CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 123


__ADS_3

Mendengar perkataan Vanandya membuat sosok wanita bernama Haruka merasa puas dan bahagia, jika benar semua itu, ia akan menggantikan posisi dia.


Valdes juga tak kalah terkejut dengan perkataan Vanandya yang tidak masuk akal, yang meminta dirinya menceraikan vanandya karena masalah sepele. Valdes kekeh tidak ingin bercerai bahkan dia tidak akan menceraikan dia,


Mendengar itu Haruka memutar otaknya untuk mencari ide agar mereka mau bercerai. Dan, dia bisa menikahinya. "Tuan, sebaiknya kamu ceraikan saja wanita itu, toh wanita itu tidak ada gunanya." ucap Haruka.


"Diam, brengsek!!" bentak valdes yang sangat marah kepada Haruka, karena dia istrinya meminta cerai kepada dirinya. Andaikan dia tak menerima jabat tangan dari Haruka pasti kejadiannya tidak seperti sekarang.


"Tuan, jika tuan tidak menceraikan dia lebih baik kerja sama kita batalin saja, dan tuan yang akan terkena dendanya." ucap Haruka, yang merasa kesal karena dirinya di bentak oleh pria yang membuat dirinya jatuh cinta.


Vanandya merasa jengah dengan wanita licik itu, ia sudah menduga kalau kejadian seperti ini bakalan terjadi. Jadi ia sudah mempersiapkan segalanya. Lalu ia berjalan ke arah wanita di hadapannya, "Kamu ingin aku bercerai kan?" ucap vanandya dengan sedih.


Haruka dengan rasa kekesalannya pun menatap ke arah Vanandya lalu ia mengangguk setuju. "Iya aku ingin kamu bercerai dengan suami kamu atau kerja sama ini akan aku batalin."


Vanandya mendengar itu mengganggu setuju, lalu ia mengambil dokumen yang sudah ia siapkan sebelum dirinya masuk kedalam ruangan ini. Vanandya lalu menyuruh Haruka untuk menandatangani berkas yang ia berikan.


Tanda tangani lah, jika sudah aku akan menggugat cerai suamiku dan kamu bisa memilikinya." ucap vanandya.


Tanpa membaca surat yang di berikan oleh vanandya dia langsung menandatangani berkas itu. Karena imbalannya adalah suami orang, eh calon duda, Haruka sangat senang di dalam hatinya karena sebentar lagi dirinya akan menjadi nyonya muda Marquez.


Setelah di tanda tangani ia menyerahkan berkas itu kepada Vanandya yang memiliki segudang kecerdasan, bahkan dirinya tak mudah di tipu oleh orang lain.


Vanandya pun menerima berkas itu lalu menyerahkan kepada asistennya Hayden yang berkunjung ingin menemui kekasih gelapnya. Ia tak melarang asistennya mau berhubungan sama siapa karena itu hak dia,

__ADS_1


"Sayang.!!" valdes tak percaya melihat semua itu, istrinya ingin menggugat cerai dirinya. Apa dia sudah tidak mencintai dirinya lagi. Apa burung merpati sudah tidak memuaskan lagi buat istrinya. Sejuta, pikiran kotor melayang di kepala Valdes.


Vanandya lalu mendekati suami'nya dan ia mengambil tissue basah untuk membersihkan kuman yang ada di telapak tangan suaminya. Bahkan Vanandya hampir menghabis semua isi tissue basah,


Melihat itu mereka tercengang dengan apa yang ia lihat, bahkan dengan tanpa malu Vanandya mencium bibir suaminya di depan mereka.


"Apa semua ini? Kenapa kamu mencium bibir priaku hah!!" bentak Haruka kepada vanandya yang tidak terima bibir pria miliknya di cium oleh vanandya yang sebentar lagi mereka akan bercerai.


"Pria mu? HAHAH!! Nona Haruka, kau ini mimpi ya? Dia, adalah suamiku jelas saja aku menciumnya." ucap vanandya dengan tawa yang mengerikan.


Vanandya pun kembali mencium valdes, sebenernya Valdes juga terkejut akan apa yang di lakukan oleh istrinya ini yang berani mencium dirinya di depan asisten dan rekan bisnisnya.


"Oh iya nona Haruka, tadi itu aku cuma ngeprank saja.!! Mana Sudi aku menceraikan suamiku yang ganteng, tajir dan yang pasti mampu memberikan aku pelayanan yang memuaskan. akhhh!!" ucap vanandya yang membuat haruka marah padam, bahkan kepalanya sudah mengeluarkan tanduk merah dan asap.


Mendengar itu Valdes merasa terkejut dan sedikit cemas, jika dia membatalkan kerja sama ini pasti perusahaannya akan mengalami kerugian besar. Dan, itu pasti dirinya akan terkena marah oleh kakeknya.


Tapi, tidak dengan vanandya ia malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan haruka. Yang, menurutnya sangat lucu. "HAHA!! Nona kau sangat lucu. Tapi, sayang semua itu tidak akan berdampak pada perubahan kami, tapi perusahaan kamu lah yang akan bangkrut." ucap vanandya.


Haruka, benar-benar merasa syok dengan apa yang di katakan oleh Vanandya, tidak mungkin kalau dirinya membatalkan kerja sama ini. Karena, dirinya sudah melakukan sedetil mungkin, agar saat dirinya membatalkan tidak akan. berdampak pada perusahaannya.


Haruka melakukan itu agar dia bisa memiliki valdes sepuasnya, dan .Dengan, cara itu ia bisa membuat Valdes bertekuk lutut kepadanya.


"Apa maksud kamu mengatakan seperti itu?"

__ADS_1


Vanandya lalu meminta kepada asisten pribadinya untuk menjelaskan kepada wanita licik itu. Ia sudah jengah dengannya.


Hayden pun menjelaskan tentang dokumen yang di tanda tangani oleh Haruka, di situ tertulis jika nona Haruka membatalkan kerja sama ini maka perusahaan dia akan jatuh bangkrut bahkan besar kemungkinan perusahaan itu akan jatuh ke tangan valdes untuk mengganti rugi, tapi jika mereka menolak mereka akan mendapatkan hukuman penjara 50 tahun.


Valdes mendengar itu merasa terkejut tidak menyangka kalau istrinya sangat cerdik, walaupun terlihat tenang dia akan meningkam lawannya secara diam-diam. Entah itu cerdik atau licik tapi baginya itu sama saja menguntungkan bagi mereka.


Dengan senang Valdes mencium bibir Vanandya dan bahkan ia sampai ******* habis bibir istrinya. Haruka melihat itu pun merasa marah dan kesal, ia pun pergi dari ruangan itu. Ia akan menghancurkan dia karena sudah berani menipunya,


"Sayang kamu hebat.?" ucap Valdes.


"Siapa dulu.. Vanandya gitu lohh.!!" ucap vanandya menyombongkan diri.


"Tapi bagaimana kalian bisa melakukannya? Dan, bukannya itu membutuhkan waktu lama?" ucap Valdes.


Vanandya menceritakan kalau saat mereka berjalan ke ruang kerja suaminya ia sempat menanyakan tentang siapa rekan kerja suaminya, dan Kairo pun menjelaskan kalau dia adalah wanita bernama Haruka.


Mendengar nama Haruka, vanandya meminta kepada asisten Hayden untuk mencari bukti tentang wanita licik itu dan dalam lima detik Hayden memberikan informasi mengenai Haruka, dan ia pun kembali meminta kepada Kairo untuk membuat berkas tentang kerja sama itu, tentunya dengan di bantu oleh Hayden.


Setelah mereka menyelesaikan semua yang mereka rencanakan dengan kurun waktu dua menit, mereka pun langsung berjalan ke ruang kerja valdes. Namun, saat mereka akan masuk mereka di suguhi pemandangan yang membuat mata mereka sakit.


Tapi, ia muncul begitu saja di kepala vanandya, karena dengan cara ini nona haruka mau menanda tangani berkas yang ia berikan tanpa ada kecurigaan sedikit pun.


Valdes yang mendengar cerita itu pun merasa bangga karena istrinya sangat cerdas dan memiliki segudang kecerdikan.

__ADS_1


"Sayang apa kamu sudah siap...?"


__ADS_2