
Kedua pria terkejut mendengar suara sang dokter yang sudah berdiri di depan mereka. Siapa lagi kalau bukan Laksh dan Vernon, dua pria yang sangat-sangat somplak otaknya.
Keduanya hanya bisa cengengesan saja menatap sang dokter pria di depannya karena merasa malu, kepergok bergosip. Bahkan ke-duanya sampai melupakan saat ini vanandya sedang berada di dalam IGD.
Saat Laksh akan mengatakan keadaan Vanandya, langsung terdiam tak kala mendengar suara mama rebecca yang memanggil dirinya dan Vernon, dengan saura yang sangat.
"Lakshhh!! Vernonnn!!"
Semua orang yang berada di lorong rumah sakit langsung terkejut dan menatap keluarga Marquez dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mama! mami! papi! hazel! Tanu kalian kenapa disini?" tanya Laksh.
"Jawab mama Laksh, siapa yang berada di dalam? Jawa laksh!" ujar rebecca.
"Di dalam ada vanandya ma."
"Vanandya?"
"Ceritanya panjang, sebaiknya kita mendengar kan penjelasan sang dokter." ucap Laksh.
Keluarga Marquez, menatap ke arah dokter yang ada di depan mereka, mereka lalu bertanya kepada dokter yang sudah menangani vanandya.
Sang dokter menghela nafas, lalu ia menjelaskan kepada keluarga dari vanandya, ia mengatakan kepada keluarga Marquez kalau mereka tidak bisa menyelamatkan janin milik vanandya, karana tendangan yang sangat keras membuat janin milik Vanandya tidak bisa terselamatkan.
Rebecca menutup mulut mereka karena mendengar kalau vanandya kembali keguguran, karana pasalnya mereka tidak pernah melihat vanandya sedang hamil,
"Keguguran dok?" tanya rebecca.
"Benar nyonya, nona vanandya mengalami keguguran. Apa kalian tidak mengetahui kalau nona vanandya sedang mengandung?" kata dokter.
Mereka terdiam karena mereka harus mendengar kabar buruk dengan kehilangan janin yang belum mereka ketahui, bahkan. Vanandya tidak pernah cerita kepada mereka kalau Vanandya sedang hamil.
Lantas rebecca meminta izin kepada dokter untuk menemui vanandya karena ia sangat sedih karena Vanandya kehilangan seorang anak. pasti saat ini Vanandya sedang sedih.
__ADS_1
Dokter yang menangani Vanandya pun menganggukkan kepala, lalu ia pergi dari hadapan keluarga Marquez, karena masih ada banyak pasien yang harus di obati.
Rebecca lalu masuk kedalam perawatan Vanandya, yang saat ini dia sedang dalam keadaan mata yang tertutup. Ia tidak tega untuk menceritakan kepada vanandya kalau dia habis mengalami keguguran.
**
Di luar perawatan keluarga Marquez bertanya kepada Laksh.
"Laksh! Vernon! Bisakah kalian menceritakan kepada kami apa yang terjadi kepada mereka dan kenapa vanandya bisa keguguran? Lalu sekarang Valdes, virendra, Grey's dan vernando kemana?" tanya Faisal dengan dingin.
Laksh dan Vernon saling bertatap satu sama lain, meraka bingung akan menjelaskan seperti apa, kepada papi mereka. Laksh dan Vernon pun menghela nafas mereka akan menjelaskan kepada mereka.
"Saat itu kami sedang berkumpul di ruang kerja milik Valdes, kami sedang membahas untuk menyelamatkan vagas dan varisa. Namun saat itu Vegas datang dan mengatakan kalau vanandya pergi dengan tau wajah kemarahan dan kegilaan. Karena tidak ingin terjadi apa-apa kepada vanandya kami pun menyusul vanandya."
"Dan saat kami sudah sampai di gedung tua tempat vagas dan varisa di sekap mereka langsung masuk dan menyerang mereka, lalu vanandya masuk untuk membebaskan vagas dan varisa. Namun saat mereka akan pergi Vanandya di hadang oleh Eriska bersama dengan antek-anteknya. "
"Karena vanandya sendirian menyelamatkan vagas dan varisa. Jadi Vanandya kalah oleh mereka, karena saat itu kami sedang bertarung dengan para penjaga Eriska yang sangat banyak. Jadi kami kewalahan, tapi itu tak berapa lama karena anggota mereka datang tepat waktu."
Saat Valdes menyusul Vanandya, dia sangat terkejut karena Vanandya dalam keadaan terbaring, bahkan banyak darah yang keluar dari sela-sela paha milik vanandya, jadi kami harus segera menyelamatkan vanandya dan Valdes mengejar mobil Eriska yang membawa vagas dan varisa."
Namun mereka juga tidak bisa menyalahkan vanandya, karena mereka tau kalau vanandya sangat khawatir akan kondisi varisa dan vagas yang berada di tangan Eriska, tentu saja Vanandya akan melakukan apa saja agar orang tersayangnya bisa selamat walaupun nyawa taruhannya.
**
Di ruangan, Rebecca menatap sedih ke Arah Vanandya, Bahkan iar mata Rebecca terus saja mengalir.
"Vanda, kenapa kamu. keras kepala sekali, seharusnya kamu jangan gegabah pergi dengan sendiri, kan menjadi begini." ucap rebecca.
Perlahan demi perlahan mata Vanandya terbuka lebar pertama yang dia lihat adalah mama mertuanya yang sedang duduk di samping ranjangnya.
"A-air," ucap vanandya.
Rebecca pun segera memberikan Vanandya air, setelah memberi air, ia kembali merebahkan tubuh vanandya,
__ADS_1
"Valdes mana ma? Apa dia sudah berhasil menyelamatkan vagas dan bunda?" ujar vanandya.
"Belum, Valdes belum datang saat ini Valdes segera menyelamatkan vagas dan varisa." kata Rebecca.
Sebuah kebisingan terjadi di depan kamar perawatan milik Vanandya, karena mereka penasaran vanandya meminta kepada mama mertuanya untuk membawa dirinya melihat apa yang terjadi.
Sebenernya rebecca ragu membawa Vanandya ke depan apa lagi saat ini vanandya baru sadar dari pingsannya, jadi mereka takut ada kesalahan.
Tapi vanandya terus memaksa mama mertua untuk membawa dirinya apa lagi ia mendengar suara ayah'nya yang berada di luar ruangan. Jadi mau tidak mau Rebecca menyetujui permintaan Vanandya,
Ia segera membantu Vanandya duduk di kursi roda dan ia membawa vanandya ke luar ruangan. Dan benar saja ia Vanandya dan Rebecca melihat keluarga lacerta berada di luar ruangan.
"Ayah, opa, oma? Kalian disini?" tanya Vanandya.
"Ya Tuhan Vanandya? Kenapa kamu bisa seperti ini?" kata Oma Eleanor, yang sudah lama tidak melihat cucu perempuannya karena pengobatan yang harus ia selesaikan.
"Vanda, kamu harus istirahat karena kamu baru saja keguguran," ujar Laksh tanpa sadar.
Hal itu membuat Vanandya terdiam lalu menatap satu persatu keluarga Marquez, ia tidak mengetahui kalau dirinya mengalami keguguran.
"Apa maksud kamu laksh? Aku tidak mungkin keguguran karena aku tidak merasa hamil," ucap Vanandya.
Tapi Laksh menjelaskan kepada Vanandya kalau saat ini vanandya baru saja keguguran dan usia kehamilan vanandya masuk ke minggu ke lima. Tapi karena kehamilan yang sangat lemah membuat janin di dalam perut vanandya tidak bisa bertahan karena tendangan Vanandya yang begitu keras.
Tes..
Air mata Vanandya jatuh begitu saja, karena merasa sedih ia kehilangan seorang bayi yang belum ia ketahui. Andaikan saja kalau ia bisa berpikir jernih pasti saat ini ia masih bisa mempertahankan bayinya.
"Vanda, seharusnya kamu tidak perlu gegabah untuk menyelamatkan mereka, dan masalah tambah besar. Kamu kehilangan janin kamu, dan vagas masih berada di tangan mereka." ujar hazel.
"Bagaimana aku bisa diam saat saat itu Eriska memberikan video yang berupa penyiksaan vagas yang begitu sadis bahkan tubuh milik Vegas banyak luka sayatan." ujar Vanandya dengan tangis pecahnya.
Vanandya segera memutar video yang di kirim oleh Eriska dan menampilkan sebuah video penyiksaan Vegas.
__ADS_1
"Astaga cicitku...