
Saat sudah di ruangan VVIP. mereka pun memesan makanan yang ada di restoran itu,
Sambil menunggu pesanannya datang Vanadya meminta foto bersama dengan suaminya. Ia ingin pamer kemesraan dengan musuh-musuhnya yang amat menyebalkan itu, setelah berfoto bersama Vanandya mengirimkan foto itu kepada musuhnya.
Tepat setelah itu makanan datang. Begitu banyak, tapi Vanandya tak pikiri ia langsung menyantap makanan yang ada. Namun saat ia meminum jus jeruk ia merasakan kalau badan'nya sangat panas dan gerah.
Akhhh. ******* Vanandya mengejutkan virendra yang sedang makan juga. Lalu ia menatap sekilas ke arah Vanandya, ia kembali terkejut saat melihat penampilan Vanandya yang sangat kacau. Bahkan rambutnya berantakan dengan keringat membasahi wajah
Seketika itu juga membuat gairah virendra bangkit. Ia juga menyadari kalau Justin terlah bangun seperti memberontak ingin segera masuk ke rumahnya.
"damn is.!! Kenapa harus bangun saat tidak tepat?"Gumam virendra karena merasa frustasi dengan keadaannya yang sekarang.
"Vir. Akhhhh.. Bantu aku vir ahhhh.."Racau Vanandya dengan suara yang mendesah karena tidak tahan rasa panas dan gerah yang ada di tubuhnya.
Vanandya yang tanpa malu pun melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya. Setelah semuanya sudah terlepas Vanandya memainkan rumah si Justin dengan tangannya, saat itu juga vanandya merasakan kenikmatan.
Virendra yang melihat itu merasakan keringat dingin. Pria normal mana yang tidak ter***sang saat di suguhi pemandangan indah itu.
Vanandya tak merasakan nikmat. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan ber lenggak-lenggok seperti seorang yang sedang fesyen show ke arah suaminya,
Virendra benar-benar tidak bisa lagi menahan has**tnya. Apa lagi saat Vanandya berjalan mendekatinya yang sudah tidak pake apa-apa. Lalu ia menyuruh Cakra untuk tidak ada yang boleh masuk ke dalam VVIP itu.
Cakra hanya menjawab pertanyaan sang tuan dengan sangat singkat. Tak ada yang tau senyum tipis yang melihat pesan dari tuannya.
Saat ini Vanandya sedang duduk di pangkuan suaminya sambil menggesek-gesekkan sarang burung dengan sang Hanoman. Setelah puas bergesekan dan dengan di iringi musik melodi mengerikan yang hanya bisa tercipta dengan mereka bersatu.
Vanandya pun turun dari pangkuan sang suami'nya, lalu ia membantu melepaskan celana yang melekat di badan suami'nya.
Pluk. Sebuah benda menyembul ke permukaan karena terbebas dari sangkar emas yang mengurung si Hanoman dengan seharian.
Vanandya. Mengemut permen lollipop yang terasa nikmat tiada tara, bahkan ia asik men**lati permen lollipop sampai tidak menyadari pria itu sedang menahan agar tidak keluar.
__ADS_1
Setelah puas sama permen lollipop Vanandya yang sedang merasakan gerah dan panas memasukkan Hanoman ke dalam rumahnya yang sempit.
Sekali dorongan Hanoman itu pun masuk.
Berapa jam kemudian seorang wanita yang sedang tertidur dalam mobil pun mengerjapkan mata'nya. Ia merasakan sakit di area terlarangnya. Saat ia ingin mengingat apa yang terjadi ia pun merasakan pusing, lalu ia melihat ke samping saat mendapati sang suami yang sedang memainkan ponselnya.
Virendra yang merasakan ada seseorang yang sedang menatapnya pun mengalihkan pandangannya ke arah Vanandya.
"Sudah bangun Hm?"
"Aku belum bangu."Ucapnya dengan ketus tapi masih ada suara lemahnya.
"Apa yang terjadi kenapa aku bisa ada di mobil? Bukannya tadi kita sedang makan?"
"Yang harusnya di lakukan seorang suami dan istri. Tadi kamu ketiduran jadi aku membawa kamu ke dalam mobil terus kita melanjutkan kegiatan kita."
Vanandya mematung mendengar penjelasan dari pria di sampingnya. Itu tandanya ia sudah melakukan hubungan terlarang dengannya. Berarti saat ini ia sudah menyandang status mantan perawan.
"J-jadi ki-kita melakukan itu?"
Vanandya menutup kedua telinganya dengan menggunakan kedua tangannya. Ia merasa malu dengan perbuatan itu, bahkan saat ini ia ingin menghilang dari planet bumi ini.
Saat Vanandya bergerak ia merasakan sakit di area utama.
Virendra pun turun dari mobilnya. Karena mereka baru saja sampai di depan mansion'nya, dan ia beralih membuka pintu mobil ia lalu menggendong Vanandya ala bridal style.
Untungnya suasana mansion itu sepi karena semua penghuni sedang terlelap dalam tidurnya. Virendra lalu memasukkan Vanandya ke dalam kamarnya dan ia merebahkan Vanandya di kasur king size.
"Tidurlah."Titah virendra kepada Vanandya.
Vanandya yang sejak t AA di hanya diam saja pun menurutinya lalu ia pun tertidur dengan sangat nyenyak.
__ADS_1
"Teryata main dengan mu nikmat juga? Tapi aku sangat mencintai Tanu. Walau bagaimana pun Tanu lebih baik dari pada kamu, sedangkan kamu menjebak ku dengan trik murahan. walau kita sudah melakukan persatuan jangan harap aku akan memberikan hati dan cintaku padamu, karena kamu seperti wanita di luaran sana."Gumam virendra yang melihat tubuhnya di depan cermin. Tubuhnya ada banyak tanda kepemilikan yang di berikan oleh Vanandya, lalu virendra masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Tanpa di sadari oleh virendra. Vanandya mendengar semuanya, ia pun mengepalkan tangannya ia merasa marah, kecewa, sedih bahkan ia meras nyeri di hatinya saat mendengar perkataan dari suaminya itu. Ia bersumpah tidak akan pernah membuka hatinya kepada pria keji seperti dia.
Vanandya menyadari kalau dirinya tengah tidur di kamar virendra yang bernuansa abu-abu dan hitam. Karena tak ingin memikirkan sesuatu ia pun terlelap dalam tidurnya.
***
Pagi hari.
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan. Seperti hari-hari sebelumnya suasana menjadi sangat mencengkram dengan aura yang di miliki mereka.
Virendra tetap dingin. Ia pun makan tanpa bersuara sedikit pun, sedangkan vanandya berekspresi dengan muka datar dan dingin melebihi sang suami.
Sang tuan merasakan ada yang aneh. Dengan sikap yang dikeluarkan mantunya kepada sang anak, ada aura kebencian yang terpancar di wajah mantu'nya itu.
Nyonya Rebecca tidak peduli. Ia asik menikmati hidangan yang ada di meja walaupun sebenarnya ia merasakan hambar, karena makanan saat ini berbeda dengan yang sebelumnya.
"Vanandya kenapa kamu tak memasak lagi?" Ucap Rebecca dengan ketus.
Vanandya menatap mamah mertuanya dengan sinis. "Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya."
"Vanan!! Kamu kalau orang tua nanya bukannya di jawab ini malah berkata menjijikkan."Ucap Tanu dengan marah. Tentunya dengan akting belaka.
Virendra yang duduk di sebelah kekasihnya langsung menenangkan Tanu untuk tidak marak. Ia menatap tajam ke arah Vanandya.
"Kau!! Jika sampai kau membuat calon tunangan ku marah akan aku buat kau menderita."Bentak virendra membela kekasihnya.
Vanandya tak menggubris perkataan virendra. Ia lalu menatap sang mama mertua. "Jika mama kangen masakan saya bilang saja. Gak usah gengsi, Nanti juga saya masakin jika mama mau?"
Tuan Victor tertawa dalam hati ia tidak berani menunjukkan tawanya nanti bisa-bisa ia di suruh tidur di kamar. Trus ia tidak bisa dapat jatah.
__ADS_1
Victor sangatlah tau kalau istrinya ini orangnya sangat gengsi'an jadi ia tak ingin menunjukkan kepada orang-orang kalau dia kangen masakan sang mantu.
"Besok adalah...