, dengan datar tanpa ekspresi.sedikitpun.
"Kami..." keduanya tidak bisa melanjutkan perkataannya, mereka bingung mau mengatakan apa kepada josh. Karena, jika dia mengatakan yang sebenarnya mereka pasti akan marah besar.
BUGHH..!! Satu, pukulan melayan di pipi vernando. Lalu, dia menarik kerah kemeja vernando dan dia kembali memukul vernando. Dia, sangat marah karena vernando sudah menghancurkan masa depan putrinya.
"Brengsek..! Karena ulah kamu putriku harus hamil di luar nikah.? Aku, kira seorang CEO dari perusahaan VEVA GROUP. Memiliki attitude yg baik. Ternyata aku salah kau sama saja seperti pria di luaran sana yang suka menghancurkan masa depan wanita." ucap Josh kepada vernando dengan sangat datar.
Shanty, hanya bisa menenangkan suaminya yang sedang marah karena mendapatkan informasi kalau putrinya hamil, di luar nikah. Bahkan, dirinya kecewa kepada putrinya itu.
"Aku akan menikahinya. Walaupun kalian melarang. Dan, aku, tau kalau kalian sudah menjodohkan pitaloka dengan orang lain, tapi aku minta pada kalian, untuk membatalkan perjodohan pitaloka dengan orang. Lain, karena aku ingin menikahinya dan bertanggung jawab atas anak yang pitaloka kandung." ucap vernando, membuat pitaloka membulatkan matanya, mendengar jawaban dari vernando. Dia, tidak mengira kalau berani mengatakan seperti itu.
Josh dan shanty, menatap satu sama. Mereka, sebenarnya berat tapi saat ini anaknya sedang mengandung. Jadi, sangat mustahil untuk tetap melanjutkan perjodohan saat putrinya sedang hamil, pasti keluarga dari pria yang di jodohkan akan menolak keras untuk melanjutkannya.
__ADS_1
Dengan, berat hati shanty dan Josh, mengizinkan anaknya menikah dengan vernando. Pria, yang sudah menghamili Pitaloka. Mendengar, hal itu Pitaloka dan vernando saling bertatap muka dan vernando tersenyum penuh arti.
"Pitaloka, sebaiknya kamu istirahat. Dan, jaga kandungan kamu agar tidak terjadi sesuatu yang di inginkan." titah Josh kepada putrinya dengan lembut. Dia, menyuruh putrinya naik ke lantai dua.
Pitaloka, pun tidak bisa menolak. Karena, dirinya sudah terlalu banyak menyusahkan papa dan mamanya. Bahkan, dia sudah mempermalukan nama keluarga. Yang, hamil di luar nikah.
Tapi, Josh dan shanty tidak mempermasalahkan hal itu. Selagi putrinya masih bisa tersenyum dan sehat. Dia, tidak akan melarang apapun yang putrinya lakukan, asalkan tidak melakukan hubungan terlarang, tapi. Tindakan itu membuat kedua orang tua pitaloka, merasa kecewa. Bahkan, dia menerima apapun yang di katakan oleh keluar besarnya.
Melihat, kepergian putri dan istrinya, Josh kembali menatap ke arah vernando, dia mengatakan kalau. Dia, akan menyiapkan pernikahan dalam waktu dekat. Sebelum kehamilan pitaloka membesar.
Vernando, juga mengajarkan kalau dia akan menyuruh asisten Dika untuk mempersiapkan pernikahan bersama dengan Pitaloka. Namun, sebelum itu dia mengatakan kalau dia harus pergi ke Jogja, karena dia akan ada pertemuan dengan investor yang ada di daerah situ. Dan, dia jamin, saat dirinya pulang, semua persiapan sudah selesai.
Walaupun, mendadak. Josh, tetap menghormati vernando. Yang, sebenarnya dia kecewa kepada vernando yang menghamili dulu sebelum menikahinya. Tapi, dia tak mempermasalahkan, walau bagaimanapun juga ini sudah takdir dari sang maha kuasa. Dia, bakalan terima semunya.
***
Sementara, itu seorang pria baru saja sampai di restoran, dengan asisten pribadi yang selalu menemaninya dia akan bertemu dengan pria yang memakan waktu pria itu. Saat, keduanya akan pergi, orang itu berteriak dan meminta maaf karena telat.
"Kalau, bukan karena ingin mengetahui informasi dari keluarga lacerta, ku sudah habisi kamu." ucap Faisal dengan dingin.
"Maaf, tuan, tadi jalanan macet. Tuan tau sendiri jalanan ibu kota yang sangat padat ini." ucap Hayden. Lalu Hayden menyuruh Faisal untuk duduk kembali ke tempatnya. Dan, menyuruh Faisal untuk memesan minuman.
__ADS_1
Faisal, yang memang sangat kesal pun memesan Orange juice dan, asisten Jeje. Hanya memesan cappucino. Setelah mereka pesen minuman. Faisal, menatap ke arah Hayden. Untuk, menjelaskan sejujurnya.
"Udah,lah. terserah kamu mau ngomong apa. Yang, penting kamu kasih tau dimana keluarga lacerta berada? Dan, apa benar perusahaan mereka sudah bangkrut?" tanya faisal.
Hayden terdiam, saatnya, sampai tidak menyadari kalau pesenan mereka sudah datang. Dan, dia pun menatap ke arah Faisal dengan sedih.
Hal, itu membuat faisal menyipitkan matanya. Dia, bertanya kepada Hayden, apa yang terjadi setelah kejadian kemarin.
Hayden, menjelaskan saat pemakaman kimberly. Mereka mendapatkan laporan bahwa perusahaan mereka sudah bangkrut. Karena, ulah Seseorang. Bahkan, tuan Rudra sudah menjual aset pribadi yang berada di daerah situ. Karena, mereka sudah tidak punya muka lagi di hadapan masyarakat Indonesia. Jadi, tuan Rudra dan keluarga memutuskan untuk pergi dari kota ini.
Mendengar, penjelasan dari Hayden, Faisal sangat terkejut. Bahkan, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Di, saat mereka sedang membutuhkan bantuan. Dirinya, malah tidak ada di sampingnya.
"Lalu, sekarang dimana keluarga lacerta berada?" tanya faisal kepada Hayden. Dia, Sangat mengharapkan agar Hayden mengasih tau tempat tinggal keluarga lacerta saat ini. Dia, ingin memberikan bantuan kepada mereka.
"Aku, belum mengetahuinya tuan, nona vanandya, tidak memberitahu alamatnya. Bahkan, aku sudah berusaha mencarinya tapi, nona Vanandya dan keluarga tidak terlacak sedikitpun." ucap Hayden penuh menyesalkan. Karena, tidak bisa mempertemukan keluarga lacerta.
Faisal, lagi-lagi harus menelan pil pahit, karena dia tidak bisa mempertemukan keluarga lacerta. "Kemana, lagi aku harus mencari kalian? Aku, ingin sekali membantu kalian, sebagai rasa bersalah aku yang tidak bisa menjaga Kimberly." batin Faisal. Yang, merasa sedih.
Karena, tidak mendapatkan informasi dari hayden dia berdiri berniat ingin pergi dari tempat itu. Namun, sebelum dia melangkahkan kakinya. Dia mendengar suara Hayden membuat dia berdecak sebel.
"Tuan, jangan lupa bayarin minum yang sudah tuan pesen dan sekalian juga bayarin punya aku oke, tuan." ucap Hayden yang langsung pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Faisal dan Jeje. Menatapnya dengan jengah. Dia kembali merasa kesal. Hayden yang menyuruhnya pesen dan Hayden juga yang meminta dirinya untuk membayarnya.
"Tagihan....?"