CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 256


__ADS_3

Dengan refleks hazel memegang Gisel yang akan jatuh dari tangga karena jika dia tidak cepat memegang Gisel saat itu juga Gisel akan terjatuh bahkan kemungkinan besar dia akan kehilangan anaknya.


Seperti dirinya yang kehilangan bayinya karena terjatuh dari tangga saat melihat suaminya sedang melakukan hal itu kepada Gisel sampai di berikan seorang anak.


Semua keluarga tentu saja terkejut dengan pemandangan seperti itu, Grey's pun langsung naik ke lantai dan membantu Gisel dan menanyakan kepada Gisel.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Grey's.


"Aku tidak apa-apa Grey's." ucap Gisel.


Bukan tanpa sebab Grey's menanyakan tentang Gisel, karena walau bagaimanapun juga di dalam perut Grey's ada benih miliknya. Jadi ia ingin anak itu selamat.


Hazel merasakan nyeri lantas ia menampilkan aura yang begitu datar, lalu ia berjalan mendahului mereka ia turun dengan sangat datar hanya untuk menutupi rasa cemburu dan sakit hati yang sangat menyayat hati..


"Kenapa kalian diam saja?" ucap dingin hazel kepada keluarganya.


Karena saat ini hatinya sedang terbakar akan perhatian Grey's kepada Gisel membuat ia ingin. sekali melampiaskan kemarahannya kepada semua orang, dan sangat tepat saat ini Ameera sedang bermain ponsel dan ia refleks langsung mengambil ponsel milik Ameera.


"Kau ini sudah numpang enak-enakan main ponsel! lanjut kerja atau saya banting ponsel kamu ini yang harganya miliaran."


"Jika kamu banting aku tidak segan-segan menghabisi mu sekarang juga." ucap marah Ameera.


"Silahkan saja. Tapi ingat jika kamu menghabisi aku sekarang maka semua harta milik Marquez akan musnah begitu saja." bisik hazel tepat di telinga Ameera.


Ameera memicingkan matanya lalu menatap ke arah hazel dengan tatapan tajam. Setelah itu ia pergi dari hadapan Ameera dan melakukan pekerjaan seperti apa yang sudah di tugaskan.


"Dan untuk kalian jika sampai berhenti sebelum pekerjaan selesai saya akan melakukan tambahan kepada kalian!" ucap hazel.


Rebecca dan yang lain pun segera melakukan perintah dari hazel walaupun mereka sangat kesal kepada hazel.


Laksh yang memang dari tadi melihat itu semua hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tidak menyangka kalau Kemarahan hazel lebih mengerikan dari pada yang lain. Apa lagi saat hatinya di sakiti, dia akan seperti iblis.


Setelah mengatakan itu hazel pergi karena saat ini ia ada kerjaan dan ia meminta Laksh untuk menemani dirinya bertemu dengan rekan kerjanya karena ia tidak ingin kehilangan duit ratusan ribu.


Tentunya semua keluarga selalu di awasi oleh cctv dan para bodyguard yang menjaga mereka agar tidak ada yang kabur atau ada yang bersantai-santai.

__ADS_1


***


Seorang wanita tengah duduk sambil menemani bayinya bermain, anaknya ini sangat mirip dengan suami'nya mulai hidung, bibir, mulut, mata, bahkan 99% mirip suami'nya tidak ada yang mirip dengan dirinya.


Padahal dirinya sudah cape-cape mengandung sampai sembilan bulan tapi hasilnya anak mirip suami.


Saat sedang menemani anaknya seorang pelayan menghampiri mereka dan menanyakan kalau di depan ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan nyonya nya.


Kim, yang mendengar itu pun langsung berjalan ke depan Namun sebelum itu ia berpesan kepada pelayan untuk menjaga putrinya.


Dia lalu berjalan ke teras dan mendapati anak dan kakak sepupunya ada di hadapannya. Dengan begitu ia langsung menyuruh Ke-dua nya masuk.


"Bagaimana bisa kalian sampai disini?" tanya Kim.


"Kim, kamu ga usah katakan hal itu karena saat ini aku sedang kesal sama orang rumah. Bisa-bisanya dia bermesraan di depanku. Ingin sekali aku mencabik-cabik mereka.!" ucap hazel dengan kesal bahkan ia berbicara sambil berjalan ke arah di mana anak dari Kim berada.


Karena di meja ada juice jeruk ia pung langsung meminum juice jeruk itu sampai tandas tak tersisa.


"Laksh ada apa dengan dia?" tanya Kim kepada putranya.


"Diam!" hazel sangat marah sampai menyodorkan Pisau kepada Laksh.


"Ops! sorry." ucap Laksh sambil menjauhkan pisau itu dari dirinya. Kenapa bisa ada pisau di tempat ini.


Karena tidak ingin lagi mengganggu seorang singa Laksh pun ikut bermain dengan adik bayinya itu yang masih sangat mungil.


"Kim kita harus siap karena rencana mereka akan segera di laksanakan pastikan kamu bisa menyelamatkan mereka."


"Caranya?"


Hazel langsung membisikan sesuatu kepada Kimberly karena ia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan apa lagi mereka sudah mulai menunjukkan kebengisan mereka.


Setelah membisikan rencana kepada Kim mereka langsung menghubungi pengacara untuk segera datang kepada kediaman milik Kimberly, karena mereka harus segera melakukan tugas mereka.


"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya Laksh,

__ADS_1


Karena penasaran ia bertanya kepada mami dan iparnya itu, apa lagi mereka sambil berbisik-bisik jadi ia tidak mendengar apa yang akan mereka lakukan.


"Dih anak laki-laki kok kepo sih?" ucap hazel dengan sangat sinis.


Karena hazel masih sangat kesal karena tadi Laksh mengejek dirinya, jadi ia pun membalas Laksh dengan sinis.


Laksh berdecak sebel mendengar nada sinis ipar'nya itu. Bagaimana bisa ia memiliki seorang ipar yang model'lan seperti hazel,


Tepat saat itu pengacara datang dan memberikan salam kepada merek bertiga, lalu pengacara pun menanyakan kepada nyonya'nya kenapa dia di panggil ke kediaman Kim.


Hazel dan Kimberly menjelaskan niat mereka memanggil pengacara dan menjelaskan apa yang mereka rencanakan. Karena tidak ingin rencananya gagal dan harta mereka di ambil oleh Eriska cs mereka pun mulai melakukan siasat agar mereka tidak bisa memilik harta mereka.


Pengacara pun mengangguk lalu ia mulai melakukan apa yang di rencanakan oleh mereka bertiga. Karena pengacara dari keluarga lacerta sangat terhormat dan tidak pernah berpenghianat pengacara itu pun selalu membantu mereka.


Setelah menyelesaikan tugasnya pengacara itu pun berpamitan pergi dari kediaman Kim.


Laksh menatap mereka dengan tatapan bertanya, kenapa mereka tidak memberi tau kepada dirinya, dan kenapa juga mereka merahasiakan semua ini.


Namun jawaban mereka hanya satu yaitu 'mendadak.' jadi mereka tidak sempat menceritakan tentang rencana mereka,


Laksh pun berpura-pura ngambek kepada wanita itu , dan bahkan Laksh berbicara kepada adiknya yang mengatakan kalau kedua wanita itu sangat jahat kepada kakak'nya, ia mengatakan kepada adiknya kalau ia dizolimi oleh mami dan ipar'nya.


Bugh.


Sebuah bantal sofa melayang ke arab Laksh.


"Jangan coba-coba mencuci otak anakku Laksh.!"


tingggg.


Kimberly yang mendengar ponselnya terus berbunyi pun mengecek apa yang terjadi kenapa sampai ponselnya terus berbunyi.


Dan saat ia membuka betapa terkejutnya ia melihat pemandangan yang begitu mengerikan,


"Kalian segera pulang nanti saya akan menyusul.!"

__ADS_1


__ADS_2